BERTUMBUH UNTUK MENGHASILKAN BUAH
GppsPalu – “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Yohanes 15:16
Bertumbuh dan menghasilkan buah untuk kemuliaan Tuhan adalah mutlak bagi setiap orang percaya, karena orang percaya bukanlah tanaman hias untuk menghiasi gedung gereja. Kita sudah mengalami anugerah Allah melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus dan sudah menjadi orang percaya. Didalam Kristus kita menjadi ciptaan baru, melalui proses kelahiran baru. Tetapi apalah artinya seorang bayi lahir lalu kemudian mati? Karena itu sebagai orang percaya, lahir baru untuk menjalani hidup baru. Dan dalam menjalani hidup baru inilah kita bertumbuh dan menghasilkan buah. Mengapa ada orang percaya yang tidak menghasilkan buah? Sederhana, karena ia tidak menjalani hidup barunya.
Jika seorang percaya tidak menjalani hidup baru, maka ia menyiksa diri sendiri, maka adalah lebih baik bila tidak menjadi orang percaya sama sekali. Atau jika orang percaya melakukan Firman Tuhan setengah-setengah, adalah lebih baik jika ia tidak melakukan Firman sama sekali. Karena jika ia tidak melakukan Firman sama sekali maka ia akan ingat bahwa ia belum melakukan Firman dan ia akan bertindak untuk melakukannya. Tetapi jika ia melakukan Firman setengah-setengah, ia berpikir sudah melakukan Firman padahal apa yang ia lakukan tidak pernah sampai ke hati Tuhan.
I. PRINSIP PERTUMBUHAN
1. Harus bertumbuh dan berbuah
Matius 3:10 “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.”
Yohanes 15:2, 5 “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Kita harus menangkap ini baik-baik: jika seorang percaya tidak berbuah, ia akan ditebang dan dibuang ke dalam api.
2. Ada jangka waktu dari bertumbuh sampai berbuah
Lukas 13:6-7 “Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!”
Pemilik kebun ini berkata, “Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” dalam terjemahan lain berkata, “Untuk apa ia mempersempit tanah ini?” Berarti pohon ara ini begitu besarnya sehingga mempersempit tanah dan mengambil keuntungan dari tanah itu tetapi ia tidak menghasilkan buah.
Lukas 13:8-9 “Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”
Dapatkah kita menangkap kebenaran ini? Begitu sederhana dan gamblangnya perumpamaan ini. Tuhan masih memberi jangka waktu/kesempatan/anugerah untuk bertumbuh dan berbuah. Sudah berapa lama kita tertanam di Bait Allah? Apakah kita sudah bertumbuh dan menghasilkan buah? Waktu yang di anugerahkan Tuhan sesungguhnya adalah kesempatan bagi kita. Apakah kita sudah menggunakan kesempatan itu ataukah menyia-nyiakan anugerah Allah? Alkitab berkata bahwa orang percaya tidak berhenti menghasilkan buah.
3. Dalam masa pertumbuhan untuk sampai kepada berbuah, melewati proses berbunga
Orang percaya yang bertumbuh, pasti melewati fase berbunga. Sayangnya banyak orang percaya yang berhenti di fase berbunga. Padahal tinggal satu tahap lagi untuk sampai ke fase berbuah. Banyak hamba Tuhan yang terjebak dan mengira seseorang sudah berbuah padahal masih fase berbunga. “Bunga” identik dengan “Pujian”.
Sama seperti anak kecil yang bertumbuh dan berhasil melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, maka ia menerima pujian. Begitupun orang percaya yang bertumbuh, melakukan berbagai hal yang memuliakan Tuhan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, maka ia akan menerima pujian. Apalagi pertumbuhan yang berbentuk pengorbanan bisa menuai pujian. Itulah sebabnya banyak orang percaya yang bertahan di fase berbunga karena di fase ini begitu enak/nyaman.
Menerima pujian sebenarnya adalah hal positif karena berarti kita memuliakan Tuhan. Tetapi iblis punya kemampuan untuk mengubah semua hal positif menjadi negatif. Iblis dapat menggarap orang percaya jika semua pujian-pujian itu ia tempelkan pada dirinya dan tidak ia kembalikan kepada Tuhan yang layak menerima pujian.
Banyak orang percaya bahkan hamba Tuhan yang memakai hal-hal rohani menjadi kesombongan rohani. Seumpama “berdiri di atas bukit”, jadi semua orang dapat melihat bahwa ia berlutut karena ia berlutut di atas bukit. Semua itu adalah kerendahan hati yang palsu.
Fase berbuah baru terjadi setelah bunga-bunga itu berguguran. Semua pujian dan sanjungan berubah menjadi fitnah, olokan, dan penghancuran reputasi. Terkadang Tuhan mengizinkan proses penghancuran reputasi jika kita menjadikan reputasi menjadi kepujian diri. Tetapi banyak orang percaya yang lebih memilih untuk tidak bertobat, daripada harus bertobat dan mendapat malu.
Proses pengguguran bunga memang Tuhan izinkan terjadi, dan memang menyakitkan supaya semua kemuliaan kembali kepada-Nya. Semua orang percaya akan mengalami fase pengguguran bunga. Bahkan setiap pelayan Tuhan dan hamba Tuhan akan mengalami fase “berencana untuk meninggalkan pelayanan”. Saat itu adalah saat dimana kita akan menyadari bahwa kita bisa melayani semua karena kemampuan dari Allah, bukan dari diri kita.
Kita harus menyadari bahwa jangan berusaha sabar supaya dinilai orang sabar, karena jika itu terjadi berarti semua nilai-nilai rohani bukan asli tetapi palsu/imitasi. Karena itu semua hal rohani yang kita lakukan/capai, bukan untuk kepujian diri tetapi semua kita kembalikan bagi kemuliaan nama Tuhan di tempat yang Maha Tinggi.
II. Buah-buah apa yang perlu dihasilkan oleh orang percaya?
1. Buah pertobatan
Matius 3:8, 11 “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api”
Buah pertobatan adalah buah awal yang menunjukkan bahwa kita adalah orang percaya yaitu kita meninggalkan hidup yang lama (berbalik 180 derajat). “Pertobatan” berbeda dengan “Pembentukan Karakter”. “Pertobatan” berarti meninggalkan semua kebiasaan atau dosa lama, sedangkan “Pembentukan Karakter” berlangsung seumur hidup. Contoh:
* Minum cap tikus (minuman keras). Ini adalah kebiasaan lama dan harus ditinggalkan saat kita bertobat.
* Karakter-karakter atau sifat-sifat bawaan kita yang buruk, akan dibentuk sejalan waktu sampai seumur hidup. Ini adalah proses pembentukan karakter.
Jika seseorang menerima Yesus Kristus tidak tuntas (doa menerima Tuhan Yesus hanya sebagai doa mantera), maka orang tersebut tidak mungkin bisa bertobat. Karena itu penting sekali seseorang menerima Yesus Kristus dengan sungguh-sungguh karena mendalami kasih Tuhan.
Jika seseorang mengalami dan mendalami kasih Kristus dan karya keselamatan yang Kristus kerjakan, maka pertobatannya bukan menjadi tekanan.
Written by Pdt. DR. R. F. Martino









