BERTUMBUH DIDALAM KEMANDIRIAN
GppsPalu – Filipi 2:12 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”
Efesus 6:10 “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”
Tanpa bermaksud menghakimi, kita akan mempelajari bagaimana kerohanian dari para murid. Saat Yesus disalib, semua murid-murid-Nya meninggalkan Dia. Kemudiaan saat Yesus bangkit dan para perempuan mengabarkan berita kebangkitan Yesus, murid-murid tidak percaya dan menganggap berita tersebut hanya “cakap angin” (omong kosong). Bahkan Tomas berkata dia tidak akan percaya sebelum melihat bekas paku pada tangan Yesus, mencucukkan jarinya pada bekas paku itu dan pada lambung Yesus.
Dapatkah kita membayangkan bagaimana kerohanian para murid berada dalam kondisi yang memprihatinkan? Mereka sudah melihat bagaimana Yesus mengusir setan-setan, menyembuhkan orang-orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati! Bukan hanya mereka lihat tetapi mereka juga mengalaminya. Bagaimana mereka mengalami angin ribut diredakan oleh Yesus, melayani bersama Yesus, dsbnya. Mereka sudah melihat, mendengar, mengalami Yesus secara riil dimana Yesus melakukan perbuatan-perbuatan yang mengagumkan. Namun mengapa semua yang mereka alami bersama Yesus tidak berdampak apa-apa bagi pertumbuhan rohani mereka?
Sekalipun mereka sudah mendengar berita kebangkitan Yesus, berita itu tidak menarik bagi mereka dan mereka tidak menangkap berita itu. Mereka semua justru kembali kepada pekerjaan mereka yang semula. Padahal sebelumnya mereka sudah mengorbankan banyak hal untuk mengikuti Yesus. Mereka telah meninggalkan semua pekerjaan untuk menjadi rasul Kristus. Namun mengapa begitu mudahnya mereka berbalik dari panggilan?
Ilustrasi ini mungkin dapat membantu kita: Kita yang saat ini sedang bersekolah atau dulu pernah bersekolah tentu ingat bagaimana suasana kelas saat ada guru dengan suasana kelas saat guru tidak ada. Saat ada guru di dalam kelas, semua murid menjadi anak manis dan suasana kelas menjadi sangat tenang. Sebaliknya saat guru tidak ada, suasana kelas menjadi ribut. Betapa berbedanya para murid saat Yesus ada bersama-sama mereka dan disaat Yesus tidak bersama-sama mereka.
Dua ayat diatas yang telah kita baca mengajar kita agar rohani kita bertumbuh didalam kemandirian, tidak ikut-ikutan. Karena keselamatan itu tidak ikut-ikutan tetapi tanggung jawab masing-masing. Contoh didalam keluarga, umumnya ada yang istrinya lebih rohani, ada yang suaminya lebih rohani, ada yang anaknya lebih rohani. Ini tidak boleh terjadi karena setiap orang harus bertumbuh dalam kemandirian. Tidak benar jika seorang suami berkata,”Saya bisa begini karena doa istri” berarti sebagai suami dia tidak berdoa padahal suami adalah imam dalam keluarga!
Memang ada orang-orang tertentu yang bisa memberi dampak positif bagi kerohanian kita. Tetapi Tuhan tidak berurusan dengan orang lain tetapi dengan diri kita. Sebaliknya mungkin ada orang-orang tertentu yang membuat kita menjadi lemah secara rohani. Tetapi sekali lagi Tuhan tidak berurusan dengan orang lain namun berurusan dengan diri kita.
Bisakah kita membayangkan bagaimana perhatian Tuhan terhadap diri kita?
Efesus 4:11-12 “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus”
Ini luar biasa! Tuhan sampai memberikan 5 jawatan supaya memperlengkapi SETIAP ORANG PERCAYA! Diperlengkapi sampai bagaimana?
Efesus 4:13 “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”
Dikatakan “sampai kita semua” berarti Tuhan menghendaki supaya setiap orang percaya (tidak ada yang terkecuali) mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah. Ada pengetahuan yang benar berarti ada pengetahuan yang tidak benar tentang Anak Allah:
*Ada gereja yang mengajarkan “Only Jesus” / “Jesus Only”, jadi tidak mempercayai Roh Kudus atau apapun selain Yesus.
*Ada juga gereja yang tidak mempercayai ketuhanan Yesus. Mereka hanya percaya JEHOVA.
*Ada lagi pengajaran Kristen yang mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan adalah Tuhan. Inilah pengajaran dari “CHRISTIAN SCIENCE” yang memiliki banyak pengikut yang umumnya adalah para cendekiawan Kristen.
Tuhan menghendaki juga supaya kita mencapai “Kedewasaan Penuh” dan mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus! Pemikiran orang dewasa berbeda dengan anak-anak. Orang dewasa mempertimbangkan baik-baik sedangkan anak-anak/remaja puber tidak demikian. Orang dewasa rohani tidak perlu diawasi, orang dewasa rohani dapat menjaga kepercayaan.
