Pesan Tuhan Tahun 2017 HARAPAN UNTUK MASA DEPAN
GppsPalu – Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Kita patut bersyukur bahwa di hari pertama di tahun 2017 kita berada di rumah Tuhan. Karena kemurahan dan pengasihan-Nya tahun 2016 telah selesai dan hari ini kita memulai kehidupan dalam perjalanan 2017. Sepanjang tahun lalu yang telah kita jalani, tentu masing-masing kita menjalani peritiwa-peristiwa yang berbeda. Ada yang menyenangkan karena ada yang didapatkan dari apa yang diharapkan, ada juga yang kehilangan harapan, dsb. Tapi yang jelas tahun 2016 tidak akan lagi kita jalani. Sekarang kita diperhadapkan dengan tahun 2017.
Sebelum kita mendalami pesan Tuhan bagi kita di tahun 2017, mari kita renungkan semua realita yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
1. Semua pergerakan manusia ada dalam ruang waktu
Manusia dan waktu adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, ini adalah hal yang mutlak/absolut. Semua ruang gerak kita diatur oleh waktu.Angka tahun berubah berarti angka usia manusia juga bertambah. Dimulai dari peristiwa kelahiran dan kemudian manusia itu menjalani kehidupannya, semuanya itu terikat oleh fase pertumbuhan seiring berjalannya waktu (kanak-kanak – remaja – pemuda – dewasa – dst). Tapi anehnya, oleh kebanyakan orang hal ini tidak pernah menjadi perenungan, seolah-olah hal ini adalah hal yang alamiah saja.
2. Setiap waktu ada batasannya
Setiap waktu yang ditetapkan pasti ada batasannya, tapi batasan yang ada bukanlah seperti pada zaman Adam dan Hawa, dimana usia manusia bisa mencapai ratusan tahun. Pada zaman Abraham saja usia manusia sudah tidak sama dengan usia pada waktu zaman Adam. Dalam Mazmur Musa menuliskan bahwa usia manusia hanya sampai delapan puluh tahun saja, dan selebihnya adalah kesukaran dan penderitaan.
Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
3. Terjadinya hal-hal yang tak terduga
Dalam perjalanan kehidupan kita akan sering menemukan hal-hal yang tidak terduga terjadi atas hidup kita. Sesuatu yang kita tidak harapkan bisa terjadi kapan saja. Ada yang berdampak menghancurkan usaha, menghancurkan rumah tangga, menghancurkan anak-anak, dll. Umumnya manusia tidak siap ketika hal-hal tersebut menimpa dirinya. Karena tidak adanya kesiapan maka kehancuran yang fatal terjadi atas pribadi tersebut.
Kalau kita tidak memiliki pemahaman yang benar tentang ketiga hal diatas maka pastilah kita juga akan salah bersikap dan bertindak terhadap waktu dalam kehidupan sehari-hari.
I Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Tuhan tahu persis bahwa semua yang menimpa kita adalah hal-hal yang “biasa”. “Biasa” artinya bahwa hal itu juga terjadi pada semua orang.
Nah, oleh karena ketiga hal diatas adalah suatu proses alamiah, bagimana perhatian Tuhan terhadap umat-Nya? Bagaimana tanggungjawab Tuhan terhadap umat yang telah ditebus-Nya. Apakah kita hanya cukup memahaminya saja?Kalau kita hanya sampai pada pemahaman dan merasa sepertinya Tuhan “tidak berbuat apa-apa” atau Tuhan “tidak melakukan apa-apa”, maka kita akan bertanya-tanya “untuk apa kita beriman?”
Ingatlah bahwa iman bukan hanya sebatas terjawabnya suatu doa atau dipakai untuk kegiatan-kegiatan rohani saja. Kita akan melihat dan menyaksikan serta mengetahui peristiwa dahsyat yang terjadi dalam kurun waktu yang sudah ditetapkan. Disinilah iman itu berfungsi.
Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Pernyataan Tuhan ini disampaikan kepada umat Tuhan yang juga adalah manusia. Karena orang percaya juga adalah manusia lahiriah, banyak orang-orang percaya yang seolah-olah tidak memiliki iman kepada Kristus. Diperhadapkan dengan masa depan yang ada, itu tidak berbeda cara menghadapinya dengan manusia pada umumnya.
Realita hidup bisa mempermainkan hidup manusia, sehingga hal ini bisa berakibat fatal. Kita melihat contoh anak-anak remaja yang sedang dimabuk asmara, ketika ia mengirim sms/line/WA dan kekasihnya tidak membalas maka segala macam perasaan negatif-pun muncul. Sebagai orang tua, taruhlah perhatian khusus kepada anak-anak Anda yang sudah mengalami hal ini. Mereka perlu diberi bimbingan dengan bijak agar tidak mengarah pada hal yang berakibat fatal.
Sebagai orang dewasa, kita semua juga pernah mengalami pergumulan yang meng-obok-obok perasasaan kita. Pergumulan usaha kita, rumah tangga, hubungan dengan sesama, dll. Kondisi seperti inilah yang merupakan hal-hal tak terduga yang sering terjadi. Oleh sebab inilah Tuhan menyatakan kepada kita bahwa MASA DEPAN SUNGGUH ADA, sehingga kita tidak perlu dipermainkan dengan segala hal yang meng-obok-obok perasaan kita danmengganggu fokus kita.
