PERANAN ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN PRIBADI & PELAYANAN (II)
GppsPalu – Efesus 5:18 “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,”
1 Korintus 6:19 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”
Ketika seseorang telah menjadi percaya setelah mengalami kelahiran baru maka secara otomatis pribadi tersebut juga harus menjalani hidup barunya. Tuhan telah menetapkan bagaimana orang percaya harus menjalani kehidupan barunya, yaitu menjalaninya sesuai dengan firman Tuhan, tetapi sebagai manusia lahiriah kita lebih cenderung menjalani kehidupan sehari-hari dalam berbagai realita kehidupan berdasarkan faktor jiwani kita, yaitu menurut kehendak, perasaan dan pikiran kita masing-masing, padahal kita tidak dapat menjalani kehidupan baru dengan penuh ketaatan jika mengandalkan kekuatan diri sendiri. Bentuk ketaatan seperti ini untuk sementara waktu mungkin akan berhasil, tetapi hal ini dapat membuat kita menjadi seseorang yang sombong rohani dan menjadi hakim bagi orang lain. Karena itulah Roh Kudus diutus Tuhan ke dunia untuk menolong kita manusia yang penuh dengan kelemahan, sehingga kita dapat hidup oleh Roh yang akan menolong kita untuk menjalani kehidupan sesuai dengan Firman Tuhan. Hidup oleh Roh adalah ketika Roh kudus menyatu dengan roh kita sehinggga kita tidak lagi menjalani hidup pribadi dan pelayanan berdasarkan unsur-unsur jiwani kita.
Berikut beberapa peristiwa dalam akitab mengenai kebenaran mutlak dari Baptisan Roh Kudus
Kisah Para Rasul 8:5-19
Mengisahkan tentang pelayanan Filipus di Samaria, yang mana kota ini awalnya penuh dengan orang-orang yang kerasukan, orang sakit dan juga ada seseorang yang bernama Simon yang memilki ilmu sihir dan bahkan semua orang di kota itu menjadi pengikutnya, tetapi ketika Filipus mengadakan mukjizat di kota itu maka semua orang di kota itu disembuhkan dari sakit, dilepaskan dari roh jahat bahkan Simon sendiri juga menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis. Tetapi setelah orang-orang di kota itu menjadi percaya, rasul-rasul tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan mereka mengutus Petrus dan Yohanes supaya orang-orang di kota itu beroleh Roh Kudus, karena rasul-rasul memahami betapa pentingnya seseorang dibaptis Roh Kudus setelah lahir baru.
Kisah Para Rasul 11:22-26
Ketika Barnabas dalam pelayanannya di Antiokhia ia menasehati jemaat di Antiokhia untuk tetap setia kepada Tuhan, Barnabas dapat menyampaikan hal tersebut kepada mereka karena Barnabas adalah orang yang penuh dengan Roh Kudus. Barnabas bisa menyampaikan tentang hal kesetiaan kepada jemaat di Antiokhia, karena ia sendiri juga telah mengalami pengalaman bagaimana pergumulan iman untuk tetap setia dengan tuntunan Roh Kudus.
Kita tidak dapat membagikan kepada siapapun tentang pengalaman iman, kalau kita sendiri belum mengalaminya.
Kisah Para Rasul 19:1-6
Jemaat Efesus yang dilayani oleh Paulus pada saat itu adalah jemaat yang sudah menjadi orang percaya tetapi tidak mengetahui keberadaan Roh Kudus, mereka hanya dibaptis dengan baptisan Yohanes, maka ketika Paulus menyampaikan tentang Yesus kepada mereka, mereka kemudian menyerahkan diri untuk dibaptis. Paulus tidak berhenti sampai disitu saja tetapi melanjutkan dengan menumpangkan tangan keatas mereka dan mulailah mereka bernubuat dan dan berkata-kata dalam bahasa Roh.
Peranan Roh Kudus dalam kehidupan pribadi :
Efesus 5:15-18 “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,”
Banyak hal yang bisa terjadi dalam hidup kita jika, kita tidak menjalani kehidupan kita dengan bijak dan cermat, Iblis bisa memakai hal ini untuk menjatuhkan iman kita dan menjadikan kita orang yang bebal, sehingga waktu yang kita miliki akan digunakan untuk hal-hal yang sia-sia, yang pada akhirnya akan membawa kita kepada segala keinginan-keinginan duniawi. Oleh karena itulah Tuhan menghendaki kita senantiasa hidup penuh dengan Roh Kudus agar dapat benar-benar memperhatikan cara hidup kita dan menjalani kehidupan ini dengan arif dan bijaksana.
Peranan Roh Kudus dalam pelayananan :
Roma 12:11 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
Tuhan menghendaki roh kita terus menyala-nyala dan melayani dengan roh dan bukan dengan semangat karena roh berbeda dengan semangat, jika kita melakukan pelayanan hanya dengan bermodalkan semangat, maka hal itu tidak akan bertahan lama karena semangat itu sangat berpengaruh terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di sekitar kita, sedangkan roh yang menyala-nyala itu yang akan membuat kita terus bertahan.
Bagaimana roh kita dapat terus menyala-nyala? (Memelihara diri agar penuh dengan Roh Kudus) :
1. Dimulai dari baptisan Roh kudus
Jika telah mengalami babtisan Roh Kudus bukan hanya pengalaman pertama berbahasa roh yang menjadi hal utama, tetapi yang paling penting adalah penuh dengan Roh Kudus dalam menjalani hidup sehari-hari. Roh kudus hanya bisa berperan dalam hidup kita kalau pribadi kita penuh dengan Roh Kudus.
2. Hidup oleh Roh, memfungsikan Roh Kudus & roh kita untuk kehidupan sehari-hari
Roma 8:5-14 “Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”
Hidup yang berkenan kepada Allah adalah hidup yang melakukan firman, karena itu Roh Kudus diberikan kepada kita bahkan diam di dalam kita. Ketika kita hidup dalam Roh maka kita akan hidup dan akan mematikan perbuatan-perbuatan daging.
Efesus 4:3, 30 “Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.”
Roh kudus yang tinggal dalam kita tidak boleh kita dukakan, tetapi ada kalanya kita gagal dalam menjalani ketaatan kita, karena kita belum menyadari sepenuhnya peranan Roh Kudus dalam kehidupan kita, begitupun dalam pelayanan akan mengakibatkan kita tidak maksimal karena ketidakberdayaan kita menjalani kehidupan ini tanpa Roh Kudus.
2 Timotius 1:13-14 “Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.”
Roh Kudus sendiri yang akan memampukan kita semua untuk tetap tinggal teguh dalam kebenaranNya dan melakukan segala ketaatan kita kepada Tuhan.
Pdt. R.F.Martino










Leave a Reply