This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

BERPUSAT KEPADA KRISTUS

GppsPalu – Wahyu 7:9-17 “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!” Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” Maka kataku kepadanya: “Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”
Pola yang berada di sorga adalah Anak Domba (Tuhan Yesus Kristus) menjadi pusat penyembahan. Tidak ada yang disembah, kecuali Tuhan. Semua tua-tua, kerub-kerub, semua malaikat, dan semua orang percaya yang telah ditebus hanya menyembah Yesus.
Penguasa dunia saat ini adalah iblis. Tetapi Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan Yesus akan memerintah di bumi. Sekalipun kita masih hidup di bumi, kita harus mengikuti pola penyembahan di sorga yaitu Tuhan menjadi pusat dalam hidup kita. Dia harus menjadi nomor satu, dan semua kemuliaan hanya ditujukan kepada Tuhan, bukan diri kita.
Pesan Tuhan kepada GPPS Palu tahun ini yaitu KRISTOSENTRIS. Pesan ini penting sekali di hari-hari terakhir.Penyembahan kita harus 100% hanya untuk Tuhan, jangan kita bagi dengan ilah lain. Perintah pertama dalam 10 perintah Allah adalah jangan ada allah lain. Dalam perjanjian baru Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa perintah yang terutama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan, segenap akal budi. Kita mungkin sudah tidak menyembah dewa dewi, tetapi banyak yang bisa menjadi ilah dalam hidup kita yaitu uang, hobi, olahraga, pekerjaan/bisnis, keluarga, dll. Misalnya gara-gara keluarga kita tidak beribadah, karena pekerjaan kita tidak beribadah. Firman Tuhan berkata jika kita mengasihi keluarga kita lebih dari Tuhan maka kita tidak layak bagi Tuhan. Bahkan pelayanan kita bisa menjadi ilah, yaitu saat kita melayani tetapi kita tidak menyembah Tuhan.

I. KITA ADALAH WARGA NEGARA SORGA & DUTA KERAJAAN SORGA
Filipi 3:20 “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga”
Secara lahiriah kita warga negara Indonesia (WNI) tetapi secara rohani kita adalah warga negara sorga. Boleh-boleh saja kita mempunyai rumah di dunia tetapi seperlunya saja. Yang terutama persiapkan rumah kita di sorga! Namun jika kita warga negara sorga, mengapa Tuhan tidak langsung mengangkat kita ke sorga? Mengapa kita masih diizinkan hidup di dunia? Karena kita mempunyai misi dari Tuhan! Apa misi kita?
2 Korintus 5:20 “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus” (TL = duta-duta Kristus)
* Duta-duta besar yang ditempatkan di belahan dunia manapun, warga negaranya tetap sama dengan negara asalnya. Dimanapun kita berada, kita adalah warga negara sorga.
* Duta besar Indonesia yang berada di Amerika bertugas mempromosikan negara Indonesia. Begitupun kita sebagai duta-dutanya Kristus, kita berfungsi untuk mempromosikan kerajaan sorga. Jangan menganggur secara rohani. Mulailah dari mengajak orang lain ke komsel, mengajak ke ibadah. Jangan mempromosikan iblis/raja dunia misalnya mengajak main games, mengajak orang ke diskotik, dll.