Masa depan memang selalu ada, karena waktu tidak pernah berjalan mundur tapi terus maju sampai pada batasnya. Tapi jika Tuhan berfirman bahwa masa depan sungguh ada dan harapan tidak akan hilang, ini bukan hanya berbicara mengenai proses perjalanan waktu, tapi menyangkut masa depan seseorang yang menjalani hidupnya dengan 1001 harapan yang dia miliki. Ayat ini ditujukan hanya untuk anak Tuhan bukan untuk manusia secara umum.
Dilanjutkan kembali melalui pernyataan dalam Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Inilah keberadaan umat Tuhan dalam menjalani hidupnya. Tuhan berfirman bahwa Ia akan memberikan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan serta masa depan yang penuh harapan. Dalam kondisi dan situasi yang bagaimana janji Tuhan ini terlaksana? Ini bukan hanya sekedar mengenai proses waktu yang sedang berjalan terus, tapi ini tentang keberadaan kita di hari esok, bulan depan, tahun depan, dan sepanjang umur kita.
Alkitab tidak menuliskan masa depan yang cerah atau gemilang, tapi Alkitab menulis masa depan yang penuh harapan. Ungkapan “cerah” masih perlu dicerna artinya. Bahkan sebagian orang menggantinya dengan cerah gemilang. Ketika diganti dengan kata “cerah” atau “gemilang” maka akan kabur maknanya: apa yang cerah? Apa yang gemilang? Alkitab berkata masa depan yang penuh harapan.
Sebelum kita lebih lanjut membahas mengenai masa depan yang penuh harapan. Mari kita memperbaiki hal-hal yang tidak beres dalam kehidupan kita. Jika tidak dibereskan terlebih dahulu maka kita tidak bisa bicara mengenai masa depan, dan kita hanya bermimipi saja tapi tidak mengalaminya.
Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Terkadang kita melihat orang di luar Tuhan bisa lebih berhasil. Di atas kita telah membahas tentang waktu. Hal inilah yang perlu kita perbaiki terlebih dahulu, yaitu manajemen waktu, bahkan semua proses alamiah harus kita perbaiki.
“Menghitung hari-hari sedemikian” memiliki arti serius dan cermat. Apakah hal ini sudah kita Lakukan?
Ini adalah manajemen hidup. Tuhan menginginkan agar kita hidup tertib dan teratur. Jika tidak, maka inilah yang membuat banyak umat Tuhan yang tidak bisa mencapai masa depan yang penuh harapan.
Hidup hanya untuk menyelesaikan segalanya secara rutinitas dan ketika malam tiba dan segera tidur, tapi tidak pernah me-manage hidup dan tidak ada tujuan yang jelas.
Dari masa sekolah dasar kita juga sudah diatur dengan roster pelajaran, jadi bicara mengenaimanajemen sebenarnya hal ini adalah hal yang sudah biasa dilakukan. Membuat catatan harian, ini akan menolong kita untuk menjalani hidup kita sehari-hari apalagi ditambah dengan catatan segala sesuatu yang harus diperbaiki.
Orang yang bijak adalah orang yang sudah terbiasa menghitung hari-hari. Jangan remehkan dengan segala pekerjaan yang kita lakukan. Masa depan yang penuh harapan tergantung dari oknum orang percaya itu sendiri.
Efesus 5:15-16 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Bagian Tuhan adalah menyediakan masa depan yang penuh harapan, bagian kita yang mengerjakannya. Kalau kita tidak terbiasa dengan manajemen hidup berarti kita adalah orang tidak tahu mempergunakan waktu. Jadi, pergunakanlah waktu yang ada!
BAGAIMANA MELATIH DIRI HIDUP DALAMPENGHARAPAN?
Pencapaian masa depan yang penuh harapan yang sudah Tuhan sediakan tidak dapat dipisahkan dengan oknum ybs.
Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Iman dimulai dari setitik pengharapan, jika kita tidak terlatih untuk memulai dengan setitik pengharapan, kita tidak akan memperolah apa-apa, karena tidak ada yang kita harapkan.
Iman bukan hanya sekedar jawaban doa. Iman juga bukan hanya sekedar ayat-ayat yang tertulis dalam alkitab, tapi iman adalah sesuatu yang harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika kita tidak terbiasa hidup dengan pangharapan maka kita akan terjebak dengan rutinitas yang akan membuat kita lelah. Begitu ada peristiwa yang tak terduga terjadi dalam kehidupan kita, maka hal itu akan membuat keadaan kita semakin parah.
I Timotius 1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita.
Mulailah dengan setitik pengharapan, buatlah target dalam usaha Anda, buatlah suatu visi kedapan mengenai hidup Anda, secara jasmani maupun rohani. Ada jaminan pengharapan yang sudah Tuhan sediakan bagi setiap anak yang mengasihi-Nya
Pdt. R. F. Martino










Leave a Reply