KETIKA KASIH SEMULA MENJADI DINGIN
Matius 24:12 “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Dingin = tawar (TL)
Di akhir zaman, dosa dan kedurhakaan bukan berkurang namun bertambah-tambah. Kita harus mengambil langkah antisipasi supaya tidak termasuk dari yang disebutkan “kebanyakan orang” yang kasihnya menjadi dingin/tawar.
2 Timotius 3:1-5 berkata mengenai keadaan manusia di akhir zaman, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”
Dalam 1 Korintus 13:13 disebutkan ada iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar diantaranya adalah kasih. Kasih adalah dasar dari semuanya. Jika kasih kita bermasalah maka iman dan pengharapan kita terganggu.
I. DEFINISI KASIH YANG SEMULA
Apa arti “kasihmu yang semula?”
– Kasih semula/kasih yang mula-mula, diibaratkan kasih dalam suasana “jatuh cinta”
– Kasih semula adalah kasih yang murni, bukan kasih philia, eros dan storge
– Menggetarkan serta bersifat spontan, jauh dari sikap pura-pura atau rekayasa/dibuat-buat
– Kasih semula tidak pernah mau menyakiti serta rela berkorban tanpa merasa berkorban, memberikan apa saja demi yang dikasihinya
– Kasih yang menggelora, kasih yang menutup segala sesuatu, dan kasih yang hanya tertuju kepada yang dikasihi
– Hati yang berkobar-kobar saat kita baru terima Yesus di hati
– Hati yang begitu bersemangat untuk bersaksi, memberitakan injil, berdoa, baca Firman Allah
– Hati yang penuh cinta kepada Tuhan dan sesama
– Hati yang tulus ikhlas tanpa pamrih untuk Tuhan. Hanya ada kata “Ya” untuk Tuhan
– Hati yang bergairah untuk menyenangkan hati Tuhan.
II. KISAH JEMAAT EFESUS, LAODIKIA, SARDIS
JEMAAT EFESUS
Wahyu 2:2-3 “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.”
1. Jemaat Efesus adalah jemaat yang hebat/bagus. Memiliki 5 jawatan (rasul, nabi, guru, gembala, pemberita Injil), juga kepenatuaan (tim penggembalaan), dan peperangan rohani
Jemaat Efesus dirintis oleh Priskila dan Akwila bersama Paulus. Paulus pun pernah tinggal disana selama 3 tahun dan menasihati jemaat Efesus. Apolos seorang yang fasih mengajar kitab suci juga pernah tinggal dan melayani di Efesus. Timotius juga pernah tinggal disana. Maka jemaat Efesus memiliki pengajaran yang bagus sekali
2. Jemaat yang sangat giat dalam pekerjaan Tuhan, menjadi kesaksian di Asia kecil (Wahyu 2:2)
3. Jemaat yang tekun, mengalami banyak aniaya
4. Tegas dalam menghadapi rasul palsu. Mereka punya kepekaan untuk menguji hal yang benar dan yang palsu/tidak benar.
5. Membenci kejahatan (Wahyu 2:6)
Jadi jika kita sekilas melihat jemaat Efesus ini sungguh luar biasa. Pengajaran dan pelayanan mereka semuanya baik. Namun apa yang Tuhan katakan terhadap mereka?
TANGGAPAN YESUS TERHADAP JEMAAT EFESUS dalam Wahyu 2:4 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Dalam terjemahan sehari-hari: “Kalian sudah terlalu jauh meninggalkan Aku.”
Ternyata kasih mereka yang semula bermasalah, roh mereka tidak lagi bernyala-nyala. Mereka memang memuji Tuhan dengan mulut mereka namun hati mereka jauh dari Tuhan. Firman Tuhan dalam Matius pasal 7 berkata bahwa di hari-hari terakhir Tuhan ada banyak orang melayani Tuhan dengan luar biasa namun Tuhan berkata, “Aku tidak mengenal engkau!”
JEMAAT LAODIKIA
Wahyu 3:17 “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,”
Jemaat Laodikia juga luar biasa sehingga mereka berpikir bahwa mereka kaya dan tidak kekurangan apa-apa namun Tuhan menegur mereka bahwa sesungguhnya mereka melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang.
JEMAAT SARDIS
Wahyu 3:1 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!”
Jemaat Sardis juga sepintas luar biasa. Jemaat ini dikatakan hidup, namun sesungguhnya mati di pandangan Allah. Hal ini sungguh mengerikan karena secara lahiriah jemaat ini masih beribadah namun di hadapan Tuhan mereka telah mati. Peringatan Tuhan kepada jemaat-jemaat tersebut juga ditujukan kepada kita jemaat Tuhan saat ini.
III. APAKAH PENYEBAB HILANGNYA KASIH YANG MULA-MULA?
Penyebabnya adalah:
1. Perselisihan dalam jemaat Efesus
2. Bertambahnya kedurhakaan/dosa (2 Timotius 3:1-5). Ternyata dosa kedurhakaan juga masuk diantara jemaat tersebut
3. Karena disakiti atau dilukai orang. Saat kita sedang berselisih dengan seseorang, hubungan kita dengan Tuhan terganggu. Sakit hati mengganggu kasih kita kepada Tuhan. Apalagi jika orang tersebut berada di gereja yang sama dengan kita. Biasanya menghadapi situasi ini orang akan mengambil keputusan untuk tidak ke gereja. Tanpa disadari iblis telah mengambil keuntungan. Ini tidak boleh terjadi. Perselisihan tersebut harus segera diselesaikan
4. Adanya kekecewaan terhadap realita hidup. Ada ketidakpuasan dalam hidup kita terhadap bentuk fisik, materi/finansial, harapan yang tidak menjadi kenyataan yang semuanya itu dapat menjadi penyebab kasih kita menjadi tawar
5. Kesombongan, seperti yang dialami oleh jemaat di Laodikia (Wahyu 3:17)
6. Terpikat/Mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya. 1 Yohanes 2:15 mengingatkan kita, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.”
Kita memang membutuhkan uang dan bersosialisasi, namun itu bukanlah kebutuhan yang utama. Jangan mencintai dunia. Saat kita mencintai dunia, hal itu akan mempengaruhi diri kita dan mengurangi kadar kasih dan kadar iman kita kepada Tuhan. Hati-hati dengan keinginan diri. Di gereja ini telah diajarakan “Jangan membeli sesuatu yang kita inginkan sebelum membeli apa yang kita butuhkan.” Cara mengantisipasinya adalah carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya akan ditambahkan kepada kita, dan Kolose 3:23 juga berkata apapun yang kita lakukan, lakukan seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
7. Tidak mengasihi sesama. 1 Yohanes 4:20 berkata, “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.”
IV. TANDA-TANDA KASIH YANG DINGIN/TAWAR
1. Minat untuk bersekutu/curhat dengan Tuhan berkurang
2. Selera untuk membaca Firman berkurang. Mungkin juga masih membaca Alkitab namun hanya sekedar membaca, sudah tidak ada gairah untuk menggali Firman lebih dalam
3. Kerinduan untuk ibadah/kegiatan rohani berkurang. Sudah malas beribadah atau mungkin juga beribadah namun hanya sebagai rutinitas
4. Suka mengkritik/semua serba salah. Suka mengkritik orang lain karena berpikir orang lain semuanya salah, sesungguhnya ia merasa dirinya yang paling benar
5. Minat untuk hal-hal duniawi semakin bergairah. Orang ini akan selalu bersemangat kapan bisa melakukan lagi hal-hal duniawi
6. Berkurangnya perhatian kepada orang lain
7. Segala bentuk kegiatan rohani dilakukan secara rutinitas, atau mengikuti suasana hati. Jika “mood”nya baik maka ia ke gereja, jika tidak maka ia tidak beribadah
8. Banyak dalih/alasan untuk hal-hal rohani. Dalih/alasan untuk menolak melakukan hal-hal rohani adalah hal yang berbahaya.
V. NASIHAT BAGI JEMAAT EFESUS, SARDIS, LAODIKIA
Wahyu 2:5 “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.”
Wahyu 3:2 “Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.”
Wahyu 3:19 “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”
Tuhan menghendaki agar mereka kembali kepada kasih yang semula, penyembahan yang benar, dan ketaatan yang benar.
VI. AKIBAT JIKA TIDAK BERTOBAT
JEMAAT EFESUS
Wahyu 2:5 “Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”
JEMAAT LAODIKIA
Wahyu 3:16 “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.”
JEMAAT SARDIS
Wahyu 3:3,5 “Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.”
Sayang sekali gereja di Efesus, Laodikia, dan Sardis kini tinggal puing-puing.
Jangan pernah berhenti mengasihi dan melayani Tuhan. Dalam dunia pekerjaan ada kata “pensiun’ namun dalam Tuhan tidak ada kata “pensiun”. Firman Tuhan dalam Markus 12:30-31 berkata, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
VII. CARA BERTAHAN DALAM KASIH YANG SEMULA
1. Jaga hati dari pengaruh keduniawian
2. Menjalin hubungan yang akrab dengan Tuhan dan sesama.
Perlindungan Tuhan dalam Mazmur 91 hanya terjadi bila kita melekat dengan Tuhan. Injil Yohanes juga berkata bahwa jika kita melekat dengan Tuhan maka hidup kita akan berbuah.
3. Penuhi pikiran dan hati dengan MELAKUKAN SEGALA SESUATU HANYA UNTUK TUHAN.
Pdt. Milkha Potuda










Leave a Reply