This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

MEMENANGKAN PERGUMULAN IMAN OLEH PERTOLONGAN ROH KUDUS

GppsPalu – Yohanes 14:16-18 “16Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 18Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.”

Yohanes 14:26-27 “26tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 27Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Yohanes 16:13-14 “13Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. 14Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.”

Mutlak bagi setiap orang percaya untuk dapat memahami bahwa apapun bentuk realita hidup yang dihadapi, itu harus menjadi pengalaman iman. Kemudian dari pengalaman iman itulah seseorang bisa bertumbuh di dalam imannya. Tidak akan pernah ada pertumbuhan rohani tanpa melewati pengalaman iman. Dari pengalaman iman itulah seseorang itu bertumbuh untuk dapat menjadi dewasa yang kuat.
Namun demikian kita menemukan, bahwa tidak semua orang mengalami kemenangan dalam pergumulan iman. Nah, dimana letak permasalahannya, sehingga ia kalah bahkan terkapar tidak berdaya dalam menghadapi pergumulan itu?
Dalam sebuah buku yang berjudul “Jenderal-Jenderal Allah” berisi tentang kisah-kisah pribadi yang berhasil maupun yang gagal. Diberi sebutan “jenderal” karena pribadi tersebut merupakan tokoh ternama dan terkenal yang punya reputasi pelayanan. Mengapa sebagian berhasil dan sebagian lagi gagal? Buku ini membuka suatu hal yang nyata.
Terkadang kita hanya fokus dengan hal-hal yang spektakuler dengan membuang sifat kemanusiaan yang dimiliki oleh pribadi seorang hamba Tuhan. Kita menganggapnya ia adalah seseorang yang dipakai Tuhan secara luar biasa yang tidak mungkin jatuh dan tidak mungkin melakukan aib. Kita sudah belajar bagaimana Alkitab bercerita jujur mengenai beberapa tokoh Alkitab yang pernah mengalami kegagalan dalam pergumulan imannya sebagai manusia biasa. Demikian yang dialami oleh tokoh-tokoh yang tertulis dalam buku “Jenderal-Jenderal Allah”. Jika hal itu masih terjadi sampai hari ini, ini menunjukkan kebenaran Allah ya dan amin.
Hal ini Tuhan ijinkan terjadi untuk jadi pembelajaran bagi orang yang masih menjalani hidup sebagai orang percaya dan juga manusia lahiriah agar selalu berwaspada. Mungkin kita terkagum-kagum melihat orang yang Tuhan pakai dengan karunia-karunia khusus, hal ini tidak perlu terjadi karena pada akhirnya hal itu akan membuat kita mengidolakan dan menjadikannya “tuhan ke-2” dan ketika kita mengetahui kelemahannya maka kecewalah kita, karena memang ia adalah manusia juga yang tidak akan luput dari kesalahan.
Ada seorang anak Tuhan yang kemudian menjadi hamba Tuhan serta melayani Tuhan dan punya kerinduan yang luar biasa agar Tuhan memamakai dia, seperti beberapa tokoh yang ada di dalam Alkitab. Ketika ia mulai membaca Alkitabnya ia tertarik dengan tokoh Abraham karena Abaham adalah Bapa dari segala orang percaya yang berarti Abraham tidak punya cela. Tetapi ketika diceritakan bahwa Abraham pernah melakukan kesalahan dengan tidur bersama pembantunya dan bahkan Abraham, dalam ketakutannya, pernah tidak mengakui istrinya dan mengatakan bahwa Sara hanya saudaranya, ia mulai mengundurkan diri untuk menjadi sama seperti Abraham.
Dia berpikir lagi untuk mau menjadi seperti Musa, karena Musa adalah pemimpin yang besar yang memimpin Bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan Mesir, membelah lautan sehingga Bangsa Israel bisa menyeberang dan luput dari kejaran pasukan Firaun. Tetapi ternyata Musa karena kesalahannya, pada akhirnya tidak bisa masuk Tanah Perjanjian Kanaan.
Dia berpikir ingin menjadi seperti Simson saja, karena dia adalah manusia terkuat. Tetapi Simsonpun pernah jatuh ke dalam dosa, karena kelemahannya pada si perempuan Delila yang memperdayainya.
Dia berpikir lagi untuk menjadi seperti Daud, karena Daud adalah pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Tapi ternyata Daudpun pernah jatuh dalam dosa perzinahan.
Satu demi satu ia mulai menarik diri untuk menjadi seperti tokoh-tokoh Alkitab tersebut karena ia menjumpai ternyata juga punya kelemahan. Ada saatnya kita tertarik dengan tokoh-tokoh Alkitab tersebut, tetapi yang aneh adalah semakin kita mendekati dan mempelajari kisah hidup mereka, semakin kita menjumpai kelemahan-kelemahannya.
Kalau nama-nama yang disebut tadi adalah tokoh-tokoh Alkitab dan mereka punya kekurangan yang fatal, mengapa masih dijadikan tokoh-tokoh Alkitab. Disinilah kita menemukan kejujuran Alkitab sebagai Firman Allah yang mengakui bahwa orang-orang yang dipakai-Nya adalah juga manusia yang masih ada kekurangan dalam kemanusiaan mereka. Dengan tidak bermaksud menghakimi tapi untuk jadi pembelajaran bagi kita bahwa tidak ada satupun yang steril dari dosa.
Ada seorang Hamba Tuhan perempuan yang ternama, yang pada saat itu masih berusia muda. Tuhan memakainya sangat luar biasa. Begitu rupa urapannya, ketika ia lewat, orang-orang di sekitarnya bisa rebah. Sampai suatu saat dalam satu pergumulan yang dialami secara pribadi. Ia jatuh hati kepada seorang laki-laki yang sudah berstatus sebagai suami orang lain. Kita perlu renungkan dalam kehidupan kita, sebagai orang percaya yang hidup secara riil dalam kehidupan nyata dengan berbagai peristiwa yang kita hadapi, tapi di suatu pihak di alam roh kita tahu ada Iblis yang selalu mengincar kita di segala penjuru. Ini menujukkan bahwa realita kehidupan apapun yang kita hadapi Iblis selalu berusaha melakukan penerobosan. Dan penerobosan yang berhasil Iblis lakukan adalah lewat jalur perasaan yang merupakan unsur jiwani. Dan perasaan ini membawa ia jatuh cinta. Tidak ada satu orangpun yang dapat menasehatinya, karena orang berpikir bahwa ia sendiri adalah seorang hamba Tuhan yang hebat. Tapi ia tidak membiarkan dirinya terkapar tidak berdaya. Ia bangkit dan bertobat dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan dan Tuhanpun memakainya lebih lagi dari pelayanan sebelumnya.
Ada juga seorang hamba Tuhan yang ternama, yang Tuhan pakai dalam segala hal, seorang pengarang buku terkenal, sampai suatu saat ia terlibat dalam dosa homoseks, padahal hamba Tuhan ini mempunyai istri dan anak. Dunia gempar karena karena kasusnya. Ini harus menjadi perenungan kita, ini bukan untuk dijadikan alasan bagi kita untuk mendispensasikan diri, yaitu bahwa sedangkan dia hamba Tuhan besar bisa jatuh dalam dosa apalagi apalagi hanya kita.
Hal ini juga terjadi di negeri kita, ada beberapa hamba Tuhan gugur, mereka bukanlah orang sembarangan, mereka yang sudah melayani tingkat nasioanal. Jangan jadi tukang hakim, karena Tuhan tidak pernah menghendaki kita menjadi tukang hakim. Bukannya kita merestui kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh hamba Tuhan itu, tetapi kita perlu mendoakannya karena kita tidak tahu persis dimana letak penyebabnya dan apa yang menjadi pergumulannya.

