This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

MENGANTISIPASI HIDUP MAPAN

Ulangan 8:1-181 “Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.4Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini.5 Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.6 Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia.7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya;9 suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apa pun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga.10 Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu.11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya,13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak,14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras,16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Kata “mapan” dalam KBBI adalah stabil, permanen, lebih baik dari keadaan semula. Perlunya kita memahami hidup mapan secara kebenaran firman. Ketika pemahaman kita keliru pasti sikap dan tindakan kita keliru. Setiap orang memiliki kerinduan untuk hidup mapan/sukses. Tidak seorang pun manusia menginginkan hidupnya gagal. Seringkali mapan/hidup sukses dijadikan tujuan hidup. Mapan atau sukses bukanlah tujuan hidup tetapi ini adalah suatu proses yang dilalui. Tuhan sudah menetapkan bahwa kita adalah orang-orang yang diberkati, Tuhan membuat segala yang dikerjakannya berhasil, Tuhan sudah menetapkan bahwa anak-anak Tuhan bukanlah ekor tapi kepala. Tetapi ada bagiannya kita bekerja dan ada bagiannya Tuhan memberkati apa yang kita kerjakan. Bekerja adalah salah satu proses yang Tuhan buat agar kita berhasil. Ada saatnya berdoa ada saatnya bekerja.
Kemapanan adalah bagian dari rancangan Allah dan kekristenan bukan untuk merubah nasib dari susah menjadi senang, miskin jadi kaya dan di akhirat beroleh selamat. Kekristenan bukanlah sekedar filosofi hidup tetapi adalah suatu kebenaran tentang apa yang harus kita kerjakan setelah menjadi orang percaya dan bagaimana kita hidup di dunia setelah urusan akhirat beres. Perlunya kita memahami tentang kemapanan menurut kebenaran firman Tuhan. Ada banyak hal yang terjadi dalam kehidupan orang percaya yang sesungguhnya sesuai dengan keadaan apa yang dialami oleh bangsa Israel ketika baru saja keluar dari Mesir.

Umat Tuhan pada zaman Musa sudah diingatkan mengapa mereka mengalami masa-masa sulit?
Ulangan 8:2 “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kau lakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
Tuhan maha tahu apa yang ada dalam hati manusia tetapi Tuhan mau manusia membuktikan apa yang ada dalam hati manusia karena iman dapat dibuktikan ketika manusia sedang menghadapi suatu realita atau peristiwa hidup. Hal ini akan membuktikan apakah manusia tetap berpegang pada perintah Tuhan ataukah tidak. Di dalam kamar doa kita tidak tahu seberapa kuat iman kita. Tetapi keluar dari kamar doa, kualitas iman seseorang akan teruji. Oleh karena itu kita tidak dapat menilai kualitas iman seseorang berdasarkan seringnya ia berdoa, berpuasa, melayani, karena penilaian Tuhan adalah dalam kehidupan sehari-hari, apakah segala kebenaran firman yang sudah didengar ini dapat dilakukan dalam kehidupan nyata.
Bangsa Israel saat itu tidak dapat membuktikan iman mereka kepada Tuhan sehingga Tuhan memproses bangsa ini selama empat puluh tahun untuk merendahkan hati mereka. Kecongkakkan, keangkuhan dan kesombongan adalah musuh Tuhan dan Tuhan sangat membenci hal itu.

Ulangan 8:3“Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan.”
Setelah melihat kehidupan manusia secara umum termasuk kehidupan orang percaya yang sering menjadikan kemapanan menjadi tujuan hidup karena sudah menjadi filosofi umum dunia, maka yang terjadi adalah ketika ia sudah tiba pada kemapanan itu, ia tidak memiliki suatu antisipasi.
Isi dari Ulangan 8 adalah pesan yang Tuhan berikan kepada manusia mengenai antisipasi hidup mapan karena Tuhan bicara sebelum Bangsa Israel masuk ke negeri yang dijanjikan oleh Tuhan.
Cara orang percaya ingin mencapai kemapanan tidak berbeda dengan orang dunia hanya saja ditambah dengan hal-hal rohani untuk mempercepat agar tujuannya untuk hidup mapan tercapai. Hal ini tanpa disadari menjadikan filosofi kemapanan sebagai tujuan hidup.

Yesaya 55:8,9 “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”

Ulangan 28 menjelaskan bahwa anak Tuhan akan terus naik dan bukan turun, menjadi kepala dan bukan ekor. Ketika Tuhan sudah menempatkan seseorang pada posisi kepala, seharusnya orang tersebut dapat mengatur segala tugasnya karena ia adalah seorang pemilik.
Kemapanan tidak perlu dipersoalkan karena sudah menjadi rancangan dan ketetapan Allah bahwa setiap orang percaya dari semula ditetapkan untuk hidup mapan sehingga hal ini tidak perlu menjadi tujuan hidup hanya saja manusia perlu menjalani prosesnya.

