TELAH MENGIKUTI PERTANDINGAN DENGAN BAIK DAN TELAH MEMELIHARA IMAN
GppsPalu – Dari Bulan Januari 2016 hingga saat ini tentu kita telah melewati kebersamaan bersama Tuhan dalam suka maupun duka dan bermacam-macam persoalan, pergumulan dan juga ujian. Kita tetap memelihara iman! Ini bukan hal yang gampang. Jika sampai saat ini hati kita tidak terganggu dengan situasi apapun namun kita tetap mengasihi Tuhan, ini adalah bukti bahwa kita telah mengikuti pertandingan dengan baik dan telah memelihara iman.
Mazmur 139:16“mata-Mu melihat selagi aku bakal anak,dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya”.
Setiap pribadi memiliki buku kehidupan yang ditulis sebelum kita diciptakan. Allah sudah merancangkan penciptaan kita tentang kehadiran pribadi kita.
Di awal tahun, setiap kita pasti sudah memiliki rancangan, target dan cita-cita baik dalam studi, rohani, dll. Ketika kita sudah menjalaninya, pasti ada kesan-kesan tersendiri. Orang yang melakukan firman setiap hari, pasti memiliki pengalaman yang bisa mendewasakan imannya, yang membuat pribadi kita semakin mengasihi Tuhan.
Kita dapat mengevaluasi diri kita masing-masing dengan memperhatikan kehidupan kita masing-masing.
Sebagai contoh apakah kita sering menanti-nantikan dan memperhatikan jam-jam ibadah seperti hari Minggu, ibadah kategorial atau dalam mengikuti komsel?
Dari hal tersebutdapat dilihat pertandingan iman yang sedang dijalani dan pertumbuhan rohanikita, apakah semakin meningkat atau semakin merosot? Semakin bertumbuh, semakin cinta Tuhan lebih dalam atau merosot? Bagaimana dengan jam-jam doa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan? Hal ini yang harus selalu diperhatikan supaya kita memiliki pengalaman seperti Paulus.
2 Timotius 4:7 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”.
Setiap waktu yang Tuhan berikan, didalamnya ada nilai tanggungjawab. Segala sesuatu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, dalam perkataan, pola pikir dan cara hidup kita. Mari kita perhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup! Efesus5:15
Kita juga harus belajar dari Paulus yang selalu memberi nilai dalam setiap waktu/anugerah yang Tuhan berikan. Paulus menyadari bahwa usianya semakin lanjut dan waktunya tinggal sedikit lagi.Oleh sebab itu ia selalu menasihatkan untuk menguji diri sendiri.
I Korintus 4:16 “Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!”
II Korintus 13:5 “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji”.
Paulus juga memiliki target dalam hidupnya.
Filipi 3:10 “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya”.
Setiap kita memiliki target untuk lebih mengenal Tuhan. Iblis ingin selalu menggoncang iman kita dan mau menjauhkan setiap orang percaya dari Tuhan. Iblis menggangu komitmen kita dengan Tuhan.
Cara Paulus mencapai target:
1. Melupakan apa yang telah dibelakang
Filipi 3:13“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku,…”
Sebelum Paulus menjadi orang percaya yang sungguh-sungguh, ia menyadari bahwa masa lalunya itu buruk.Ia adalah pembunuh orang-orang percaya yang menurut agamanya adalah benar. Setelah menerima Yesus, ia menyadari bahwa ia salah besar. Paulus katakan bahwa ia adalah manusia celaka, tetapi jika ia selalu memikirkan kesalahan-kesalahan dan masa lalunya maka ia tidak akan maju dan bertumbuh. Jika hidup orang percaya selalu dibayangi masa lalu yang terus membuat merasa sedih, malu atau bahkan yang menyakitkan, maka harus bertanya kepada Tuhan. Jangan langsung menyalahkan orang apalagi membenci apalagi melakukan hal-hal yang tidak baik tetapi miliki satu penaklukkan diri dan tenangkan jiwa supaya dapat berdoa dan menangkap apa yang Tuhan sampaikan, minta hikmat Tuhan kenapa hal ini terjadi sehingga iblis tidak mendapat keuntungan dari masalah yang terjadi. Jangan sampai dibayangi dengan apa yang menyakitkan atau trauma dari sikap orang tertentu atau bahkan membalas. Itu berarti tidak sedang mengikuti pertandingan atau bahkan keluar dari arena pertandingan (tidak sedang menjaga iman), mulai terganggu dan mulai memikirkan cara-cara lain sehingga menjadi tidak bijak.Dalam hidup ini kita belum sempurna tetapi harus ada usaha.
2. Menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi
Dikatakan bahwa Paulus menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi dan mengarahkan diri terhadap apa yang dihadapan.
