This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

BERTUMBUH DALAM KASIH KEPADA ALLAH

Kasih kepada Allah adalah hal yang dalam dan besar. Tahukah kita: Kasih itu memiliki kuasa yang besar. Kita tahu bahwa dalam setiap pernikahan kasih antara satu dan lain (suami dan istri) yang membuat pernikahan tetap bertahan. Jika tidak ada kasih dalam rumah tangga, bagaikan 2 orang asing yang tinggal di dalam satu rumah, dan anak-anak pun tidak mendapat tempat disitu. Kadang-kadang ada satu rumah/keluarga dimana segala kebutuhannya ada/tersedia tetapi tidak ada kasih. Seorang istri mungkin bertanya apakah sang suami benar-benar mencintainya sekalipun sang suami mungkin sudah melakukan banyak hal baginya. Allah sudah menunjukkan kasih-Nya kepada kita melalui Anak-Nya yang tunggal. Gereja harus menjadi tempat dimana ada kasih. Hidup kekristenan kita di dunia ini diawali oleh kasih dan dijalani sampai pada akhirnya juga dengan kasih.
Allah telah menaruh kasih-Nya dalam hati kita. Jika seorang suami adalah seorang yang suka memukul istri, lalu ia mengalami kasih Allah maka hidupnya akan diubahkan. Kasih saudara kepada Allah harus bertumbuh. Apakah kasih saudara kepada Allah semakin dalam?

BELAJAR DARI KISAH SALOMO
1 Raja-raja 3:1-5“Lalu Salomo menjadi menantu Firaun, raja Mesir; ia mengambil anak Firaun, dan membawanya ke kota Daud, sampai ia selesai mendirikan istananya dan rumah TUHAN dan tembok sekeliling Yerusalem. Hanya, bangsa itu masih mempersembahkan korban di bukit-bukit pengorbanan, sebab belum ada didirikan rumah untuk nama TUHAN sampai pada waktu itu. Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan. Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu. Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”

Tahukah saudara bahwa sebagai orang tua Anda sedang memberi contoh kepada anak-anak Anda? Saat Anda di dalam gereja/di rumah maka anak-anak Anda akan memperhatikan apa yang Anda lakukan. Jika Anda adalah seorang yang murah hati maka anak Anda juga akan menjadi seorang yang murah hati.
Salomo menunjukkan kasih-Nya kepada Allah dari apa yang ia lihat dari Daud, ayahnya. Sekalipun Salomo juga pernah melakukan kesalahan, sama seperti kita juga masih melakukan kesalahan, namum kita bisa belajar dari kehidupan Salomo. Salomo mengasihi Allah bukan karena mengharapkan berkat. Biasanya orang mengasihi Allah untuk mendapatkan keuntungan. Kasih yang kuat dari ayahnya kepada Allah dilihat oleh Salomo dan Salomo menjadi tahu bagaimana menyenangkan hati Tuhan. Salomo mempersembahkan 1.000 ekor domba jantan kepada Tuhan. Salomo memenuhi udara dengan asap korban bakaran karena kasihnya kepada Allah. Saudara sebagai orang percaya pada satu titik harus bertanya pada diri saudara: “Apakah semua yang saya lakukan ini karena saya mengasihi Tuhan?”
Setelah Salomo mempersembahkan semua korban bakaran itu, ia lelah dan tidur di tempat tidurnya. Saat itu Allah melangkah turun dan pergi menemui Salomo. Allah datang ke rumahnya! Allah bertanya pada Salomo, “Apa yang kau inginkan?” Karena Salomo menyenangkan hati Tuhan. Kita diciptakan untuk menyukakan Dia. Allah menuntut suatu hubungan. Dia menuntut kita untuk mencintai Dia.

Ulangan 6:4-5 “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.”
Bagi orang Israel ini adalah perintah untuk mengasihi Allah. Tetapi bagi kita Tuhan memberi kita hati yang baru dan mencurahkan kasih-Nya pada hati kita sehingga kita bisa mudah mengasihi Allah.
Saat kita jatuh cinta kepada Allah, kita akan selalu ingin menunggu Dia dan merasakan hadirat-Nya. Karena kasih Salomo pada Allah, Tuhan memberikan kepadanya hikmat dan pengertian. Salomo tidak meminta tetapi Allah memberikan kepadanya karena Salomo sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Seringkali kita meminta berteriak kepada Tuhan tetapi Tuhan tahu bahwa kita tidak sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Karena Salomo mengasihi Allah maka Allah memberikannya hikmat dan tidak ada raja yang lebih berhikmat daripadanya.

1 Raja-raja 9:1-5 “Ketika Salomo selesai mendirikan rumah TUHAN dan istana raja dan membuat segala yang diinginkannya, maka TUHAN menampakkan diri kepada Salomo untuk kedua kalinya seperti Ia sudah menampakkan diri kepadanya di Gibeon. Firman TUHAN kepadanya: “Telah Kudengar doa dan permohonanmu yang kausampaikan ke hadapan-Ku; Aku telah menguduskan rumah yang kaudirikan ini untuk membuat nama-Ku tinggal di situ sampai selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa. Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.”

Allah sekali lagi menampakkan diri kepada Salomo. Kadang-kadang kita mungkin berpikir bahwa Allah itu terlalu besar sehingga tidak mungkin Ia mendekat kepada manusia.
Dalam Perjanjian Lama, Allah menampakkan diri kepada orang-orang tertentu dan melalui malaikat. Bagaimana dengan kita di Perjanjian Baru? Tuhan menyatakan diri-Nya dalam hidup kita sehari-hari.

Yohanes 14:15-21 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Kita perlu semakin bertumbuh dan semakin dalam cinta kita kepada Tuhan dengan menaati perintah-Nya. Yesus berkata bahwa dunia tidak akan melihat Dia tetapi kita akan melihat Dia. Allah yang menampakkan diri kepada Salomo rindu menampakkan diri kepada kita.
Orang-orang yang ada dihidup Anda adalah orang-orang yang Anda kasihi. Orang-orang yang tidak Anda kasihi akan menjauhkan dirinya dari Anda. Maka kita tahu bahwa “kasih itu menarik”.
Sebagai orang percaya seharusnya kita mengasihi Tuhan bukan karena ada uang/tidak ada uang, tetapi karena kita tahu bahwa Ia mengasihi kita sebelum kita mengasihi Dia. Ia telah menebus dan menyucikan kita.

Yohanes 14:22-23 “Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”

Di taman Eden Allah datang mengunjungi Adam dan Hawa. Tuhan juga rindu mengunjungi rumahmu, dan juga tempat usahamu.
TUHAN HARUS BERADA DI TEMPAT YANG PERTAMA
Tuhan Yesus pernah berkata, “Jikalau Engkau mengasihi ayahmu atau ibumu, anakmu laki-laki atau anakmu perempuan lebih dari pada-Ku, engkau tidak bisa menjadi pengikut-Ku”. Lebih jauh lagi jika Anda mengasihi suami/istri/usaha/harta atau apapun juga lebih dari pada Tuhan, maka Anda tidak dapat menjadi pengikut-Nya. Tuhan berkata demikian bukan karena Ia ingin memisahkan kita dari semuanya itu melainkan agar kita mengasihi-Nya secara mendalam. Ini adalah hal yang serius.
Apa yang kita kasihi akan menarik seluruh hidup kita dan mempengaruhi keseharian kita. Jika kita mencintai pengetahuan maka kita akan terus belajar atau ke sekolah. Jika kita mencintai urapan, maka kita akan terus berdoa dan berpuasa. Ada banyak orang mencintai sepakbola lebih daripada Tuhan. Ini tidak boleh terjadi. Yesus harus berada di tempat yang pertama.

Kisah cinta Salomo dengan Tuhan adalah kisah cinta yang indah namun akhirnya memilukan.
1 Raja-raja 11:1-5 “Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN. Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,…”

Apa yang Anda cintai menarik perhatian Anda dan mengontrol Anda. Apa yang Anda sukai bisa membebaskan Anda atau justru memenjarakan Anda. Tuhan sudah memperingatkan bangsa Israel agar tidak mencintai perempuan-perempuan asing. Namun hati Salomo telah terpaut dengan mereka dengan cinta. Hati Salomo menjadi terikat dengan istri-istrinya dan allah-allah asing. Anda menjadi budak dari apa yang Anda cintai. Salomo akhirnya menjadi budak dari allah-allah asing. Betapa menyedihkan. Namun kita bisa belajar dari rasul Paulus yang berkata bahwa ia menjadi hamba/budak dari Yesus Kristus karena ia mencintai Tuhan.

