This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

KRISTOSENTRIS (3) (Jebakan Kemapanan)

GppsPalu – Bacaan: Wahyu 4:1-11
Kita akan belajar lagi mengenai Kristosentris. Setiap kali kita membaca ayat ini, Roh Kudus akan membawa kita kepada pengertian yang lebih dalam lagi. Setiap orang percaya yang telah lahir baru mutlak memiliki hidup yang berpusat pada Kristus dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika sudah berada di Surga.
Ada jebakan yang membuat kita gagal berpusat pada Kristus, yaitu:
1. Jebakan waktu
Waktu yang kita gunakan untuk beraktifitas juga bisa menjadi jebakan dalam kita berpusat pada Kristus. Adalah hal yang wajar jika kita menggunakan waktu, tapi jangan samapi waktu yang kita gunakan menjadi alasan kita untuk mengabaikan Tuhan.
2. Jebakan karakter
Kita tidak bisa dalam posisi tetap sebagai manusia lama tapi masih tetap mengharapkan janji Allah. Ketika kita mengawali kehidupan lahir baru kita, ibarat seorang bayi yang banyak diberi dengan kasih sayang dengan kelembutan, kitapun diperlakukan seperti itu. Tetapi banyak yang terbuai dengan hal ini dan tidak siap dengan pengalaman lanjutan yaitu dididik untuk menjadi lebih dewasa. Iblispun mengambil keuntungan dengan membuat orang percaya tidak berdaya, sekalipun dia bukan jiwa baru. Akhirnya orang inipun kecewa dengan Tuhan bahkan ada yang meninggalkan Tuhan.

Jebakan berikutnya jebakan KEMAPANAN.
Tanpa disadari jebakan ini menimpa banyak orang percaya. Tidak disadari dan tidak disangka karena sudah menyatu dalam hidup sehari-hari. Mengapa jebakan kemapanan ini begitu berhasil dan hampir kebanyakan orang, bukan hanya jemaat tapi hamba Tuhan juga, bisa gugur di posisi kemapanan ini. Secara umum manusia akan selalu menjadikan kemapanan sebagai tujuan hidup. Kemapanan diidentikan dengan hal-hal lahiriah seperti kekayaan, harta benda, uang/finasial. Hal ini kelihatannya tidaklah salah, hal ini lumrah dan alamiah bahkan adalah keharusan. Inilah filosofi kehidupan manusia yaitu: kemapanan adalah tujuan hidup.
Tapi filosofi ini tidaklah sesuai dengan apa yang diaktakan Alkitab. Sebelum kita menjadi orang percaya Tuhan sudah mempunyai rancangan tentang kemapanan.
Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.
Kita tidak perlu bersusah-susah dengan usaha sendiri untuk memperbaiki nasib. Kalau kita hidup berkenan kepada Tuhan maka kemapanan itu akan tercapai. Tapi banyak orang justru menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang dia inginkan, meskipun hal itu bertentangan dengan Firman Tuhan.
Ubalah paradigma kita, Tuhan sudah menyiapkan semuanya, tetaplah bekerja dengan giat dan lakukan Firman Tuhan dengan ketaatan maka Tuhan yang akan membuat kita berhasil. Dan dalam menjalani ketaatan itu Ia juga akan membukakan pintu-pintu berkat.

Ulangan 28:1-2 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu”.

Ulangan 28:15 “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:”.
Setiap janji Tuhan diikat dengan perjanjian. Segala berkat akan kita alami jika kita taat, tetapi jika kita tida taat maka segala kutuk akan menimpa kita. Kita perlu pahami bahwa kutuk bukanlah hanya malapetaka yang besar. Tanpa kita sadari kegagalan-kegagalan yang sulit dideteksi itu bisa dinamakan kutuk.
Kemapanan sangat perlu diwasapadai, ketika kita tidak berhati-hati hal inilah yang menjadi awal kejatuhan.
Ulangan 6:10 “Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;”.

Sebelum masuk ke Tanah perjanjian yang penuh dengan kemapanan, Tuhan sudah mewanti-wanti kepada Bangsa Israel agar tidak memakai filosofi dunia, karena Tuhan sendirilah yang akan menuntun masuk ke Tanah Perjanjian. Kemapanan tidak boleh menghancurkan ibadah dan pelayanan kita kepada Tuhan. Berbicara mengenai ibadah bukanlah hanya berbicara mengenai kebaktian yang kita lakukan di gereja, tetapi dalam segala hal yang menyangkut ketaatan kita dalam melakukan Firman Tuhan.
Ulangan 6:12-13 “maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah”.

Ada apa dengan kemapanan?
Ulangan 6:14-16 “Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu, sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi. Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa”.
Dalam kemapanan ada banyak allah kecil. Allah memperingatkan bangsa Israel untuk tidak mengikuti allah lain. Secara tidak langsung menyembah allah lain itu (kemapanan) dan secara alamiah bisa melupakan Tuhan. Masalah kemapanan bukan hanya ketika orang tersebut sudah menjadi kaya, tetapi kemampanan adalah sesuatu yang kita perjuangkan dan tercapai, itu bisa masuk kategori kemapanan. Jadi berhati-hatilah!

Baca: Ulangan 18:1-18
Allah harus mencobai Bangsa Israel apakah mereka berpegang pada perintahnya atau tidak? Dalam kemapanan ada kekuatan di dalamnya yang membuat orang menjadi lupa akan Tuhan karena ada illah lain di dalamnya dan disitulah Iblis masuk dan bekerja. Kita tidak boleh dibodohi oleh kemapanan, kita sudah ditebus dan diselamatkan dan beroleh hidup yang kekal untuk bersatu dalam Kerajaan Allah, janganlah kemapanan membuat kita terpisah dari Allah.

Amsal 10:22 “Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya”.
Ketika Tuhan sudah membawa kita dalam posisi kemapanan, tetaplah hidup dalam ketaatan. Kemapanan yang Tuhan kehendaki tidak akan mendatangkan masalah bagi kita, karena Tuhanlah yang bertanggungjawab memelihara kita.

Amsal 23:4-5 “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali”.

I Timotius 6:9-10 “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”.

Kemapanan bisa membuat orang bodoh
Lukas 12:16-21 “Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah”.

Kita harus menyadari bahwa kemapanan bukanlah tujuan hidup. Filosofi kemapanan ini tidak boleh menjadi pemahaman kita. Tuhan sudah merancangkan kemapanan dari awal, kita tidak perlu menghalalkan segala cara untuk mencapainya. Tuhan yang akan menuntun dan memelihara kita untuk masuk dalam rancangan-Nya yang penuh damai sejahtera

Pdt. R.F. Martino