Abraham
Abraham yang dipanggil Tuhan keluar dari negerinya Ur-Kasdim menuju ke negeri yang akan Tuhan tunjukkan kepadanya hanya dapat membawa apa saja yang ia dapat bawa. Tuhan sudah mengikat janji kepadanya sebelum ia keluar dan tinggalkan Ur-Kasdim, sebelum ia disebut sebagai bapa orang percaya. “Aku akan memberkati engkau, Aku akan membuat namamu termashyur.” Alkitab menuliskan bahwa Abraham menjadi kaya, makin kaya dan sangat kaya karena Tuhan sudah merancangkan hal itu. Bahkan keturunannya pun mengalami hal yang sama dengan Abraham yakni Ishak menjadi seorang yang kaya. Hal ini menunjukkan bahwa kemapanan adalah sutu rancangan Allah untuk kehidupan orang percaya.
Kemapanan jangan dijadikan tujuan tetapi jalani saja hidup sesuai dengan firman karena itu adalah proses. Yang membuat janji Allah lama baru digenapi dalam hidup adalah karena karakter manusia itu sendiri. Tuhan harus memproses bangsa Israel selama empat puluh tahun hanya untuk membuat mereka rendah hati sebelum memasuki tanah perjanjian.

Daud
Daud sebelum menjadi raja adalah seorang gembala domba. Dipilih Allah pada waktu-Nya. Sekalipun mengalami kesulitan karena Saul mengejar-ngejar Daud untuk dibunuh. Daud menjadi orang yang gagah perkasa dalam menghadapi Goliat dan berhasil mengalahkannya. Selama Daud bersama-sama dengan Saul, perempuan-perempuan pada masa itu memuji Daud dengan mengatakan Saul mengalahkan beribu-ribu sedangkan Daud berlaksa-laksa. Daud selalu keluar berperang dan berhasil. Ia menjadi Raja yang gagah perkasa dan mapan, ia memiliki segala-galanya. Tetapi inilah bahaya kemapanan. Suatu saat ia tidak keluar berperang dan hanya tinggal di istananya. Ia berjalan-jalan di atas sotoh istana dan melihat seorang perempuan sedang mandi. Kemudian Daud jatuh dalam dosa pada saat Ia sudah mapan.
Dosa lain yang ia lakukan adalah memerintahkan panglimanya untuk menghitung jumlah pasukan bangsa Israel. Tuhan marah dan harus menjatuhkan hukuman baginya. Karena segala apa yang Daud peroleh bukanlah karena kekuatan pasukan tetapi karena penyertaan Tuhan. Secara manusia, menghitung jumlah pasukkan bukanlah hal yang salah. Tetapi yang salah adalah motivasinya.

Salomo
Salomo adalah pewaris Daud. Tidak ada orang di dunia yang lebih berhikmat daripada Salomo karena itulah karunia yang Tuhan berikan baginya. Salomo mepunyai istri dan gundik yang sangat banyak. Perempuan-perempuan dari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah dan yang mempengaruhi Salomo untuk menyembah kepada allah-allah mereka. Ini pun terjadi pada saat Salomo hidup mapan.

Dari kisah tokoh-tokoh alkitab di atas, kita dapat mengerti bahwa perlunya berhati-hati dan menjaga hidup ketika kita sudah menjadi mapan. Kemapanan harus dapat diantisipasi karena dapat menjadi awal kejatuhan manusia. Hal ini sudah banyak terjadi baik dalam cerita di alkitab mau pun kehidupan sekarang.
Ketika kita menjadikan kemapanan menjadi tujuan hidup kemudian bekerja sedemikian rupa untuk mencapainya dan berhasil, kita akan mengakui bahwa “inilah hasil usahaku sendiri bukan karena campur tangan Tuhan”. Filosofi dunia mengatakan siapa bekerja keras pasti berhasil. Orang percaya seringkali memiliki iman yang konyol bahwa Tuhan pasti memberkati kehidupannya jadi tidak perlu bekerja keras. Jadi baik orang dunia maupun orang percaya harus bekerja keras. Bedanya ialah setelah mencapai apa yang diinginkan. Orang percaya akan memiliki sikap dan tindakan yang berbeda dari orang dunia terhadap apa yang sudah ia capai. Bagian Tuhan sudah menetapkan kemapanan tinggal bagaimana manusia menjalaninya.

Ulangan 8:17,1817Maka janganlah kau katakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. 18Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
Oleh karena kerja keras dan berhasil, lalu menimbulkan kecongkakkan. Tuhanlah yang memberimu kekuatan untuk memperoleh kekayaan. Tuhanlah yang memberikan kesehatan, kekuatan fisik, kecakapan sehingga kita dapat mengerjakan banyak hal, tetapi ketika fisik kita mulai melemah, produktifitas kita pun berkurang. Ketika fikiran kita sudah tidak mampu mengelola banyak hal maka kita pun sudah tidak dapat menjadi manusia yang kreatif termasuk menjadi pelupa. Dengan mengingat kepada Allah akan membuat kita selalu mengucap syukur dan mengandalkan Tuhan. Benar kita bekerja tetapi kita mengandalkan Tuhan sehingga Ia menambah hikmat akal budi, menambah kekuatan dan membawa kita masuk untuk menyelesaikan segala sesuatu sampai kepada apa yang Tuhan telah janjikan.
Jangan kecewa jika apa yang Saudara harapkan sampai hari ini belum terwujud karena ingat saja bahwa untuk membuat bangsa Israel rendah hati butuh waktu empat puluh tahun. Koreksi dan benahi diri jika masih ada karakter keras hati/congkak sehingga harus menunggu waktu lebih lama agar janji Allah digenapi dalam kehidupan saudara.