Sebagai contoh: kekuatiran dapat mengubah prioritas hidup. Kita harus melihat strategi Iblis dalam setiap masalah yang berusaha untuk membangkitkan ingatan ataupun melalui sikap orang lain yang mendakwa untuk membuat kita lemah.
Ibrani 12:1a“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita,…”
3. Mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan (Fokus pada tujuan)
Mengarahkan diri berarti memiliki target dalam hidup. Target dalam studi, pekerjaan, pernikahan maupun dalam kerohanian. Kemudian berlari-lari sampai mencapai target tersebut. Jadi harus mengikuti perlombaan. Iblis saja turun dalam geramnya yang dahsyat, tidak bersantai-santai melihat manusia. Jika manusia tidak berjaga-jaga maka Iblis dapat dengan mudah masuk melalui celah yang ada. Contoh untuk komit dalam membaca Alkitab setiap hari itu tidak mudah karna berlawanan dan harus mengalahkan keinginan daging(sibuk/mengantuk). Ini adalah satu pergumulan, jika kita ingin memiliki rohani yang baik maka harus paksakan diri (yang didalamnya ada pikiran kehendak perasaan sendiri) untuk berdoa.
4. Melakukan dengan mata yang tertuju kepada Yesus
Ibrani 12:2“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah”.
Mengiring Tuhan dan melakukan pelayanan fokusnya hanya kepada Tuhan. Ciri-ciri orang yang tidak fokus kepada Tuhan ialah ketika orang lain mengkritik pelayanannya dan kemudian tersinggung lalu marah. Iblis tidak pernah tinggal diam untuk membuat manusia menjadi lemah, ia akan memakai segala macam cara. Tetapi jika kita fokus dengan Tuhan, kitatidakakan terpengaruh dengan apapundansiapapun. Ini berarti kita memiliki rohani yang sehat. Tetapi jika banyak tersinggung, banyak marah berarti rohaninnyasedang sakit.
5. Berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan
Ibrani 12:1b “…dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita”.
Berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan. Tekun berarti sabar dalam menanggung segala sesuatu(rintangan/cobaan/peristiwa) bukan hanya satu hari, satu kali ataupun satu tahun, tetapiseterusnya. Jadi jangan pernah berpikir untuk pensiun dalam melayani Tuhan. Diwajibkan artinya mau tidak mau, siap atau tidak siap sebagai manusia yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat harus mengikuti perlombaan. Inilah perlombaan yang diwajibkan bagi setiap orang percaya. Dikatakan agar jangan ada beban berarti masalah sekecil apapun harus dibereskan. Sehingga tidak memberatkan kita dalam mengikuti perlombaan.
6. Tidak menghiraukan nyawa sedikitpun
Kisah Para Rasul 20:24 “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”
Paulus ketika didalam penjara pun tidak menyia-nyiakan waktunya. Ia selalu menulis surat dan mengirimkannya kepada jemaat-jemaat. Mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi berarti tidak ada alasan untuk tidak melayani/beribadah, semua pasti ada caranya. Paulus katakan “aku tidak menghiraukan nyawaku…”
II Korintus 4:8-9 “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.”
Orang yang memandang kepada Tuhan akan diberi kekuatan karna Ia adalah gembala yang baik. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikkan bagi setiap orang yang mengasihi Dia.
Masa Yang Akan datang (2017)
Menjelang tahun baru, kita mulai mengevaluasi kegagalan-kegagalan di tahun 2016 dan menyusun strategi agar tidak terulang di tahun 2017, memperbaiki dan mengatur agar lebih baik. Berkat Tuhan selalu baru setiap hari tetapi kita harus mengatur dan berjaga-jaga dan mulai mengatur strategi dalam hidup.
Membuat antisipasi dan sikap mawas diri terhadap rintangan yang mungkin terjadi.
1. Yakobus 1:14 “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.”
– Timbul dari dalam orang itu sendiri, daging terangsang, tabiat daging mau muncul kembali
– Atau timbul karena panah berapi (Efesus 6:16) yaitu pikiran dosa yang ditembakkan oleh Setan ke dalam pikiran seseorang pada waktu ia melihat-lihat.
Kita harus mengetahui titik-titik lemah didalam hidup karna setiap pribadi memilikinya, sebagai contoh emosi, keinginan-keinginan, ikatan-ikatan dan kebiasaan. Kita harus menguasainya atau kita yang dikuasai dan dikendalikan olehnya bahkan iblis dapat membuat hal ini semakin parah. Musuh didalam diri kita yaitu keinginan daging. Sangat penting untuk menjaga hati,pikiran dan perasaan kita.
2. I Tesalonika 3:3 “supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu”.
Ada waktu-waktu tertentu dimana kita mengalami masa sukar seperti sakit,menghadapi pergumulan, mengalami kekuranganituadalah pelatihan-pelatihan yang Allah izinkan terjadi untuk kita alami agar menjadikan kita cakap bahkan untuk menanggujng yang lebih besar lagi. Jadi jangan ada orang yang goyah imannya karna kesusahan-kesusahan.