Matius 24:45-46 “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.”
Jika saat Tuhan datang kita mengerjakan apa yang menjadi kepentingan Tuhan, maka kita pasti terangkat. Tetapi jika yang kita kerjakan kepentingan iblis pasti tidak terangkat. Ini hari-hari terakhir, kita harus berhati-hati. Untuk anak muda jangan terikat dengan games. Jika saat bermain games dan Tuhan Yesus datang, apakah ia terangkat? Tidak. Apalagi jika menonton pornografi!
* Kerjakan kepentingan Tuhan! Duta-duta besar yang diutus ke berbagai negara, hidupnya dijamin oleh negara asal yang mengutusnya. Jadi kita tidak perlu kuatir akan hidup kita, dimanapun kita diutus Tuhan, semua kebutuhan kita Tuhan yang mencukupkan.
Untuk melakukan kepentingan Tuhan, tidak harus menjadi pendeta/hamba Tuhan fulltime. Kita bisa melayani Tuhan melalui profesi kita. Banyak orang berpikir kerja apa yang bagus? Pemikiran orang tersebut adalah tentang bagaimana mendapat banyak uang. Kita harus mencari pekerjaan yang berhubungan dengan banyak orang. Status pendeta/pastor/hamba Tuhan terkadang terbatas atau menjadi kendala untuk masuk ke daerah-daerah yang tertutup terhadap kekristenan. Tetapi status kita yang sesuai profesi kita yaitu sebagai pebisnis, perawat, guru, dsbnya bisa lebih mudah untuk masuk dan melayani orang lain serta memperkenalkan Kristus.

II. CARILAH PERKARA DI ATAS, BUKAN DI BUMI
Ada satu pribadi yang tidak senang dengan pesan Tuhan KRISTOSENTRIS ini.
Yesaya 14:12-14 “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!”
Iblis tidak puas dengan menghasut sepertiga malaikat untuk menyembah dia dan berpusat pada dia. Iblis juga berusaha menghasut sebanyak mungkin manusia untuk menyembah dia. Sekarang ini penyembah iblis sudah terang-terangan. Pusat gereja setan yang semula di Los Angeles sekarang pindah di Detroit. Di Detroit sekarang banyak patung Baphomet (patung lucifer menyerupai kambing bertanduk). Gereja setan pun sudah terang-terangan. Di Indonesia pun sudah ada gereja setan. Di salah satu toko buku di sebuah Mall terkenal di Jakarta bahkan sudah terang-terangan menjual “Satanic Bible” (kitab gereja setan).
Matius 4:8-10 “Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti?””
Salah satu godaan iblis kepada Yesus adalah semua kemegahan dunia asal Yesus sujud menyembah dia.Kita harus belajar memahami bahwa semua yang di dunia ini kita menggunakannya secukupnya saja. Jika semuanya berlimpah-limpah kita harus berhati-hati supaya tidak jatuh dalam dosa. Sewaktu kita diberkati berlimpah, bukan untuk dinikmati sendiri, justru kita harus berbagi dengan orang lain.
Kolose 3:1-2 “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”
Arahkan pikiran kita kepada Tuhan, pada perkara di sorga!

III. KONVERSIKAN HARTA KITA DI DUNIA UNTUK HARTA DI SORGA
Matius 6:19-21 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”
Jika hati kita mengarah ke sorga, maka kita akan mengumpulkan harta kita di sorga.
Para pekerja TKW (tenaga Kerja Wanita) di luar negeri, gaji mereka memang tinggi. Tetapi mereka tidak membeli rumah disana. Mereka membawa hartanya ke Indonesia. Gaji mereka yang berupa mata uang asing, mereka konversikan ke mata uang Indonesia.
Begitupun dengan kita. Suatu saat kita akan meninggalkan semua yang kita miliki di dunia ini. Karena itu jangan investasi harta kita hanya untuk hal-hal duniawi. Konversi harta kita untuk di sorga nanti dengan cara menabur untuk pekerjaan Tuhan, karena tidak ada pekerjaan Tuhan di dunia yang tidak membutuhkan dana. Jika kita hanya mengumpulkan harta di bumi dan tidak satu sen pun kita investasikan bagi kerajaan sorga, kita tidak punya rumah di sorga. Dari beberapa penglihatan anak-anak Tuhan, ada orang-orang yang mempunyai rumah yang besar dan indah di sorga, seperti istana. Itulah orang bijak yang mengumpulkan harta di sorga.Untuk itu marilah hidup kita berpusat kepada Kristus, arahkan fokus kita pada perkara-perkara kekal dan konversikan harta kita di dunia untuk harta di sorga.

Pdt. dr. Mediati Martino, MA