Efesus 4:14-15 “sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”
Angin-angin pengajaran boleh datang tetapi orang dewasa rohani tidak akan diombang-ambingkan melainkan bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus yang adalah Kepala, inilah KRISTOSENTRIS. Orang percaya yang hidup berpusat pada Kristus tidak akan tergoda untuk mencuri kemuliaan Tuhan. Tetapi orang yang tidak berpusat kepada Kristus mudah sekali tergoda untuk mencuri kemuliaan Tuhan.
Efesus 4:16 “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.”
Inilah yang Tuhan inginkan, masing-masing orang percaya bertumbuh di dalam kemandirian.
1 Petrus 2:2 “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan”
Orang yang baru bertobat (bayi rohani) harus diberi air susu yang murni yaitu diajar akan dasar-dasar kekristenan: apa itu bertobat, apa itu lahir baru, dsbnya. Sayangnya banyak gereja yang bukan mengajarkan dasar-dasar kekristenan melainkan mengajarkan tafsiran-tafsiran misalnya tentang “angka 7 adalah angka kesempurnaan”, “ular adalah simbol iblis” padahal Tuhan juga mengajarkan agar kita cerdik seperti ular, maka orang percaya yang baru bertobat ini menjadi bingung karena belum waktunya menerima pengajaran tafsiran.
2 Petrus 3:18 “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”
Orang yang dewasa tidak ikut-ikutan. Anak-anak rohani ikut-ikutan. Contoh hanya mau ke gereja jika ada yang menemani ke gereja. Jika tidak ada yang menemani ke gereja maka ia tidak ke gereja. Ini anak-anak rohani.
1 Korintus 3:13 “sekali kelak pekerjaan MASING-MASING ORANG akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.”
Inilah bukti bahwa kerohanian, pertumbuhan rohani, keselamatan itu masing-masing.
Saat seseorang telah dilayani untuk menerima Yesus, biasanya pembimbingnya akan bertanya,”Yesus ada dimana?” Jawabannya, “Yesus ada di hatiku”. Jawaban ini bukan jawaban konyol tetapi pernyataan iman. Dan hidup secara riil di dunia ini adalah dengan cara HIDUP OLEH IMAN.
Roma 1:17 “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.””
Ada sebagian gereja tidak mau menanamkan kepada jemaatnya hidup oleh iman. Tetapi ada sebagian lagi gereja menanamkan perihal hidup oleh iman secara ekstrim kepada jemaatnya yaitu iman hanya sebatas mujizat dan hal-hal supranatural. Kita percaya mujizat tetapi iman bukan hanya sebatas mujizat. Banyak orang yang mau mujizat tetapi tidak siap mengalami masalah yang membutuhkan mujizat karena mujizat baru hadir saat ada masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh kemampuan manusia.
Jika iman hanya sebatas mujizat, berarti untuk hidup oleh iman maka kita membutuhkan banyak orang buta, banyak orang lumpuh, banyak orang sakit, dsbnya. Kita harus memahami hal ini supaya tidak ekstrim.
Bagaimana kita bisa mulai hidup oleh iman?
Roma 10:17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Alkitab adalah Firman Tuhan, isi hati Tuhan. Karena itu bacalah Firman Tuhan! Bagaimana kita bisa melakukan kehendak Tuhan jika kita tidak mengetahui isi hati Tuhan? Saat kita mendengar/membaca Firman Tuhan, kita mengetahui apa yang Tuhan kehendaki, itulah yang kita lakukan!
Jika kita malas membaca Alkitab, kita tidak mungkin bisa hidup oleh iman. Saat membaca Alkitab mungkin ada hal-hal yang tidak kita pahami. Tetapi teruslah membaca. Jangan dulu mempersoalkan hal-hal yang tidak kita pahami. Simpan dulu dan catat hal-hal yang tidak kita pahami, suatu saat bisa kita tanyakan kepada gembala sel. Semua yang kita baca tidak sia-sia karena akan tersimpan di dalam memori kita. Roh Kudus sebagai Roh Penolong akan mengingatkan kita akan Firman Tuhan yang pernah kita baca/dengar. Jika tidak ada Firman yang tersimpan dalam memori kita, apa yang akan diingatkan oleh Roh Kudus?
Kita harus memahami bagaimana cara kerja Roh Kudus menolong kita. Ada suatu angin pengajaran yang berkata bahwa saat seseorang dibaptis Roh Kudus maka orang tersebut otomatis steril dari dosa, ini tidak benar! Roh Kudus tidak merasuk kita! Roh Kudus menolong kita dengan cara mengingatkan Firman Tuhan.
Roh Kudus juga menolong kita supaya roh kita mampu untuk menaklukkan kedagingan kita, karena roh kita penurut tetapi daging kita lemah.
Yohanes 14:16-17 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
Yohanes 14:26 “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Yohanes 16:13 “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
Jadi apapun keadaan kita teruslah bertumbuh di dalam Tuhan, di dalam kemandirian.
Pdt. DR. R. F. Martino










Leave a Reply