MENANGKAL TIPU MUSLIHAT IBLIS
GppsPalu – I Yohanes 5:18-19“Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.”
Efesus 6:10-11“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;”
Dari ayat diatas, kita mengetahui bahwa seluruh dunia berada dalam kuasa si jahat. Kita dapat melihat bahwa Iblis bekerja dalam berbagai segi kehidupan manusia. Saat ini banyak orang yang menyukai hal-hal gaib atau berbau mistik. Bahkan iblis juga bergerak dalam hal-hal religius. Gereja Tuhan harus waspada saat Iblis bergerak dalam sisi religius karena hal-hal yang bersifat religius berarti ada pengikutnya.
Iblis tidak pernah memandang apakah seseorang itu terpelajar atau tidak. Iblis dapat menaklukkan profesor yang paling terpelajar sekalipun. Saat seseorang tidak bisa lagi menghadapi segala realita hidup dengan logikanya maka orang tersebut biasanya akan beralih pada hal-hal gaib.
I. PROTEKSI TUHAN
Dari ayat yang telah kita baca, kita juga menemukan bagaimana proteksi Tuhan kepada kita. Proteksi Tuhan itu mengandung jaminan bahwa si jahat (Iblis) tidak bisa menjamah kita. Orang percaya dari denominasi Pantekosta seperti kita biasanya berdoa supaya darah Yesus menutup bungkus seluruh hidup kita. Ini sesungguhnya adalah proteksi dari Tuhan. Namun sebagian orang percaya dari denominasi lain mungkin tidak memahami bahasa teologis ini. Bagaimana mungkin kita “ditutup bungkus” sedangkan kita bukan makanan? Dan bagaimana mungkin kita ditutup bungkus dengan darah yang bersifat cair? Namun kita percaya saat kita berdoa memohon perlindungan Tuhan maka perlindungan Tuhan itu benar-benar terjadi dalam hidup kita.
Kita tentu ingat dengan kisah Ayub. Iblis tidak bisa menyentuh Ayub, keluarga, dan semua harta Ayub selama pagar perlindungan Tuhan mengelilingi Ayub dan segala miliknya. Iblis baru bisa menjamah Ayub setelah Tuhan mengizinkan mencabut pagar perlindungan terhadap Ayub dan semua yang dimilikinya. Beberapa tahun yang lalu seorang “anak tinggal” di rumah kami terkejut karena ia melihat ada banyak orang berjubah putih yang mengelilingi rumah kami. Ia tidak tahu bahwa pasukan malaikat sorga yang melindungi rumah kami adalah hasil dari doa kami kepada Tuhan.
Namun kita harus memahami bahwa: Sekalipun kita berada di dalam perlindungan Tuhan, namun kita tidak boleh sama sekali lengah. Tuhan tidak pernah mengajarkan supaya kita takut kepada iblis, tetapi Tuhan juga tidak pernah mengajarkan supaya kita meremehkan iblis. Dalam Efesus 6:10 Tuhan menghendaki supaya setiap orang percaya yang berada didalam perlindungan Tuhan harus hidup di dalam kekuatan kuasa Allah!
Iblis tahu ia tidak bisa menjamah orang percaya. Karena itu caranya untuk menjamah manusia khusunya orang percaya melalui tipu muslihat. Bisakah saudara bayangkan, dalam Efesus 6:11 kita mengetahui bahwa “hanya” untuk melawan tipu muslihat Iblis, Tuhan memerintahkan kita untuk mengenakan selengkap senjata Allah! Namun seringkali kita yang lalai mengenal tipu muslihat iblis. Untuk itu kita perlu untuk mendeteksi tipu muslihat iblis.
II. MENDETEKSI TIPU MUSLIHAT IBLIS
Dalam peperangan, salah satu bahaya yang mengerikan adalah jebakan yang berupa ranjau. Jika Alkitab berkata bahwa seluruh dunia berada didalam kuasa iblis, berarti di seluruh dunia penuh dengan “ranjau-ranjau tipu muslihat iblis!”
Iblis datang kepada Adam dan Hawa dengan tipu muslihat. Begitupun saat iblis datang kepada Yesus, ia menggunakan tipu muslihat, bahkan tipu muslihat iblis ini sangat terselubung dan sulit terdeteksi. Mengapa? Karena Iblis menggunakan ayat Firman Tuhan. Pencobaan Iblis melalui jalur-jalur religius sulit terdeteksi apalagi hal-hal yang berbau Kristen. Contohnya ada dukun yang menggunakan berbagai macam Kitab Suci untuk mendoakan orang sakit sesuai dengan agama dari pasiennya tersebut. Jika pasiennya seorang Kristen, maka dukun tersebut menggunakan Alkitab. Ini berbahaya!
Kita akan belajar dari peristiwa pencobaan iblis kepada Yesus.
A. Pencobaan pertama: Mengubah batu menjadi roti.
Roti berbicara tentang kebutuhan pokok. Iblis mencobai manusia akhir zaman supaya batu menjadi roti yang berarti mencapai segala sesuatu yang dibutuhkan dengan cara instan. Contohnya dengan cara korupsi.
Kita harus memahami bahwa tidak ada cara instan untuk mencapai kesuksesan, semua kesuksesan harus melalui kerja keras/banting tulang, karena itulah yang Alkitab katakan.
Sebagai karyawan kita harus bekerja dengan baik karena “belanga” kita ada di majikan. Sebagai pemilik usaha kita harus me-manage usaha dengan baik, dikontrol dengan baik karena jika tidak dikontrol dengan baik maka usaha bisa dihancurkan oleh karyawan yang tidak jujur. Karena itu apapun posisi kita dalam pekerjaan, bekerjalah dengan baik karena janji Tuhan adalah kita bukan menjadi ekor tetapi menjadi kepala. Namun untuk menjadi kepala harus dimulai dari ekor lebih dulu.
B. Pencobaan iblis yang kedua: Menjatuhkan diri dari puncak bumbungan Bait Allah.
Saat orang sudah berada di puncak baik secara jasmani maupun rohani, ada reputasi dan punya segala-galanya, umumnya ia sudah tidak berhati-hati dan menyadari bahwa ia bisa saja terjatuh. Ada beberapa hamba-hamba Tuhan yang menjatuhkan dirinya ke bawah karena merasa tetap ada perlindungan Tuhan. Padahal Tuhan Yesus berkata, “Jangan mencobai Tuhan Allahmu”. Tetap rendah hati dan mengandalkan Tuhan, dan semakin berhati-hati saat kita berada di puncak.
C. Pencobaan Iblis yang ketiga: Memperlihatkan segala kemuliaan dunia.
Iblis masuk lewat jalur lahiriah/alamiah yaitu panca indera kita. Kemuliaan dunia yang diperlihatkan iblis berbicara tentang segala keinginan duniawi. Semua itu akan diberikan iblis kepada Yesus dengan syarat harus menyembah dia. Kita harus berhati-hati. Keinginan-keinginan duniawi mulai yang terkecil harus kita waspadai.
Tiga tipu muslihat ini yang paling ampuh menjatuhkan manusia dari dulu kala sampai hari ini. Oleh karena tiga hal mendasar itulah banyak orang percaya yang akhirnya membuka sendiri perlindungan Tuhan atas dirinya. Inilah yang disebut “membuka celah” atau memberi kesempatan/hak sah kepada iblis untuk masuk dalam hidupnya dan menjamah dia.
II Korintus 2:11 (Terjemahan Baru) berkata, “supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa MAKSUDNYA.” Dalam terjemahan lama dikatakan, “…karena kita mengetahui MUSLIHATNYA.”
Jadi dalam menghadapi segala sesuatu, pertama-tama iman kita yang harus aktif mendeteksi tipu muslihat iblis sebelum kita memenuhi apa yang menjadi keinginan kita.
III. MENANGKAL TIPU MUSLIHAT IBLIS
I Petrus 5:8-9 berkata, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan IMAN YANG TEGUH, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”
Secara umum, tidak ada manusia yang menolak cara instan untuk mencapai puncak, dan bahkan menerima kerajaan dunia. Namun semua ini adalah tipu muslihat iblis.
Tuhan mengajarkan cara untuk menangkal tipu muslihat iblis adalah dengan cara melawannya dengan iman kita yang teguh. Iman yang teguh diperoleh dari mendengar Firman dan melakukan Firman/melakukan ketaatan. Tidak cukup hanya mendengarkan Firman, kita harus melakukannya. Kuasa Firman hanya akan kita alami jika Firman itu kita lakukan.
Pdt. DR. R. F. Martino










Leave a Reply