This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Mengantisipasi Ujian Iman (2)

I Korintus 10:11-13 11Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. 12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Filipi 2:5-8 5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Sebagian besar pemberitaan firman pada umumnya hanya menyampaikan bagaimana hidup lebih baik, hidup makmur dan berkelimpahan, bebas dari masalah, dll, sehingga umat Tuhan tidak siap menerima apa yang namanya ujian iman. Ini berdampak pada pemahaman bahwa kekristenan hanyalah perubahan nasib dunia akhirat (ketika mati tidak masuk neraka).
Ini yang menyebabkan mengapa banyak orang percaya tidak siap dan tidak dapat mengantisipasi ketika ujian iman hadir dalam hidupnya. Tidak mengharapkan adanya ujian iman bahkan berusaha berdoa dan berpuasa supaya ujian iman dijauhkan dari hidupnya .
Kita yakin apa yang kita baca dalam Alkitab bahwa setiap orang percaya mutlak menghadapi apa yang namanya ujian iman. Dalam perjalanan sebagai orang percaya sudah ditetapkan untuk menjalani hidup baru dengan iman. Ada banyak orang yang lahir baru tapi tidak menjalani hidup barunya. Memang semuanya harus diawali dengan lahir baru tapi jika tidak dijalani dengan hidup baru maka tidak akan membawa dampak apa-apa. Contohnya sudah lahir baru tapi masih berbuat dosa.
Bagaimana kita membuktikan bahwa kehidupan kita sudah lahir baru dan menjalani hidup baru itu? Salah satu cara mendeteksi adalah: apakah masih ada kepercayaan lama dalam kekristenan kita? Contohnya ketika ada kedukaan dan mengadakan peringatan 3 malam, 7 malam, 40 malam, dst. Banyak orang yang mengaku sudah lahir baru tapi masih melakukan hal tersebut. Ini adalah kekristenan yang tidak membawa dampak apa-apa bagi orang lain. Sudah lahir baru tapi masih hidup dengan cara lama hanya ditambah hari Minggu beribadah di gereja dan melayani Tuhan.
Bayangkan saja sepasang suami istri yang baru menikah dan akan menjalani kehidupan rumah tangga yang baru, tapi masih hidup dengan cara pada waktu mereka berdua belum menikah (single), hidup hanya untuk diri sendiri tanpa memikirkan pasangannya, bisa dipastikan rumah tangga ini pasti akan bermasalah. Begitupun dengan kita, kita tidak bisa menjalani kehidupan baru kita dengan cara yang lama.

Tuhan menetapkan setiap orang percaya untuk hidup oleh iman makanya ada yang namanya ujian iman. Saat kita berhadapan dengan ujian iman kita sedang berhadapan dengan kedaualatan Allah. Tidak ada siapapun atau apapun yang dapat merubahnya. Oleh sebab itu kita perlu mempunyai pemahaman yang benar mengenai ujian iman, supaya kita punya sikap dan tindakan yang benar. Karena jika punya pemahaman yang keliru tentang ujian iman ini maka sikap dan tindakan yang kita ambil pasti akan keliru juga.

Ketika seorang percaya menghadapi ujian iman, ia mengambil tindakan untuk berdoa. Dia berdoa agar ujian iman itu dihindarkan dari dia. Tapi tidak ada perubahan, maka iapun kecewa.

Setiap orang percaya harus mempunyai pemahaman yang benar yaitu bahwa setiap orang percaya pasti akan diuji.

Maksud dan tujuan ujian iman
I Perus 1:7 1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Tujuan ujian iman adalah untuk memurnikan iman kita. Ini berarti iman kita belum murni, makanya harus diuji.

Ketika kita hidup tidak melakukan firman maka yang kita lakukan adalah dosa, sebaliknya jika kita hidup melakukan firman berarti kita hidup oleh iman dan tidak berbuat dosa. Ketika kita melakukan firman tidak ada terobosan yang dilakukan oleh pencemar apapun bentuknya, karena kita terproteksi oleh firman Tuhan dan dengan sendirinya kita disebut pelaku-pelaku firman. Jika kita memahami hal ini maka kita akan dapat mengantisipasi bentuk-bentuk ujian iman. Setiap saat kita harus mengantisipasinya karena ujian iman bisa hadir dalam segala bentuk.

I Korintus 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi ujian iman?
Jangan pernah mempunyai sikap bahwa Tuhan tidak pernah melakukan ujian iman. Kita harus bisa memahami antara kedaulatan Allah dan anugerah kasih karunia.
Pada umumnya setiap orang hanya mau mengalami kasih karunia Tuhan saja tapi tidak mau mendalami kedaulatan Tuhan. Sehingga banyak yang menjadi kecewa ketika diperhadapkan dengan ujian iman yang merupakan bagian dari kedaulatan Tuhan. Mengapa? Karena ia tidak menduga bahwa Tuhan menginjikan semua itu terjadi.

I Petrus 4:12-14 12Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 13Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 14Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Ayat diatas sepertinya tidak manusiawi dan tidak masuk akal karena tidak masuk di logika manusia. Tapi ini bisa diterima tatkala kita sudah memahaminya. Manusia lahiriah tidak dapat melakukan hal ini, hanya iman percaya yang dapat melakukan hal ini. Kapan kita bisa menikmati bahagia di tengah badai? Hanya iman dan karya Roh Kudus yang dapat lakukan ini. Roh Kudus sebagai penolong akan membantu kita menjalani semuanya itu, supaya yang tidak bisa dilakukan oleh hukum logika bisa dilakukan oleh iman.

I Petrus 4:15-16 15Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. 16Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. 17Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?

Tuhan menginginkan kita memiliki tindakan yang benar dalam setiap ujian iman yang kita hadapi.
Doa dan puasa adalah tindakan yang benar, tapi doa dan puasa tidak akan dapat membuat kita lolos dari ujian tapi bisa membuat kita lulus dari ujian. Kebanyakan orang akan berpikir bahwa ketika saya mengambil langkah rohani pastilah Tuhan akan campur tangan, ini yang dikatakan tindakan rohani sudah benar tapi dilakukan dari pemahaman dan sikap yang keliru. Dan ketika Tuhan tidak menjawab sesuai keinginannya, maka iapun kecewa.
Ujian tidak dapat dihindari oleh siapapun. Contohnya tidak akan ada orang tua yang melarang anaknya mengikuti ujian kenaikan kelas. Apa jadinya kalau orang tua melarang anaknya mengikuti ujian kenaikan kelas?
Kita tidak bisa menghindari setiap ujian. Terkadang kita juga berdoa kepada Tuhan agar ujian/persoalan diangkat dari kehidupan kita. Tapi ingatlah! Bahwa Tuhan tidak pernah berurusan dengan persoalan kita, tapi Tuhan berurusan dengan pribadi kita yang mempunyai persoalan. Tuhan menginginkan kita yang dipulihkan agar bisa tetap menjalani ujian iman itu.

Apa yang dapat kita lakukan agar cakap menanggung setiap ujian iman
II Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Lakukan apapun yang firman yang Tuhan katakan. Pada saat kita melakukan firman maka akan ada pergumulan antara manusia daging kita dengan manusia rohani kita. Manusia rohani harus dapat menaklukan keinginan daging.
Ada jaminan ketika kita melakukan firman, yaitu bahwa Roh Kudus akan mengambil alih dengan memberikan kekuatan kepada kita untuk menanggungnya. Jika kita tetap menuruti keinginan daging, maka Roh Kudus tidak akan melakukan apa-apa.

Inilah yang harus dilatih setiap hari untuk menguji ketaatan kita. Ketaatan tergantung penyerahan diri kita. Penyerahan diri adalah langkah membawa kita pada ketaatan dan ketaatan adalah kuncu lulus dari ujian iman. Jadi bersyukurlah untuk setiap ujian iman yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita sehingga kita tidak menyangkal iman kita.

By. : Pdt. RF. Martino