This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

PERJANJIAN BARU YANG DIMATERAIKAN OLEH DARAH KRISTUS

GppsPalu – I Korintus 11:25 “Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” Dalam Perjanjian Lama segala segala sesuatu diatur dalam hukum taurat, semua orang sangat takut melanggar hukum taurat, karena ada sanksi yang diberikan ketika terjadi pelanggaran. Tetapi dalam Alkitab juga menuliskan bahwa tidak seorangpun dibenarkan dihadapan Allah karena melakukan hukum taurat (Roma 3:20). Kemudian kita mengenal dengan apa yang namanya kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus, dimana setiap orang yang bertobat dan mengaku dosanya serta menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat maka ia akan diselamatkan dan kemudian ia menjadi ciptaan baru, disebut sebagai anak-anak perjanjian yang berhak menerima semua janji-janji Allah melalui hak iman. Dalam menjalani kehidupan di dunia, setiap orang percaya yang sudah diselamatkan harus hidup oleh iman (Roma 1:7). Hal ini adalah sesuatu yang sangat mendasar dan sangat penting. Karena hal yang mendasar maka kita harus menaruh perhatian khusus. Mazmur 11:3 “Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?” Contoh: Pada awalnya gedung gereja ini dibangun tanpa slop, untuk menghemat biaya, jadi hanya dibuatkan lempengan. Ternyata hal ini membuat tembok basah karena resapan air dari bawah. Akhirnya diputuskan untuk memasang slop. Bagaimana mungkin sebuah bangunan ynag sudah berdiri harus dipasang slop? Mau tidak mau pemsangan slop harus membongkar bagian bawah gedung. Sepotong demi sepotong dan dengan sangat hati-hati akhirnya pemasangan slop dapat selesai dengan baik. Syukur hal ini bisa diketahui lebih awal, syukur pula mau ditangani, karena memang mau memperbaikinya. Jika tidak diperbaiki maka tembok akan tetap basah. Kondisi seperti inilah yang sering terjadi dalam kenyataan. Ada yang mengetahui keadaan seperti ini tapi tidak mau memperbaiki. Ada yang mau memperbaiki tapi tidak dengan hati-hati, akhirnya roboh lagi. Inilah yang sering terjadi pada gereja akhir zaman. Iblis berusaha menghancurkan dasar-dasar orang percaya, bahkan hamba-hamba Tuhan juga tidak ada yang luput dari sasaran Iblis. Banyak gereja yang tidak mementingkan dasar tapi hanya memperhatikan model luarnya saja. Ini juga jebakan Iblis untuk menggeser dasar. Gereja ingin tampak “wah” dari luar tapi ternyata dasarnya sudah rapuh. Ini bahaya! Ada gereja yang mengajarkan bahwa kita semua sudah dibebaskan dari segala hukuman dosa, jadi meskipun sudah berbuat dosa tetap bisa masuk surga, inilah ajaran yang sedang populer yaitu Hyper Grace. Orang yang menikmati kasih karunia secara hyper. Sejak mengikuti paham ini, para penganutnya tidak lagi hidup dibawah tekanan. Yang pertama, tanpa disadari firman Tuhan mereka jadikan sebuah tekanan hidup. Padahal ini adalah suatu kekeliruan. Melakukan firman Tuhan hanya karena takut Tuhan pukul. Yang kedua, kita akan menjadi tukang hakim ataupun sebaliknya (takut dihakimi). Contohnya: melakukan puasa karena takut dikatakan orang tidak rohani, maka diapun melakukan puasa. Jadi keaktifannya dalam melakukan hal-hal rohani hanya karena takut dihakimi oleh orang lain. Ini jebakan Iblis! Secara vertical: takut Tuhan pukul, secara horisontal: takut dihakimi oleh orang lain. Kita harus pahami bahwa pelayanan sangat bersifat pribadi dengan Tuhan. Kita harus murni melakukan semua kegiatan rohani sebagai karya buat Tuhan, bukan karena motivasi lainnya. Oleh karena itu kita perlu memahami arti PERJANJIAN BARU YANG DIMATERAIKAN OLEH DARAH KRISTUS. Kita diselamatkan oleh iman, sehingga kita harus hidup oleh iman. Banyak orang percaya tidak mengerti apa arti hidup oleh iman. MaSing-masing mengidentikan iman itu sesuai pengertiannya. Ada yang mengatakan hidup oleh iman adalah terjawabnya sebuah doa. Ada yang mengidentikan hidup oleh iman dengan hal-hal yang menghasilkan mujizat. Ada juga mengidentikan iman hanya berhubungan dengan alam roh yang kemudian membuatnya menjadi vertikalis. Hidup oleh iman bukan hanya sekedar urusan akhirat tapi selama kita hidup di dunia ini disitulah kita harus hidup oleh iman. Apa hubungan manusia lahiriah dengan iman? Ada banyak perbedaan yang mendasari manusia lahriah, ini sulit karena disuruh hidup oleh iman menurut pemahaman alkitab. Mengapa? Manusia lahiriah yang dimotori oleh insur jiwani akan melakukan juga tindakan-tindakan itulah iman. Manusia lahiriah hanya dapat membangkitkan kepercayaannya apabila ada media atau pengantara Dalam pemuridan modul 2 mengenai Hidup Berjemaat, sebelumnya dipelajari mengenai kejatuhan gereja yang sangat dalam. Apa yang terjadi pada saat itu? Yesus Kristus tetap menjadi Tuhan, tapi yang mereka lakukan untuk menyembah Yesus harus ada perantaranya. Mengapa? Karena latar belakang mereka adalah penyembah berhala yang tidak mengenal Kristus dan punya tuhan yang lain. Jadi dibuatlah perantara, hanya saja di buat seolah-oleh adalah memang