PENOLONG
Jangan anggap remeh, apakah kita dapat menangkap apa arti dibalik kata “penolong”? Apakah yang sudah, sedang dan akan terjadi sehingga perlu tampil penolong? Kapan kita membutuhkan penolong? Yang jelas saat kita butuh ditolong. Kenapa kita perlu ditolong karena kita sedang mengalami sesuatu. Kita tidak bisa melakukannya sendiri, makanya kita perlu ditolong.
Pernahkan Anda minta tolong kepada orang untuk suatu hal yang tidak bisa kita hadapi sendiri?
Ketidakmampuan sehingga kita sangat mengharapkan pertolongan orang itulah nilai seorang penolong.
Mengapa Tuhan menyediakan seorang penolong? Memang kita harus mandiri sama seperti seorang yatim piatu. Memacu kita untuk mandiri berfikir, mengambil keputusan, bertindak, tapi kesemuanya itu harus sesuai firman. Ini bukan hal yang gampang. Disinilah kita butuh Penolong. Seperti hal yang telah kita bahas di atas, mengapa beberapa tokoh Alkitab dan hamba-hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa, bisa gagal dalam menjalani pergumulan imannya? Itulah kemanusiaan mereka dan disinilah kita perlu Penolong.
Kita tidak pernah duga kapan peristiwa itu hadir dan apa bentuknya? Setiap orang pasti akan dibawa kepada pengalaman perlu dan sangat perlu ditolong.
Jadi kita perlu menangkap makna dari peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, sejauh mana kita cakap menggunakan manusia rohani kita dalam menghadapi segala situasi dan yang jelas kita perlu ditolong.

Kutak dapat jalan sendiri
Tuhan tolong padaku
Biarlah sinar-Mu menerangiku
S’bab kutak dapat jalan sendiri

Yohanes 14:18 “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.”

Siapakah Roh Penolong yang disebut juga sebagai Roh Penghibur?
Ingatlah jika terjadi kedukaan pasti ada ibadah malam penghiburan, mengapa diperlukan? kapan seseorang perlu dihibur? Duka yang mendalam dan ketika perasaannya diobok-obok oleh iblis, karena Iblis selalu mencari kesempatan. Tepat kata Firman Tuhan:
“Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu…tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Secara manusia lahiriah, yang didalamnya ada unsur jiwani, kita sangat membutuhkan ketenangan jiwa. Damai sejahtera dan sukacita ada di dunia, tapi tidak seperti damai sejahtera yang Yesus berikan. Damai sejahtera dari dunia tidak akan mempan bagi orang yang sedang gelisah dan gentar hidupnya dari berbagai tekanan hidup yang ia hadapi, ia tidak mampu mengatasinya karena terlau berat. Tidak mempan memperbaki keberadaan seseorang tapi malah menghancurkannya. Ketika Roh Penolong itu masuk dalam kehidupannya dan bekerja di dalamn dirinya, menyertai kita, disitulah ada luapan damai sejahtera, sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Kita tidak lagi merasa hampa. Betapa bodohnya ketika kita menghindar dari itu, dan berkata bahwa baptisan Roh Kudus itu tidak penting.

I Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Mintalah Roh Kudus, yaitu Roh Penolong dan Penghibur hadir dalam kehidupan kita, memenuhkehidupan kita senantiasa, sehingga kita dimampukan untuk memenangkan pergumulan iman.

Pdt. R.F. Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *