This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

BERGERAK DALAM KECEPATAN

GppsPalu – Wahyu 12:12 “Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”
Saat ini merupakan saat dimana terjadi pelipatgandaan kecepatan. Contoh termudah yang bisa kita amati adalah didalam hal Transportasi dan Komunikasi.
1. Transportasi
Dulu untuk menuju ke suatu tempat butuh waktu sekian lama, apalagi jika ke suatu tempat yang agak terpencil, pesawat belum ada dan harus menaiki kapal barang. Kita juga tidak mengetahui jadwal keberangkatan dan kedatangan dengan pasti. Saat ini jarak yang jauh bisa ditempuh dengan lebih cepat dan kita bisa tahu dengan pasti waktu kedatangan kita ke suatu tempat. Tahun 1970 saya bertugas di papua. Dari Surabaya ke Papua bisa menghabiskan waktu lebih 1 minggu. Dari Surabaya dengan kapal barang menuju ke Makassar butuh waktu 3 hari 3 malam. Sampai di Makassar ada bongkar muatan dan isi muatan dan kita tidak mengetahui kapan kapal berangkat. Dari Makassar kapal lalu menuju ke Toli-toli, Bitung, Ternate, lalu ke Sorong. Namun sekarang transportasi sangat lancar. Hanya dalam hitungan jam, dengan pesawat terbang kita bisa tiba di kota yang lokasinya jauh dari kota kita.
2. Komunikasi semakin lancar.
Dulu kita mengenal:
* Radiogram yang biasanya bisa didengar setelah siaran berita. Misalnya ada berita kematian atau yang lainnya. * Telegram untuk mengirim berita tertulis secara cepat (1-3 hari) dibandingkan dengan surat, dimana biaya yang dibayarkan tergantung dari jumlah kata dalam pesan telegram itu.
* Surat. Dimana proses pengiriman surat ke kota lain bisa memakan waktu cukup lama.
Namun sekarang komunikasi sangat mudahnya. Kita bisa menelpon, SMS, bahkan video call sampai ke ujung bumi.

A. ERA DIGITAL
Saat ini dikenal dengan era digital. Berikut ini beberapa contohnya:
1. Dulu kamar hotel menggunakan kunci, sekarang menggunakan kartu
2. Dulu jika seseorang berangkat keluar kota, ia menyimpan uang di bawah sepatu/di kaos kaki, karena umumnya orang saat itu takut menyimpan uang di tas. Namun sekarang seseorang tinggal membawa kartu yaitu kartu ATM dan kartu kredit
3. Sekarang transaksi tidak harus dengan uang tunai, namun bisa juga bertransaksi dengan uang digital. Contoh transfer uang di ATM. Fisik uang tidak ada, tetapi jumlah saldo pengirim berkurang dan kemudian berpindah ke saldo penerima
4. Waktu di negara Singapura seperti Waktu Indonesia Tengah (WITA) yaitu 1 jam lebih cepat dari waktu di Jakarta (Waktu Indonesia Barat/WIB) padahal jika kita perhatikan dari segi geografisnya, letak negara Singapura lebih dekat dengan Jakarta sehingga seharusnya waktunya lebih cocok dengan waktu Jakarta. Namun mengapa waktu negara Singapura lebih cepat? Ini ada kaitannya dengan bisnis. Mereka memulai kegiatan usaha lebih cepat 1 jam
5. Sebuah perusahaan jika sudah masuk dalam suatu sistem maka pimpinan tidak terlalu sulit melakukan kontrol karena dimanapun dia berada dia tinggal melihat segala aktivitas dan laporan usaha dari gadget
6. Banyak gembong narkoba yang sudah dipenjarakan namun dari dalam LAPAS ia masih bisa mengendalikan peredaran narkoba. Bagaimana bisa? Dari gadget/handphone.
7. Dulu jika kita mau memiliki nomor telepon rumah, begitu susah. Namun sekarang mudah sekali. Dulu jika kita mau berbicara dengan seseorang, kita menelpon ke telepon rumah. Jika orang tersebut tidak berada di rumah, maka kita harus menelpon kembali. Namun sekarang bisa dikatakan semua orang sudah punya HP (handphone)/telepon genggam. Kapan saja dan dimana saja kita bisa menghubungi orang yang ingin kita hubungi
8. Dulu banyak orang Kristen yang membawa Alkitab buku, namun kini membawa Alkitab digital di dalam HP/gadget. Begitupun dalam perkuliahan teologia. Dulu saat kuliah mahasiswa membawa Alkitab dan buku-buku yang tebal-tebal, namun sekarang isi Alkitab dan isi buku-buku yang tebal itu telah ada di dalam 1 gadget
9. Dulu orang-orang memasak dengan arang namun sekarang orang sudah bisa memasak dengan kompor digital yang menggunakan timer.

B. BAGAIMANA SIKAP ORANG PERCAYA TERHADAP ERA DIGITAL?
Dalam era digital dibutuhkan bukan hanya kekuatan fisik tetapi juga kemampuan intelektual.
Dalam kitab Daniel 12 disebutkan bahwa di akhir zaman pengetahuan akan bertambah. Dan memang kita melihat bahwa hari-hari ini pengetahuan bertambah luar biasa. Terkadang kita terheran-heran dan terkagum-kagum melihat kemajuan ilmu pengetahuan.
Di Indonesia kita sudah mengenal e-paspor dan e-KTP tetapi belum berfungsi menyeluruh. Jika sudah berfungsi menyeluruh maka seluruh data dari manusia akan tersimpan di dalam sebuah sistem dunia.
Sebagai orang percaya, bagaimana sikap kita terhadap munculnya era digital? Tuhan memberi pesan kepada orang percaya di dalam Wahyu 12:12 dalam kaitannya dengan era digital.
“… celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”
Mengapa iblis turun dalam geramnya yang dahsyat? Karena ia tahu bahwa waktunya sudah singkat. Iblis tahu bahwa ia akan dibinasakan. Alkitab berkata bahwa seluruh dunia dikuasai oleh iblis. Setiap ada pelipatgandaan kecepatan dalam era digital, maka iblis turut ambil bagiam didalamnya/mempergunakannya untuk menjangkau sebanyak mungkin jiwa untuk dibinasakan.
Di Indonesia pergerakan gereja setan masih secara sembunyi-sembunyi. Namun di beberapa negara, gereja setan berani secara terang-terangan melakukan aktivitasnya. Bukan hanya dalam bentuk ritual namun juga dalam “penjangkauan jiwa”. Dulu ritual dengan menggunakan darah hewan namun semakin meningkat menggunakan darah manusia. Dalam “penjangkauan jiwa” mereka juga melakukan berbagai macam trik salah satunya melalui pendekatan secara pribadi.
Iblis bekerja dengan kecepatan tinggi didalam era digital untuk mencapai tujuannya. Maka era digital sesungguhnya adalah era celaka. Kita tidak perlu ekstrim menjadi anti dengan era digital, namun kita harus memahami, menangkap maksudnya, dan mengambil langkah antisipasi.

Langkah antisipasi apa yang bisa kita ambil?
1. Kita harus menyadari bahwa kecepatan iblis bergerak di akhir zaman sangat berbeda dengan kecepatan gereja Tuhan bergerak. Gereja Tuhan bergerak sangat lambat seumpama seperti kura-kura. Sebagai contoh dalam memenangkan jiwa. Visi kita adalah 1+1×1 (1 orang percaya memenangkan minimal 1 petobat baru dalam 1 tahun). Apakah kita sudah melakukan perintah Tuhan ini? Jika kita membandingkan dengan jumlah manusia yang disesatkan dan dibawa menuju kebinasaan oleh iblis, manakah yang lebih banyak? Ini bukti bahwa iblis bergerak sangat cepat sedangkan banyak gereja/umat Tuhan yang bergerak sangat lambat.
Kedatangan Tuhan Yesus kembali menurut Alkitab ada 2 tahap. Tahap pertama datang seperti pencuri yaitu secara diam-diam, tiba-tiba orang percaya yang sungguh-sungguh mengalami pengangkatan, dan tahap kedua yaitu datang disaksikan oleh semua mata. Kedatangan Tuhan sudah didepan mata. Tetapi mengapa gereja Tuhan banyak yang santai?
Iblis tahu waktunya sudah singkat dan ada bentuk/wujud nyata dari apa yang ia mau lakukan. Sebagai orang percaya, kita tahu bahwa waktu kedatangan Tuhan sudah singkat namun apa bentuk nyata yang bisa kita lakukan?