1 Raja-raja 11:7-12 “Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka. Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya.”

Apakah Anda mengasihi suami/istri/bisnismu lebih dari pada Allah? Allah ingin menjadi yang pertama dalam hidup Anda. Banyak orang percaya yang setengah kakinya di gereja, setengah kakinya di dunia. Ini memang tidak mudah. Namun ini yang Tuhan inginkan. Berdoalah supaya Anda bisa jatuh cinta dengan Allah. Salomo awalnya jatuh cinta dengan Allah. Ia membangun Bait Allah dengan sangat megahnya. Saat Bait Allah ditahbiskan, kemuliaan Tuhan turun di tengah-tengah mereka. Tetapi ketika ia mulai mengasihi wanita-wanita asing, ia membangun bait untuk berhala-berhala, karena setiap wanita datang dengan berhala-berhalanya masing-masing. Akhirnya hati Salomo berpaling dari Allah kepada berhala dan menjadi budak berhala.
Karena Salomo meninggalkan Tuhan maka Tuhan berkata pada Salomo bahwa Ia akan mengoyakkan kerajaan Salomo pada masa anak-anak Salomo. Apa yang Anda lakukan saat ini akan berdampak terhadap anak-anak Anda, apakah berkat ataukah bencana.

KESIMPULAN DARI KISAH SALOMO
1. Apa yang sangat Anda cintai akan menunjukkan komitmen dan loyalitas Anda.
2. Apapun yang mengikuti/mengontrol orang yang Anda ikuti, akan juga mengontrol hidup Anda. Sama seperti Salomo yang mencintai perempuan-permpuan asing, maka pada akhirnya Salomo menjadi budak dari berhala-berhala wanita-wanita itu. Yosua mengikuti Musa yang memiliki Roh Allah. Elisa mengikuti Elia. 12 murid mengikuti Yesus namun Yudas Iskariot jatuh dan keluar dari kasih kepada Yesus, ia mengkhianati Yesus.
3. Dosa memasuki hidup Anda sebagai hamba, namun pada akhirnya ia akan menjadi tuan dalam hidup Anda. Salomo menganggap remeh akan cintanya pada perempuan-permpuan asing, namun akhirnya ia terjerat.
4. Jangan mengikuti keinginan hatimu karena hatimu bisa menipu engkau. Ikutilah Yesus!
5. Ketika Anda berhenti membangun Bait Allah, ketika Anda berhenti melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah, maka Anda akan melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk iblis. Salomo tidak lagi membangun Bait Allah, akhirnya ia membangun rumah ibadah bagi berhala-berhala, bagi setan-setan. Bisakah saudara bayangkan hal itu? Untuk memberi bagi Allah, mulailah dari hati yang mengasihi Allah.
6. Pengalaman-pengalamanmu dengan Allah tidak menjamin bahwa Anda sungguh-sungguh mengasihi Allah. Dua kali Allah datang menjumpai Salomo. Ini adalah pengalaman rohani kelas tinggi. Namun pada akhirnya kasih Salomo kepada Allah memudar. Anda bisa saja diberkati dengan luar biasa tetapi Anda tidak mengasihi Allah. Ketahuilah ada banyak orang yang ingin diberkati seperti Anda padahal mereka sungguh-sungguh mengasihi Allah. Jikalau Allah sudah memberkati engkau, bertumbuhlah dalam kasih kepada Allah.
7. Pelayananmu pada Allah saat ini, pada akhirnya berdampak kepada anak-anakmu. Investasi Anda pada pekerjaan Allah akan membuka pintu berkat bagi anak-anakmu. Kerajaan Salomo dipecahkan pada masa anak-anaknya. Jika Anda melayani Allah sungguh-sungguh saat ini, maka hidup anak-anak Anda pasti akan diberkati.

Oleh: Rev. Thomas Faith Hayes
(Fountain of Life Mission Church in Accra, Ghana, Africa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *