This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

KRISTUS ADALAH JAWABAN ATAS SEGALA PERSOALAN/MASALAH

GppsPalu – Roma 5:12-21 “12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. 14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. 16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. 17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus . 18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. 19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. 20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, 21supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Kita sudah mempelajari bahwa persoalan atau masalah adalah akibat dari pelanggaran. Akibat pelanggaran Adam maka manusia jatuh ke dalam dosa. Tetapi karena pengorbanan Kristus maka manusia dapat dipersatukan kembali dengan Allah. Sayangnya masih banyak orang percaya yang belum menikmati iman percayanya. Seringkali kekeliruan yang dilakukan orang percaya yaitu saat menghadapi masalah ia hanya membawa persoalannya kepada Tuhan tetapi dirinya sendiri tidak ia bawa kepada Tuhan padahal dirinya yang bermasalah.
Contoh: Saat menghadapi istri yang cerewet, seorang suami berdoa, “Tuhan bereskan istriku”. Tetapi pria tersebut tidak meminta Tuhan untuk membereskan dirinya, padahal ia punya andil pada persoalan tersebut.
Jadi, persoalan dan orang yang bermasalah tidak dapat dipisahkan. Kita harus membawa bukan hanya persoalan kita kepada Tuhan tetapi yang terutama diri kita yang kita bawa kepada Tuhan.
Untuk memahami kedahsyatan kasih karunia, kita perlu memahami bahwa karena dosa 1 orang (Adam) maka seluruh dunia – termasuk kita semua – menjadi orang berdosa, tetapi karena pengorbanan 1 Orang yaitu Yesus Kristus di kayu salib maka semua orang yang percaya dan menerima-Nya menjadi orang benar/anak-anak Allah.
Inilah kekuatan kasih karunia Allah.
Kita tidak boleh meremehkan persoalan yang dialami orang lain. Karena persoalan sekecil apapun punya kemampuan untuk menghancurkan setiap manusia. Tetapi setelah kita menjadi anak Allah, masih berhakkah persoalan menghancurkan kehidupan kita? Tidak! Seberapa besarkah persoalan kita dibandingkan dengan kasih karunia Allah yang begitu besarnya? Sekalipun realita hidup ada disekeliling kita tetapi kasih Tuhan mengelilingi hidup kita dan kita diproteksi oleh kasih karunia-Nya. Bukan karena kita yang kuat, tetapi kasih karunia Yesus Kristus yang lebih besar dari semua yang ada di dunia ini yang menguatkan kita sehingga persoalan tidak akan menggugurkan iman kita.
Pada Ujian Nasional di negara kita, masalah yang seringkali terjadi adalah soal ujian yang sudah dipersiapkan bocor. Dengan demikian jawaban dari soal ujian itu pun akan diketahui. Yang perlu kita pahami adalah:
1. Setiap soal ada jawaban. Begitupun juga setiap persoalan kita pasti ada jawabannya!
2. Yesus adalah jawaban. Dimanakah Yesus berada? Di dalam hati kita yang telah menerima-Nya. Dengan demikian jawaban telah tersedia sebelum ada persoalan! Ini luar biasa! Namun pemahaman ini saja tidak cukup. Kristus adalah jawaban, namun bagaimana kita mengaplikasikannya? Banyak orang Kristen yang percaya bahwa Yesus adalah jawaban tetapi saat menghadapi persoalan, ia tidak tahu bagaimana menjawab persoalan tersebut.
3. Tuhan bertindak/bekerja berdasarkan ikatan perjanjian-Nya. Tuhan tidak akan bertindak atau melakukan sesuatu yang tidak pernah Ia janjikan.

Apa yang Alkitab katakan?
Galatia 3:29 “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.”
2 Korintus 1:20 “Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.”

Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Dari 3 ayat diatas kita memahami bahwa kita berhak atas segala janji Allah, Kristus adalah ya bagi semua janji Allah, dan apa yang kita minta kepada Bapa dalam nama Yesus diberikan kepada kita. Ini janji yang luar biasa.

Ibrani 6:13-18 “Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.”

Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,
supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
Jadi ketika menghadapi masalah, adalah alamiah jika kita bereaksi secara manusia lahiriah. Tetapi kita harus memahami bahwa seluruh hidup kita tidak boleh tersita kepada persoalan itu. Karena kita punya jawabannya yaitu FIRMAN TUHAN (ALKITAB). Saat menghadapi masalah rumah tangga, bacalah Firman Tuhan mengenai masalah rumah tangga. Begitupun masalah lainnya, carilah jawabannya di dalam Alkitab kita. Ikatlah iman kita dengan janji Allah. Namun dalam menghadapi masalah ada kalanya kita harus menanti janji Allah dengan sabar seperti Abraham. Menanti sampai kapan? Setiap orang berbeda-beda. Bahkan ada orang-orang yang menanti sampai ia mati tetapi ia tidak menerima apa yang dijanjikan Tuhan selama di dunia, namun imannya menjadikannya pahlawan iman seperti yang tertulis dalam Kitab Ibrani. Kita harus memahami hal ini supaya tidak menjadi kecewa. Iman tidak hanya sekedar jawaban dari doa tetapi yang lebih dari itu, iman adalah ketaatan kita kepada Allah.
Written by Pdt. DR. R. F. Martino