This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

MENGALAMI KARYA KEBANGKITAN KRISTUS

GppsPalu – Markus 16:17-18 “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Kolose 2:13-15 “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.”

Hari ini di seluruh dunia, gereja Tuhan memperingati Hari Kebangkitan Kristus (Paskah). Oleh penebusan Kristus status kita berubah dari “orang berdosa” menjadi “orang percaya”, surat hutang dosa kita telah dihapuskan.
Ada banyak berita bohong yang disampaikan oleh tokoh-tokoh agama pada zaman Yesus untuk membentuk suatu opini bahwa Yesus tidak bangkit. Tetapi kebenaran tentang kebangkitan Kristus tidak dapat disangkal karena memang Yesus telah bangkit. Ia sudah mengalahkan maut dan mengalahkan iblis. Itulah karya kebangkitan Kristus.
Tetapi jika hal Kebangkitan Kristus ini hanya sebatas pengetahuan dan kita tidak menikmatinya saat kita hidup di dunia, maka kita seperti menyembah Yesus yang mati (tidak bangkit). Yesus bangkit dari kematian supaya kita bisa menjalani hidup sehari-hari dengan mengalami karya kebangkitan Kristus!
Saat Yesus disalibkan, yang nampak di alam nyata, seolah-olah iblis telah menang karena ia telah berhasil membujuk Yudas Iskariot untuk menjual Yesus dan berhasil membujuk orang-orang pada saat itu untuk menyalibkan Yesus. Saat salah seorang yang disalibkan di sebelah Yesus menantang Yesus untuk menyelamatkan diri-Nya dan menyelamatkan mereka dari salib, ternyata Yesus tidak melakukannya. Di mata manusia kematian Yesus di kayu salib adalah lambang kekalahan. Namun kita mengetahui bahwa setelah itu Yesus diturunkan dari salib, dikuburkan, dan bangkit.
Karya kematian dan kebangkitan Kristus telah memberikan jaminan bagi kita bukan hanya untuk masuk surga (soal akhirat) tetapi juga untuk hidup di dunia. Saat kita mati kita pasti akan masuk surga. Tetapi saat ini kita belum mati, kita masih hidup di dunia.

Apa yang harus kita lakukan selama di dunia?
Filipi 2:12 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu TETAPLAH KERJAKAN KESELAMATANMU dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”

Keselamatan yang diberikan oleh Tuhan secara cuma-cuma – melalui penebusan Kristus – kepada kita harus kita jaga, kita pelihara, kita kerjakan, dengan cara melakukan Firman Tuhan (ketaatan). Namun kita harus menyadari bahwa iblis pun tidak tinggal diam untuk membawa kita kembali hidup didalam dosa.
1 Petrus 5:8-9 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”

Kita masih hidup di dunia dan menghadapi berbagai realita hidup dalam rumah tangga, pekerjaan, studi, dll. Tetapi sesungguhnya lebih dari realita hidup biasa, kita menghadapi tantangan iman! Melalui realita hidup, iblis berusaha menjatuhkan iman orang percaya.
Tuhan tidak pernah mengajarkan kita untuk takut kepada iblis, namun Tuhan juga tidak pernah mengajarkan kita untuk meremehkan iblis. Tuhan memerintahkan kita untuk sadar dan berjaga-jaga!
Alkitab berkata bahwa iblis berjalan keliling untuk mencari mangsa! Siapa mangsa iblis? Orang yang imannya tidak siap dan tidak berjaga-jaga.
Firman Tuhan memerintahkan kita untuk melawan iblis yang terus mencoba menjatuhkan kita – bukan lari! Kita melawan iblis bukan dengan pikiran manusia tetapi dengan IMAN, bukan hanya iman yang biasa tetapi IMAN YANG TEGUH! Jadi jika iman kita tidak teguh, kita bisa menjadi mangsa iblis/gugur.
Yakobus 4:7 “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!”
Dalam Markus 16:17-18 kita mengetahui bahwa kuasa kebangkitan Kristus diberikan kepada semua orang percaya, bukan hanya kepada para pendeta. Salah satu tanda-tanda tersebut adalah kuasa/otoritas iman untuk mengusir setan-setan. Jadi kita harus belajar masuk di dalam peperangan rohani. Efesus pasal 6 mengajarkan kita bahwa lawan kita bukanlah darah dan daging tetapi kuasa kegelapan. Semua yang terjadi di alam jasmani dipengaruhi oleh alam roh. Karena itu latih diri kita untuk berperang dalam alam roh.
Contoh:
*Saat suami istri bertengkar, kita bisa berdoa supaya roh amarah yang mengikat pasangan kita diikat dalam nama Tuhan Yesus.
* Saat kita mau menagih utang, umumnya kita langsung menagih kepada orang yang bersangkutan. Kita lupa berdoa untuk mengikat roh dusta pada orang itu dan menggantikan roh takut akan Tuhan kepada orang itu.
Berdoalah di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS. Mungkin kita hanya berdoa “di dalam nama Yesus” saja, kalau begitu doa kita di dalam nama Yesus yang mana? Karena banyak juga orang yang bernama Yesus. Atau kita sudah berdoa panjang lebar tetapi lupa ditutup dengan kalimat “Dalam nama Tuhan Yesus Kristus”.
1 Yohanes 5:4 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”
Iblis sebenarnya tidak punya hak lagi atas diri kita. Tuhan Yesus telah mengalahkannya iblis. Namun seringkali kita yang memberi iblis peluang untuk menjamah kita melalui jalur alamiah yaitu pikiran, perasaan, kehendak kita yang langsung merespon terhadap realita hidup yang datang kepada kita.
Dengan cara inilah kita mengerjakan keselamatan kita yaitu hidup di dalam iman, di dalam ketaatan kepada Allah.

Pdt. DR. R. F. Martino