This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

KRISTOSENTRIS (BERPUSAT KEPADA KRISTUS) #Bagian 2

GppsPalu – Wahyu 4:11 “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan”

Dalam menjalani kehidupan, banyak jebakan-jebakan iblis yang sangat berbahaya yang membuat kita berpusat kepada hal-hal dunia. Sebagai contoh pasangan yang baru menikah banyak impian dan cita-cita. Seseorang yang mempunyai usaha/pekerjaan juga memiliki visi untuk usahanya. Tanpa menyadari bahwa kita sudah hidup di penghujung akhir zaman dan Tuhan bisa datang tiba-tiba, atau kita bisa saja dipanggil Tuhan kapan saja.

I. Apakah Iman Yang Sempurna Itu?
Ibrani 12:1-2 “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”

Dalam ayat diatas dikatakan bahwa ada beban dan dosa yang merintangi kita. Rintangan-rintangan ini ada yang merupakan dosa (ini mudah dideteksi) tetapi ada yang sepertinya bukan dosa. Ini sungguh berbahaya!
Tanpa berpusat kepada Kristus kita takkan mungkin memiliki iman yang sempurna.
Iman yang sempurna bukan mendoakan orang buta menjadi melihat, bukan mendoakan orang bisu menjadi berbicara, bahkan bukan juga mendoakan orang mati dan bangkit. Itu semua bukan iman yang sempurna. Semua itu hanyalah karunia yang diberikan oleh Roh Kudus.
Banyak orang mendefinisikan “iman yang sempurna” menurut keinginan mereka sendiri. Menurut mereka “iman yang sempurna” adalah iman yang sebatas mujizat, iman hanya sebatas jawaban sebuah doa, iman yang dipakai hari-hari untuk memperbaiki nasib.
Kita harus berhati-hati untuk tidak menjadikan iman kita hanya untuk memperbaiki nasib. Firman Tuhan memperingatkan kita dalam Ulangan 8:11-14 “Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan”

Namun kenyataannya banyak orang percaya setelah mendapat berkat, menyembah berkat itu dan “membuang” Tuhan dalam hidupnya. Jadi apakah “iman yang sempurna”? Iman yang sempurna adalah ketaatan mutlak kepada seluruh kehendak Tuhan!

II. Pikirkan Perkara Yang Di Atas
Roma 6:3-4 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.”

Hidup lama kita sudah dikuburkan, dan kita sudah dibangkitkan untuk menjalani hidup baru. Hidup baru bagaimana yang harus kita jalani?
Kolose 3:1-2 “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”
Banyak orang berpikir ia sudah menjadi orang percaya karena ia sudah terima Yesus melalui doa terima Yesus. Iman bukan hanya sebuah pernyataan yang diucapkan tetapi iman harus dibuktikan melalui tindakan kita.
Kenyataannya banyak orang percaya yang sudah terima Yesus namun perbuatannya tidak berubah, mengapa? Karena ia masih mengenakan manusia lama, ia belum menguburkan manusia lamanya.
Kita harus diperbarui dari sehari ke sehari. Firman Tuhan berkata agar pikirkan perkara yang di atas. Jadi pikiran kita harus semakin tertuju kepada Tuhan. Karena jika tidak, maka semua daya tarik dunia dapat masuk dan merasuki pikiran kita.

Kolose 3:3-4 “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.”
Banyak orang percaya yang sudah dibaptis tetapi ia belum menguburkan manusia lamanya dan tidak bangkit untuk menjalani hidup barunya.
Dalam keseharian apakah Kristus adalah hidup kita ataukah tidak? Jika Kristus bukan menjadi hidup kita maka kita tidak mungkin menyatakan kemuliaan Tuhan.

III. Matikan Segala Sesuatu Yang Duniawi
Kolose 3:5-9 “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya”

Kehidupan duniawi (hidup hedonisme) sangat kuat dan telah merasuk banyak jemaat Tuhan bahkan hamba Tuhan. Hidup hedonisme itu mau memakai segala sesuatu yang bermerek. Contoh memakai tas harus yang bermerek, ternyata tujuannya untuk dipamerkan. Kita boleh saja memakai barang bermerek tetapi tujuan kita membeli barang bermerek itu adalah karena kualitasnya, bukan untuk dipamerkan. Saat kita memakai barang bermerek tidak perlu menunjukkan mereknya supaya orang lihat. Contoh lainnya mau minum kopi tidak bisa di warung kopi tetapi harus di cafe. Ini contoh gaya hidup hedonisme.
Bagaimana jalan keluarnya? Kita harus mematikan SEGALA SESUATU yang duniawi. Ini tidak mudah dan tidak terjadi dengan sendirinya.
Hal lain yang harus dimatikan adalah:
* Percabulan. Tidak mungkin kita bisa berpusat kepada Kristus jika pikiran dan pembicaraan kita selalu cabul. Contoh: Melihat seorang wanita, pikiran langsung cabul; saat berkumpul dengan teman maka pembicaraan dan guyonan tentang semua yang cabul.
* Keserakahan.
* Perkataan kotor
* dan masih banyak lagi
Firman berkata bahwa semuanya itu mendatangkan murka Allah. Mengapa kita harus mendatangkan murka Allah padahal seharusnya sebagai orang percaya kita sudah diselamatkan dari murka Allah? Pengajaran Hyper Grace tidak sesuai dengan Firman ini. Firman ini bukan untuk orang yang tidak percaya tetapi untuk orang percaya, bahwa orang percaya bisa mengalami murka Allah jika masih terus menerus hidup secara duniawi.
Kondisi bangsa kita saat ini sangat memprihatinkan. Mengapa? Karena anak muda (generasi penerus bangsa) banyak yang memiliki roh pemberontakan. Mengapa mereka bisa memiliki roh pemberontakan? Karena tidak ada yang bisa diteladani dari orang tua.
Kolose 3:10 “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”

Tuhan menghendaki agar kita diperbarui terus menerus dengan cara mengenakan manusia baru. Kita harus memilih apakah mau diajar Tuhan melalui kata-kata ataukah diajar Tuhan melalui peristiwa. Diajar Tuhan melalui kata-kata adalah melalui Firman Tuhan. Tetapi jika kita tidak mau taat, maka Tuhan akan mengajar kita melalui peristiwa. Sadari bahwa realita hidup bisa menjadi perintang, karena itu jangan biarkan realita hidup menjadi perintang untuk kita berpusat kepada Kristus.

Pdt. DR. R. F. Martino