MILIKILAH HIKMAT DAN PENGERTIAN
Banyak orang berpendapat bahwa emas adalah sesuatu yang berharga, tetapi tahukah kita bahwa di dalam hidup ini ada yang jauh lebih berharga daripada emas dan permata yaitu hikmat dan pengertian. Kita sangat membutuhkan hikmat Tuhan karena tanpa hikmat Tuhan, kita tidak akan mampu menjalani hari-hari ini.
Tanpa terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2018. Bagi kita yang tinggal di Palu dan sekitarnya, kita sangat mengalami suka dan duka dalam peristiwa besar yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Tetapi kita bersyukur kita masih punya sumber pengharapan, sumber dari segalanya yaitu Yesus Kristus sehingga kita bisa melaluinya. Melalui peristiwa 28 September lalu, sesungguhnya kita diberi kesempatan hidup untuk yang kedua kali dan bagi orang yang berhikmat ia akan menghargai kesempatan yang Tuhan berikan.
Dalam segala aspek kehidupan, kita membutuhkan hikmat. Dalam berumah tangga kita butuh hikmat, untuk menghadapi suami atau pun istri, kita membutuhkan hikmat. Jika tidak ada hikmat maka rumah tangga akan mudah cerai. Orang tua membutuhkan hikmat dalam menghadapi anak-anak, contohnya orang tua dapat memberikan pemahaman yang benar kepada anak yang “kritis” atau anak yang memiliki banyak pertanyaan. Dengan demikian sebagai orang tua kita sangat membutuhkan hikmat agar dapat mengkomunikasikan segala sesuatu sehingga anak dapat memahami. Dalam dunia pekerjaan dan dunia bisnis pun kita membutuhkan hikmat.
Amsal 4:5 Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.
Kata “perolehlah” adalah kata perintah. Artinya kita diperintahkan sampai kita mendapatkannya. Kita harus bertindak secara aktif, ada usaha dari kita sendiri untuk mendapatkan hikmat tersebut. Dalam arti kata jika belum mendapatkannya sampai saat ini usahakan lah sampai engkau mendapatkannya. Salomo berkata demikian karena ada sesuatu yang luar biasa dari kata hikmat dan pengertian ini. Salomo sangat menekankan hal ini dan juga adalah kerinduan hatinya untuk disampaikan kepada setiap orang yang membaca dan mendengar hal ini.
Amsal 3:13 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, 14karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. 15Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.
Amsal 8:11 Karena hikmat lebih berharga daripada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.
Itu sebabnya pada saat Tuhan bertanya kepada Salomo perihal apa yang Salomo kehendaki untuk Tuhan berikan kepadanya, maka respon dari pada Salomo di dalam 1 raja-raja 3, Salomo tidak meminta umur panjang, juga tidak mengharapkan takhta dan kejayaan/popularitas/reputasi yang luar biasa, ia tidak meminta kekayaan dan umur panjang tetapi ia berkata “berikanlah kepadaku HIKMAT dan PENGERTIAN”.
APA ITU HIKMAT?
Alkitab mencatat sebelum dan sesudah Salomo tidak ada seorangpun yang memiliki hikmat yang sama seperti Salomo. Tidak seorang pun manusia di muka bumi ini yang hikmatnya menyamai seperti Salomo. Salomo meminta hal yang terpenting, yang paling berharga dan paling bernilai dalam kehidupannya yaitu hikmat dan pengertian. Itu sebabnya ratu Syeba datang kepada Raja Salomo untuk membuktikan bahwa apa yang ia dengar tentang hikmat raja Salomo adalah benar. Ratu Syeba pun mengakui bahwa Raja Salomo memiliki hikmat yang luar biasa.
Hikmat bukanlah pengetahuan. Hikmat tidak sekedar kepintaran atau kepandaian. Orang yang pandai belum tentu ia berhikmat tetapi orang yang berhikmat sudah tentu dia pandai. Hikmat adalah takut akan Tuhan. Jika dalam 364 hari yang sudah kita lalui, kita berjalan dengan takut akan Tuhan sesungguhnya kita adalah orang yang berhikmat.
Jika pengetahuan diibaratkan sebuah kapal maka hikmat adalah kompasnya. Hikmat merupakan arah dan tujuan yang membuat kita dapat sampai pada tujuan yang tepat dengan cara yang tepat.
APA KATA ALKITAB TENTANG HIKMAT?
Ayub 28:28 tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.
Hikmat adalah takut Tuhan. Menjauhi kejahatan adalah akal budi. Dengan hidup takut akan Tuhan dalam keseharian kita, sesungguhnya kita orang yang berhikmat.
APA ITU TAKUT AKAN TUHAN?
Tuhan bukanlah algojo dimana jika kita salah kita akan dicambuk, jika kita tidak mengembalikan perpuluhan, kita akan dicambuk. Dengan kata lain, kita ke gereja karena takut Tuhan cambuk. Jadi takut akan Tuhan bukan rasa ngeri tetapi yang dimaksud takut akan Tuhan adalah:
– Hidup menghormati Tuhan
– Sikap hati merendahkan hati/tunduk kepada Tuhan
TAKUT AKAN TUHAN = MENGHORMATI TUHAN
Berbicara tentang sikap hormat, saya teringat belasan tahun yang lalu ada seorang ibu dari Jemaat kita bercerita suatu saat dia menjumpai anaknya yang masih SD pulang sekolah dengan baju yang kotor belepotan. Ibu ini bertanya kepada anaknya apakah ia berkelahi dengan temannya di sekolah. Si anak pun menjelaskan bahwa dirinya tersinggung karena temannya mengatai bahwa Yesusnya gondrong. Anak ini tidak terima jika Yesusnya diejek, sehingga ia berkelahi dengan temannya tersebut.
Kita seringkali marah kalau Tuhan Yesus diremehkan atau tidak dihormati, tapi tanpa kita sadari seringkali kita juga tidak menghormati Tuhan kita. Banyak anak-anak Tuhan menganggap datang terlambat ibadah adalah hal yang biasa-biasa. Bagi dia, terlambat itu tidak apa-apa, kan masih puji-pujian. Tetapi seringkali dalam hal bisnis kita justru takut untuk datang terlambat. Karena hal ini berhubungan dengan uang/keuntungan. Hal ini membuktikan seringkali kita sebagai orang percaya tidak menghormati Tuhan. Kita lebih menghormati manusia daripada Tuhan. Hal ini seharusnya KONSISTEN bukan hanya saat-saat tertentu tetapi SETIAP SAAT dalam hidup kita.
BAGAIMANA MEMPEROLEH HIKMAT?
Untuk menghormati satu pribadi, maka kita perlu mengenal pribadi itu. Mengenal dan mengetahui adalah dua hal berbeda. Contohnya banyak dari kita mengetahui Jokowi yaitu presiden kita saat ini tetapi kita hanya sebatas mengetahui tanpa mengenal mereka. Kita hanya tahu orang tersebut tetapi kita tidak mengenal.
Selama menjadi orang percaya apakah kita tahu atau mengenal tentang Yesus? Sangat disayangkan jika di dalam kekristenan, kita hanya sekedar tahu bahwa Yesus mati dikayu salib tetapi kita tidak mengenal Pribadinya.
RESPECT atau RESPON?
Semakin kita mengenal pribadi seseorang maka yang akan terjadi adalah 2 kemungkinan yaitu RESPECT atau RESPON. RESPECT/rasa hormat akan terjadi bila kita menemukan, melihat pribadi tersebut memang patut dihormati bukan hanya sekedar kita responi (jabatan, status, otoritas, dll)
1 Timotius 4:12 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Ketika masih sekolah, saya adalah seorang pribadi yang suka bertanya dan saya akan merasa rugi jika sudah duduk berjam-jam tetapi saya tidak mengerti apa yang sudah diajarkan. Pada saat saya sekolah alkitab, saya mempunyai seorang guru yang sangat pintar, dia lulusan S3. Ketika di kelas, ia mempersilahkan bagi siswa yang ingin bertanya . Saat itu saya berfikir bahwa saya akan selesai sekolah Alkitab, jangan sampai setelah saya menjadi hamba Tuhan ada orang yang bertanya kepada saya kemudian saya tidak dapat menjawab atau saya menjawabnya tetapi salah. Akhirnya saya menanyakan sesuatu hal pada guru tersebut tetapi kemudian karena saya merasa belum jelas lalu saya bertanya lagi dan dijawab tetapi karena masih belum jelas, saya bertanya lagi. Guru tersebut kemudian meng-gebrak mejanya dan bertanya balik kepada saya tentang maksud dari pertanyaan saya. Guru tersebut mengira bahwa saya sedang menguji dia. Setelah melihat kejadian itu, respek saya kemudian berkurang. Tetapi tiga hari berikutnya, saya tidak tahu apa yang terjadi sehingga guru tersebut berubah dan ia menjadi baik sekali terhadap saya bahkan sampai saya selesai pendidikan. Jadilah teladan maka orang akan melihat dan respect terhadap kita, orang akan menghormati kita.
Saya begitu terharu karena saya masih bisa merayakan Natal tahun ini. Hidup ini adalah kesempatan dan saya menghargai waktu yang Tuhan berikan kepada saya. Ketika menyaksikan sendiri orang yang saya kasihi meninggal, saya melihat bahwa waktu hidupnya sudah selesai, hal ini membuat saya semakin mau lebih lagi untuk Tuhan dan menghargai waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan. Suatu anugerah Tuhan jika kita masih diberikan kesempatan setelah bencana 28 September. Hati saya sebagai hamba Tuhan sangat sedih saat menyaksikan jemaat yang dikasihi oleh Tuhan masih banyak yang mengabaikan kesempatan itu. Bagi orang yang tidak mengalami peristiwa di Palu mungkin mereka masih bisa mempermainkan waktu tetapi kita yang sudah diberi kesempatan hidup ke dua kali, kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu. Oleh sebab itu kita membutuhkan hikmat. Karena tanpa hikmat dan pengertian, kita tidak akan pernah sampai kepada tujuan yang tepat.
BAGAIMANA CARA MENGENAL-NYA?
Cara kita mengenal pribadi Allah yaitu melalui firmannya. Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Dengan membaca Firman dan merenungkannya, kita semakin intim dengan pribadi-Nya. Alkitab yang kita baca memang tulisan-tulisan yang ditulis manusia tetapi Firman itu akan jadi rhema dalam hidup kita Karena itu adalah isi hati Allah sendiri. Kita kita tidak akan pernah bisa hidup tanpa Firman. Peristiwa 28 September membawa kita kepada suatu kenyataan bahwa segala sesuatunya adalah fana.
Orang yang hidupnya takut akan Tuhan adalah orang yang berhikmat, karena dalam kesehariannya kehendak Tuhanlah yang ia lakukan. Hikmat tidak perlu kita cari kemana pun juga dengan gelar setinggi apapun. Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita. Jangan pernah lupa untuk bersekutu dengan Firman karena Firman adalah pribadi Allah sendiri. Setelah kita mengenal pribadi Allah kita akan merespon dan kita akan tahu kehendak Allah. Dalam menjalani kekristenan, kita tidak melakukannya dengan terpaksa tetapi kita akan konsisten karena kita sudah mengenal pribadi Allah sehingga takut akan Allah ada dalam diri kita. Siapapun kita, apapun jabatan, status dan peranan hidup kita di manapun berada, hiduplah takut akan Tuhan.
Tidak ada seorangpun yang sudah melakukan Firman dengan sempurna tetapi Tuhan menghendaki agar kita terus melakukan kehendak-Nya yaitu melalui firman-Nya. Orang yang hidup takut akan Tuhan adalah orang yang dalam kesehariannya hanya melakukan kehendak Tuhan dan bukan kehendak sendiri.
Orang yang hidupnya takut akan Tuhan = orang yang berhikmat
– Tidak akan disesatkan dan menjadi sesat
– Mempergunakan waktu yang ada
– Selalu dapat menyelesaikan segala bentukpergumulan hidup dengan hasil yang luar biasa melampaui segala akal manusia.
Firman Tuhan yang memampukan kita tetap terus melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan. Tidak ada sikap merendahkan hati dan merendahkan diri tanpa Hikmat Tuhan. Terus dapatkan hikmat yang dari Tuhan dan jangan pernah lepaskan karena itu yang akan menghantarkan kepada tujuan akhir yaitu berjumpa dengan pribadi Allah. Kita tidak tahu batas umur kita atau kapan akhir waktu kita. Oleh karena itu pergunakanlah waktu yang ada.
1 Petrus 4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Mari kita pergunakan sisa waktu yang ada yang paling berharga dalam menjalani hidup ini untuk kita bisa mencapai kepada tujuan berjumpa dengan Dia. Hiduplah takut akan Tuhan maka hikmat dan pengertian akan menjadi milik kita. Amin
By : Pdt. Lea Novitasari









