PESAN PERTOBATAN BAGI GEREJA TUHAN
Kita telah belajar selama 10 hari berturut-turut tentang Roh Kudus. Galatia pasal 5 berkata bahwa hiduplah oleh Roh, dipimpin oleh Roh.
Tuhan memberi pesan kepada saya untuk disampaikan kepada jemaat yaitu pesan untuk BERTOBAT! Perintah Tuhan untuk bertobat seringkali kita pahami hanya ditujukan kepada orang yang belum percaya padaYesus. Padahal perintah untuk bertobat juga adalah perintah Tuhan kepada gereja-Nya! Kita akan belajar dari Wahyu pasal 2 dan 3 yang merupakan pesan Tuhan bagi gereja-Nya untuk bertobat. Pesan pertobatan di kitab Wahyu ini berkaitan erat dengan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.
I. Gereja Efesus
Gereja ini dulunya merupakan “gereja bintang lima” – kerohaniannya, pelayanannya, semuanya bagus. 30 tahun pertama gereja Efesus adalah gereja nomor satu dalam jemaat mula-mula di Asia Kecil.
Wahyu 2:2-3 “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.”
Tuhan berkata bahwa gereja ini telah berjerih payah dalam Tuhan dan tidak mengenal lelah, berarti gereja ini adalah gereja yang melayani dengan segenap tenaganya. Di pemandangan manusia gereja ini sungguh luar biasa. Namun apa yang ada di pemandangan Tuhan seringkali berbeda dengan apa yang di pemandangan manusia.
Bagaimana dengan kondisi kita? Di hadapan manusia dan pemandangan kita sendiri, mungkin kita baik-baik saja karena kita sudah rajin beribadah bahkan sudah sangat aktif dalam pelayanan. Tetapi keaktifan ibadah dan pelayanan tidak menjamin bahwa kita berkenan di hadapan Tuhan. Tolak ukurnya adalah pemandangan Tuhan, bukan pemandangan manusia.
Wahyu 2:4-5 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”
Ternyata Tuhan mencela mereka (bahasa aslinya: menghardik/menegur dengan sangat keras) bukan karena mereka malas beribadah dan melayani, bukan karena mereka berzinah dan melakukan dosa yang lain, namun karena mereka meninggalkan kasih mula-mula! Tuhan berkata, “Betapa dalamnya engkau telah jatuh!” Berarti meninggalkan dosa mula-mula adalah dosa yang serius di hadapan Tuhan. Tuhan memberi solusinya yaitu kembali kepada kasih semula, kembali melakukan apa yang semula kita lakukan. Saat pertama kali menerima Yesus (cinta mula-mula) kita bisa baca Alkitab dan doa berjam-jam. Bagaimana dengan sekarang? Orang yang makin aktif pelayanan umumnya meninggalkan kasih mula-mula, karena begitu aktif pelayanan dan kelelahan sehingga tidak bisa membaca Alkitab lagi. Kasih dan ketaatan itu berkaitan erat. Jika kasih mula-mula kepada Tuhan sudah luntur, pasti ketaatan kita setengah-setengah bahkan bisa jadi sudah tidak taat lagi. Sebenarnya ada beberapa situasi kondisi yang bisa mengubah kasih mula-mula:
1. Pekerjaan
Saat belum bekerja kita mungkin bisa doa berjam-jam. Namun saat sudah memiliki jabatan dalam pekerjaan maka kita sudah tidak bisa lagi setia berdoa.
2. Hidup berumah tangga
Saat masih single masih bisa baca Firman berjam-jam tetapi saat sudah berumah tangga kita sudah tidak lagi setia membaca Firman. Saat tanggung jawab semakin banyak, kita harus mengatur waktu dengan baik. Manfaatkan juga kecanggihan teknologi untuk memutar Alkitab Bersuara sehingga kita tetap selalu terhubung dengan Firman. Apa akibatnya jika tidak bertobat? Kaki dian akan diangkat. Kita bisa saja aktif melayani: berkhotbah, Worship Leader, dll, tetapi jika kaki dian sudah diangkat maka tidak ada urapan dalam pelayanan kita, orang-orang tidak akan terjamah melalui pelayanan kita. Jangan anggap remeh kehilangan kasih mula-mula. Kelihatannya sepele sudah tidak bersaat teduh. Namun itu adalah dosa yang serius dan kejatuhan yang dalam! Kembalilah melakukan apa yang dulunya kita lakukan sewaktu masih didalam kasih mula-mula.
II. Gereja Pergamus
Wahyu 2:13-16 “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.”
Jemaat Pergamus mengalami banyak penganiayaan namun mereka mempertahankan iman. Mereka adalah jemaat yang memiliki ketangguhan iman. Namun mereka mendapat teguran. Apa teguran Tuhan bagi mereka? 1. Karena beberapa dari mereka menganut ajaran Bileam.
Bileam adalah nabi Tuhan tetapi ia mata duitan. Saat ini banyak Hamba Tuhan yang pasang tarif pelayanan, yang tidak mau pelayanan ke gang-gang sempit. Ada juga anak-anak Tuhan yang mata duitan, yang suka korupsi dan mencuri. Orang-orang ini harus bertobat!
2. Menganut ajaran sesat Nikolaus
Kita harus berhati-hati dalam hal penyesatan rohani seperti teologi “hyper grace”, teologi kemakmuran, saksi yehova. Namun kita juga harus berhati-hati terhadap penysatan lain seperti ada orang yang mengajak kita untuk lebih memilih hiburan/jalan-jalan daripada beribadah. Jika kita mengajak orang yang dekat dengan Tuhan untuk menjauh dari Tuhan, maka kita adalah penyesat! Bertobatlah karena jika tidak bertobat maka kita akan berhadapan dengan Tuhan sendiri!
III. Gereja Tiatira
Wahyu 2:19-20 “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.”
Jemaat ini pekerjaannya lebih banyak daripada yang pertama. Ini luar biasa. Namun Tuhan menghardik (menegur dengan keras) karena ada perzinahan di dalam jemaat mereka.
1. Perzinahan jasmani
Apa saja yang bisa dikategorikan sebagai perzinahan jasmani?
a. Pornografi
Jika ada jemaat bahkan pelayan Tuhan yang suka menonton pornografi. Bertobat!
b. Perzinahan
Jika ada di dalam gereja anak-anak muda yang belum menikah tetapi melakukan praktek seks bebas. Bertobat! c. Perzinahan sesama jenis (homoseks)
Saya pernah mendengar bahwa di suatu gereja di suatu kota ada worship leader-nya yang homoseks tetapi tetap diizinkan pelayanan oleh gembalanya. Ini tanggung jawab gembalanya di hadapan Tuhan.
d. Perselingkuhan
Jika di dalam gereja ada orang-orang yang sudah menikah namun berselingkuh, bertobat! Perselingkuhan biasanya dimulai dari media sosial (medsos). Bercumbu-cumbu di media sosial, ini sudah merupakan bentuk perzinahan! Jika anda melayani tetapi terus menyimpan dosa, maka semua pelayanan menjadi nol di hadapan Tuhan!
2. Perzinahan rohani
Merupakan bentuk tradisi, kepercayaan, adat istiadat nenek moyang yang tidak sesuai Firman Tuhan namun terus dilakukan.
Hati-hati dengan penginjilan kontekstual jangan sampai kebablasan. Bermaksud ingin menjangkau jiwa-jiwa dengan pendekatan budaya tetapi telah melakukukan perzinahan rohani.
Wahyu 2:21-22 “Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.”
Ini akibatnya jika kita tidak mau bertobat. Segeralah bertobat saat Tuhan masih berbicara dengan lembut, daripada peristiwa menimpa kita.
IV. Gereja Sardis
Wahyu 3:1-3 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.”
Gereja ini dari luar (di pandangan manusia) kelihatan hidup tetapi didalamnya mati. Sesama manusia tidak bisa melihat sampai kedalaman hati kita namun Tuhan bisa melihatnya. Jangan di hadapan manusia kita dipuji-puji namun di hadapan Tuhan adalah rohani kita ternyata mati. Ini berarti kemunafikan. Semua aktivitas rohani dan pelayanan jangan menjadi topeng untuk menutupi kebusukan kita. Jika keadaan kita seperti gereja Sardis, bertobatlah! Jika tidak, maka saat Tuhan datang seperti pencuri, kita kedapatan tidak siap dan akan tertinggal dalam pengangkatan. Sekali lagi, semua peringatan ini berkaitan erat dengan kedatangan Tuhan.
V. Gereja Laodikia
Wahyu 3:15-17 “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang”
Laodikia adalah jemaat suam-suam kuku, ikut Tuhan setengah-setengah, kompromi kepada dosa. Tuhan berkata jika tidak bertobat maka mereka akan Tuhan muntahkan. Artinya, Tuhan jijik jika kita suam-suam kuku.
Wahyu 3:18-19 “maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”
Alasan Tuhan menegur dan menghajar adalah karena Tuhan sayang! Tuhan tidak menghendaki 1 jiwapun yang binasa. Seringkali kita mau Tuhan maklum dengan alasan-alasan kita. Padahal cinta tidak mengenal alasan! Orang yang sedang jatuh cinta maka ia akan melakukan apa saja. Begitupun jika kita mencintai Tuhan, maka kita akan melakukan apa yang Tuhan (Pribadi yang kita cintai) perintahkan.
VI. BERSIAPLAH UNTUK KEDATANGAN TUHAN
Menjelang kedatangan Tuhan, kita juga diingatkan untuk:
1. Mengejar kekudusan.
Ini adalah syarat untuk melihat Tuhan.
Ibrani 12:14 “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.”
2. Bersiap sedia sebagai mempelai Kristus
Wahyu 19:7-8 “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.] ”
Jadi sebagai pengantin-Nya kita harus telah siap sedia, bukan sedang mau persiapkan diri. Karena kedatangan Tuhan sangat cepat, jika kita tidak siap sedia maka kita akan ditinggal. Baju putih rohani kita harus dijaga baik-baik. Begitu ada noda sedikit harus segera dicuci. Semakin lambat dibersihkan, nodanya akan semakin susah dihilangkan. Jadi jika ada dosa sekecil apapun langsung segera dibereskan. Jangan tunda-tunda. Bertobatlah! Bertobat bukan hanya saat pertama kali kita menerima Yesus, tetapi harus terus menerus kita lakukan sampai kita berjumpa dengan Tuhan.
By : Pdt. dr. Mediati Martino