Kristen, maka dibuatlah sebuah patung untuk disembah. Bahkan orang-orang yang dianggap kudus, ketika mereka sudah mati, dibuatlah juga sebuah patung untuk disembah. Inilah manusia lahiriah, semuanya harus membutuhkan perantara. Ini sejarah yang tidak bisa dibantah. Jika kita kembali dalam hidup sehari-hari, manusia cenderung membutuhkan sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan. Contoh kasus: Saya pernah membaptis dan melayani seseorang yang bekerja di bidang militer. Ternyata dia punya suatu “pegangan” yang sebelumnya dia menganggapnya itu adalah hal rohani. Karena dia tidak menganggap itu adalah dosa, ketika saya bertanya apakah dia mempunyai jimat/pegangan dia menjawab “tidak ada”. Selidik punya selidik ternyata dia menyimpan sebuah alkitab kecil seukuran saku yang dia pegang ketika saat menjalankan tugasnya. Alkitab tersbut bukan untuk dibaca tetapi dijadikan jimat. Yang harus dipahami adalah bahwa bicara soal iman bukanlah bicara mengenai hal-hal yang mistik. Bagaimana kita hidup dunia dengan iman? Orang yang memahami iman hanya sekedar yang berhubungan dengan dunia mistik, akan selalu membutuhkan mantra agar mantra itu dapat dibaca. Ini yang perlu kita sadari, bahwa kekristenan tidak membutuhkan perantara bentuk apapun, benda apapun, mantra apapun. Perjanjian Baru yang sudah dimateraikan oleh darah Kristus. Hidup oleh iman adalah firman Tuhan yang dilakaukan dalam kehidupan sehari-hari, tanpa harus menggunakan perantara/benda-benda yang dapat dilihat. Efesus 2:8-10 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Inilah yang dimaksud hidup oleh iman yaitu kita hidup di dalamnya. Efesus 2:11-16 “11Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu — sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, — 12bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. 14Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.” Banyak orang bertanya-tanya dengan ayat 15, mana ada taurat dihapuskan? Jangan lupa bahwa Yesus datang untuk menggenapi hokum taurat. Yesus sudah menyelesaikannya semuanya di atas kayu salib, tinggal kita pakai hak melalui iman di dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebenarnya kita harus menikmati kasih karunia, tidak tertekan dalam melayani. Ayat 16 Yesus adalah media/perantara, diri-Nya dikorbankan, kita tidak perlu media apapun dalam melakukan tindakan iman. Kita harus memahami kebenaran firman Tuhan supaya kita tidak terjebak dengan harus adanya media perantara yang dapat dilihat. Yesuslah yang sudah menjadi perantara yang memperdamaikan Allah dengan manusia. Efesus 2:17-18 “Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.” Dalam Perjanjian Lama tidak boleh sembarang masuk dalam bait Allah, umat Tuhan hanya sampai di halaman saja. Karena itu kita mensyukuri hanya oleh Kristus yang tersalib, tirai bait Allah terbelah, artinya tidak ada yang menghalangi setiap pribadi untuk datang kepada Tuhan. JAdi tidak butuh media apapun. Efesus 2:19 “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.” Ibrani 9:1-26 “1Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia. 2Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus. 3Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. 11Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, — artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — 12dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. 13Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, 14betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. 15Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. 16Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu. 17Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup. 18Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah. 19Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat, 20sambil berkata: “Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu.” 21Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah. 22Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. 23Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu. 24Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. 25Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. 26Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. Kita mensyukuri anugerah Allah dalam Yesus Kristus, kita juga harus memahami apa itu hidup oleh iman yaitu hidup melakukan firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, lakukanlah itu!. Alkitab bukan jimat. Firman Allah yang akan menjadi riil dan hidup untuk menikmati hasilnya. I Petrus 1:18-21 “18Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. Orang percaya menggantikan pengharapannya bukan lagi tertuju kpd Allah, karena secara manusia lahiriah, mereka butuh media dalam bentuk benda. Banyak gereja menjimatkan perjamuan suci , minyak urapan, dan semua yang bisa dijadikan perantara. Hati-hati! Markus 16:17 “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.”

Pdt. R.F. Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *