This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

TUHAN, SAYA, DAN DOA

GppsPalu – I. Apa pengertian doa?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
* Doa adalah permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan
* Sedangkan berdoa adalah mengucapkan/mengungkapkan isi hati kepada Tuhan. Kita harus mengingat bahwa kita bukan hanya melakukan doa makan, doa tidur, dsbnya. Jangan berdoa hanya dipermukaan saja, tetapi kita harus mengetahui inti dari doa. Doa adalah hal yang serius/penting. Mungkin kita berkata: “Saya tidak berdoa tetapi saya membaca Alkitab. Saya tidak berdoa tetapi saya melayani Tuhan.” Ini keliru.
Dalam perjanjian lama saat anak-anak Harun membakar korban dengan api asing, maka api Tuhan menyambar dan membakar mereka. Pelayanan kita tidak boleh dilakukan dengan seenaknya. Kita harus berdoa, dan berdoa tidak dapat digantikan! Berdoa adalah nafas roh kita. Jangan sampai roh kita lemah karena kita tidak berdoa. Lukas 18:1 “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” Dari ayat diatas kita menemukan bahwa:
1. Berdoa itu:
– DITEGASKAN!
– DIHARUSKAN!
– DIPERINTAHKAN (Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya!)
– DIMANDATKAN!
– DIAJARKAN!
Berdoa bukanlah kegiatan yang tidak ada gunanya.

2. Kapan Waktunya?
– Selalu Berdoa
– Senantiasa
– Tidak jemu-jemu
– Tidak putus asa
– Berdoalah setiap waktu
– Wajib berdoa senantiasa dengan tiada putus harap (Terjemahan Lama)
Hubungan kita dengan Tuhan harus terus tersambung, seperti tali yang terus terikat, tidak boleh longgar, tidak boleh terputus. Sedetik saja kita terputus dengan Tuhan maka inilah celah iblis untuk mengganggu rencana Allah dalam hidup kita. Tuhan juga berkata bahwa Dia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya yang harus terus tinggal di dalam Dia! Ada saat-saat dimana kita berdua bersama Tuhan di kamar doa. Tetapi berdoa tidak hanya di dalam kamar doa. Setiap saat hati kita “connect” dengan Tuhan.

II. Mengapa Kita Perlu Berdoa?
1. Doa melekatkan diri kita dengan Tuhan (Mzm 91:14), menempel dengan kuat/tidak mudah lepas, sehingga kita tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita (Yoh 15:4). Beberapa kesaksian dari mantan pengikut gereja setan, tugas mereka adalah bergerak untuk membuat orang percaya yang sungguh-sungguh menjauh dari Tuhan. Suatu saat mereka menuju ke gereja yang sungguh-sungguh berdoa. Namun saat mereka masuk ke halaman gereja tersebut mereka merasa sangat kepanasan. Jadi jangan pernah meremehkan doa!
2. Memperkuat ikatan batin kita dengan Tuhan melalui komunikasi dua arah. Melalui doa kita mendapatkan tuntunan Tuhan, peringatan/nasihat Tuhan, perlindungan Tuhan, ketenangan, dll. Kita juga akan mengetahui isi hati Tuhan. Komunikasi dua arah memperkuat hubungan, baik antara suami dan istri, orangtua dan anak, sahabat, begitupun dengan Tuhan.
3. Men-charge kekuatan rohani kita. Yesaya 40:31 “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
4. Roh kita menjadi kuat karena daging kita lemah. Markus 14:38 “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Roh dan daging kita selalu bertentangan. Dengan berdoa roh kita menjadi kuat untuk melawan keinginan daging supaya kita tidak jatuh dalam pencobaan.
5. Ekspresi iman/ketergantungan kita kepada Tuhan. Iman kita tidak kelihatan tetapi dapat diekspresikan melalui doa.
6. Akal/logika manusia ada batasnya. Roma 8:26 “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
7. Doa membuat kita cakap dan kuat menanggung masalah. Ayub memiliki kewaspadaan yang tinggi dalam kehidupan rohaninya dan kehidupan keluarganya. Setiap hari ia mempersembahkan korban untuk pengampunan dosa anak-anaknya. Maka itu Tuhan menjaga kehidupan Ayub dan segala miliknya sehingga iblis tidak bisa masuk mengganggu hidupnya tanpa seizin Tuhan. Mazmur 121 berbicara tentang perlindungan Tuhan. Ayub menjaga mezbah pribadinya dengan Tuhan. Hatinya melekat kepada Tuhan sehingga ia cakap menghadapi masalah.
8. Di dunia kita mempunyai musuh. Lukas 18:3 “Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.”

Siapakah musuh/lawan kita? Iblis! 1 Petrus 5:8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Doa dapat melindungi kita dari si jahat! Matius 6:13 “dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

Apa sajakah Senjata iblis?
Panah api (Ef 6:15), kedagingan (Gal 5:19), kejahatan (1 Yoh 5:19), tipu daya (Kis 13:10), okultisme (Ef 5:11), penyesatan (1 Tim 4:1), faham-faham (1 Tim 1:3, 10).
Saat ini banyak penyesatan salah satunya pengajaran Hyper Grace, yang mengajarkan sekali selamat tetap selamat, mau berkali-kali jatuh dalam dosa pun tetap selamat. Pengajaran lainnya adalah tidak perlu memberi persepuluhan. Dan masih banyak lagi.
9.Dalam doa kita harus melawan keinginan untuk berbuat dosa (Luk 18:7) dengan cara mengendalikan mata, pikiran dan perasaan yang menyimpang. Contohnya homoseksual (gay dan lesbian), perselingkuhan, dll.

III. Siasat Iblis di Akhir Zaman
Roh dengan tegas mengatakan bahwa di hari-hari terakhir si jahat meningkatkan serangannya terhadap orang percaya supaya murtad. 1 Timotius 4:1 “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan”
Pengaruh iblis melalui berbagai kenikmatan dunia, kehidupan doa dan Firman dari banyak orang akan semakin berkurang. Lukas 8:14 “Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.”

IV. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya
1 Tawarikh 16:11 “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!”
Firman Tuhan juga berkata bahwa Doa orang BENAR, SANGAT BESAR KUASANYA.
Lalu bagaimana ciri-ciri ORANG BENAR?
1. Hati yang tulus ikhlas, bersih dari nurani yang jahat (Ibrani 10:22)
2. Jangan ada allah lain, noda kekafiran/menduakan Tuhan (Kel 20 & I Tes)
3. Bertobat: merendahkan diri, berbalik dari yang jahat (2 Taw 7:14)
4. Orang yang jujur (Ams 15:8)

Dalam berdoa:
1. Kita perlu berdoa tetapi jangan terlalu vertikalis, tetap minta hikmat Tuhan
2. Harus ada usaha dan jadikan doa itu sebagai kebutuhan
3. Ingatlah bahwa Tuhan menghendaki agar hendaknya kita kuat di dalam Tuhan

Pdt. Milkha Potuda