Yesaya 30:15 “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”
Artinya kita perlu memastikan kondisi roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara sempurna menjelang hari Tuhan yang mendekat. (I Tesalonika 5:23)
Jika dalam menghadapi masalah, kita emosi maka kita tidak dapat berdoa. Kita harus memastikan keadaan roh jiwa dan tubuh kita dalam keadaan terpelihara sempurna.
Lukas 21:34-36 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
3. I Timotius 6:9-10 “Tetapimereka yang ingin kaya terjatuhkedalampencobaan, kedalamjeratdankedalamberbagai-bagainafsu yang hampadan yang mencelakakan, yang menenggelamkanmanusiakedalamkeruntuhandankebinasaan. Karenaakarsegalakejahatanialahcintauang.Sebabolehmemburuuanglahbeberapa orang telahmenyimpangdariimandanmenyiksadirinyadenganberbagai-bagaiduka.”
Semua yang dipikirkan hanyalah uang bukan lagi memikirkan bagaimana menyenangkan hati Tuhan bahkan dalam berdoapun yang dipikirkan hanya uang, dalam bekerja yang dikejar hanyauang. Uang memang dibutuhkan tetapi uang bukanlah segala-galanya. Firman Allah berkata carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Ada janji yang Tuhan berikan kepada orang yang berkenan kepada-Nya. Bahkan tanpa diminta pun, Tuhan memberikan jika itu memang dibutuhkan.
Jika semakin banyak uang tetapi semakin kikir itu berarti sudah menjadi hamba uang dan banyak lagi membuat orang menyimpang dari iman. Karena alasan jabatan, uang, sembako relatinggalkan Yesus. Jadi harus berhati-hati jangansampaimenjadi hamba uang.
Jika semakin banyak uang tetapi semakin kikir itu berarti sudah menjadi hamba uang dan banyak lagi membuat orang menyimpang dari iman. Karena alasan jabatan, uang, sembako tinggalkan Yesus. Jadi harus berhati-hati jangan menjadi hamba uang.
4.Lukas 21:34 “Jagalahdirimu, supayahatimujangansaratolehpestaporadankemabukansertakepentingan-kepentinganduniawi…”
Mazmur 1:1 “Berbahagialah orang yang tidakberjalanmenurutnasihat orang fasik, yang tidakberdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidakdudukdalamkumpulanpencemooh,”
I Korintus 15:33 “Janganlahkamusesat: Pergaulan yang burukmerusakkankebiasaan yang baik”.
Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik, jadiharus bijak dalam menjalani waktu karna kita tetap berada dalam posisi menjalani perlombaan. Kitab amsal berkata jika bergaul dengan orang yang bocor mulut maka kita pun akan menjadi bocor mulut, jika kita bergaul dengan orang yang bijak maka kita pun akan menjadi bijak.
Amsal 4:14-15 “Janganlahmenempuhjalan orang fasik, danjanganlahmengikutijalan orang jahat. Jauhilahjalanitu, janganlahmelaluinya, menyimpanglahdaripadanyadanjalanlahterus”.
Mazmur 90:12 “Ajarlah kami menghitunghari-hari kami sedemikian, hingga kami berolehhati yang bijaksana”.
Akan ada godaan dan keuntungan didalamnya, tetapi jika kita tahu itu tidak benar dan tidak sesuai dengan firman, maka jalanlah terus dan jangan tergoda. Seringkali sungkan menjadi alasan akhirnya kita ikut. Miliki prinsip iman. Jika kita benar dihadapan Tuhan maka hati kita damai sejahtera.
Kemudian miliki sikap doa seperti Musa yang berkata “Ajarlah kami menghitung hari-hari sedemikian hingga kami memperoleh hati yang bijaksana.”
BijaksanadalamKamusBahasa Indonesia diartikansebagaimenggunakanakalbudi, tajampikirannya, pandai, berhati-hati, cermat, selaluberhati-hatidalamsetiaplangkahnya.
MengandalkanTuhanlebihlagi
Yeremia 17:7-8 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruhharapannyapada TUHAN! Iaakansepertipohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkanakar-akarnyaketepibatang air, dan yang tidakmengalamidatangnyapanasterik, yang daunnyatetaphijau, yang tidakkuatirdalamtahunkering, dan yang tidakberhentimenghasilkanbuah”.
Wahyu 3:5 “Barangsiapamenang, iaakandikenakanpakaianputih yang demikian; Akutidakakanmenghapusnamanyadarikitabkehidupan, melainkanAkuakanmengakunamanya di hadapanBapa-Ku dan di hadapanparamalaikat-Nya”.
Pdt. Milkha Potuda










Leave a Reply