2. Pergunakan waktu yang ada, jangan memberi kesempatan kepada iblis.
Efesus 4:27 “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”
Efesus 5:16 “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”
Dalam permainan rakyat – orang Palu menyebutnya: kelahar – tim yang berjaga harus menghalang-halangi tim lawan untuk jangan masuk menerobos dan melewati penjagaan mereka. Begitupun dalam hidup rohani. Kita tidak boleh membiarkan iblis memperoleh kesempatan atas diri kita.
Ingat, iblis punya kemampuan untuk mencuri kesempatan!
Didalam ruang waktu, 1 hari = 24 jam. Didalam 24 jam itu ada banyak kesempatan didalamnya. Ada kairos didalamnya. Ada hak-hak kita yang sudah Tuhan siapkan untuk kita pakai. Kalau kesempatan itu tidak kita pakai, maka kesempatan itu tidak akan terulang kembali. Jangan sampai iblis ambil kesempatan!
Saat menghadapi ujian sekolah, durasi ujian dipatok oleh waktu. Bila waktunya tinggal sedikit maka kita akan menggunakan waktu sebaik mungkin, dan berpacu untuk bekerja semaksimal mungkin sebelum waktu habis. Begitupun dalam hal pekerjaan dan bagian lain dalam hidup kita yang dipatok oleh waktu, maka kita berpacu sebelum jatuh tempo/jangka waktunya usai.
Lalu bagaimana dengan hidup rohani kita? Sudahkah kita menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya?
Setiap orang yang masih hidup, masih memiliki kesempatan!

3. Mempergunakan Kesempatan
Dalam era digital terjadi pelipatgandaan kecepatan. Siapa cepat, dia dapat. Gereja harus cepat untuk melaksanakan kehendak Allah!
Setelah Tuhan Yesus dicobai iblis dan iblis tidak berhasil saat itu, iblis pun mundur dan mencari waktu yang baik/kesempatan yang tepat. Betapa seriusnya iblis mencari kesempatan!
Kalau iblis saja mencari dan mempergunakan kesempatan, bagaimana dengan kita? Banyak orang yang membaca facebook sampai berjam-jam, tetapi di gadget yang sama terdapat Alkitab namun Alkitab tersebut tidak dibaca.
Kita melihat bahwa iblis pandai sekali memanfaatkan kesempatan.
Matius 26:15-16 “Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.”
Iblis memakai Yudas untuk mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Bagaimana dengan gereja Tuhan? Yang mana kita kategorikan sebagai kesempatan yang baik? Banyak anak Tuhan yang berpikir bahwa kesempatan yang baik itu ada kalau semuanya berjalan baik/mulus/lancar. Padahal Firman Tuhan berkata dalam Lukas 21:12-13 “Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.”
Dari ayat diatas kita mengetahui bahwa kesempatan yang baik itu juga ada didalam situasi yang secara manusia tidak baik. Namun didalam situasi tersebut ada kesempatan!
Dimanakah kesempatan itu berada? Didalam ruang waktu. Maka kita harus pandai-pandai melihat kesempatan. Dalam dunia bisnis, membaca peluang bisnis/menangkap peluang adalah hal yang penting. Jika tidak, maka kesempatan/peluang itu akan lewat. Begitupun secara rohani.
Untuk itu mari kita sadari bahwa kita hidup di era digital yang sesungguhnya adalah era celaka. Sebagai orang percaya kita harus mengantisipasinya menurut tuntunan Tuhan karena jika tidak, maka iblis akan lebih dulu menggarap hidup kita.

Pdt. DR. R. F. Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *