This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

PERTUMBUHAN ROHANI/IMAN OLEH FIRMAN TUHAN

GppsPalu – Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”. Matius 4:2-4

Yohanes 6:22-29, 32-41, 49-52, 58-61, 66 “Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: “Akulah roti yang telah turun dari sorga.” Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.”

Manusia terdiri dari roh, jiwa, tubuh, dan ketiganya harus bertumbuh dengan seimbang, seperti kata Firman Tuhan, “supaya roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna.”

Untuk pertumbuhan tubuh, kita membutuhkan makanan. Sejak bayi seorang bayi membutuhkan ASI. Kemudian bertumbuh menjadi remaja, pemuda, dewasa, dan akhirnya tua dan meninggal. Setelah meninggal ia kemana? Tergantung bagaimana ia di dunia apakah ia sudah menerima Yesus Kristus atau belum. Atau ia sudah menerima Yesus? tetapi apakah ia sudah menjalani hidup barunya atau belum? Ada orang percaya yang hanya statusnya lahir baru, doa terima Yesus hanya diucapkan seperti “mantra” tapi tidak menjalani hidup barunya.

Akhir-akhir ini ada pengajaran mengenai teologi “Kasih Karunia” oleh seorang hamba Tuhan terkenal. Pengajaran ini mengajarkan bahwa seakan-akan orang percaya tidak perlu kuatir dengan dosa, karena semua sudah diselesaikan oleh Tuhan dan kita hidup di bawah kasih karunia. Memang kita hidup di bawah kasih karunia tetapi jika kita tidak berhati-hati dan menerima pengajaran ini mentah-mentah, maka kita akan menjadi orang percaya yang “tukang pelihara dosa”. Seorang bayi lahir untuk hidup, demikian setiap orang percaya yang lahir baru untuk menjalani hidup baru. Jika seorang percaya lahir baru tetapi tidak menjalani hidup barunya (hidup di dalam dosa dan tidak melakukan kehendak-Nya), maka dengan tidak menghakimi dimanakah ia akan berada setelah meninggal? Sedangkan bagi pengikut pengajaran Kasih Karunia, orang tersebut tetap masuk sorga.

Untuk menjalani hidupnya (untuk tubuhnya) manusia membutuhkan makanan jasmani. Untuk rohnya, manusia membutuhkan makanan roh yaitu Firman Allah. Karena itu Yesus berkata bahwa manusia hidup bukan dari roti saja tetapi juga dari Firman Allah. Dan untuk jiwanya, manusia membutuhkan makanan jiwani yaitu hiburan. Untuk hiburan disini kita tidak boleh ekstrim. Ekstrim yang pertama mengatakan semua hiburan adalah dosa. Jadi olahraga, bioskop, dll adalah dosa menurut mereka. Ekstrim yang kedua mengatakan semua hiburan boleh. Kita tidak boleh menjadi ekstrim.

Tuhan sangat menaruh perhatian terhadap pertumbuhan. Untuk pertumbuhan rohani, Tuhan menyediakan pelayanan 5 jawatan dengan fungsinya masing-masing supaya kita diperlengkapi dan bertumbuh!

“Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Efesus 4:11-16

Yang paling berbahaya bagi gereja Tuhan di akhir zaman saat ini adalah penyesatan! Saat ini banyak angin-angin pengajaran sesat yang berbau rohani dan ini sangat berbahaya. Ada gereja besar yang visinya membuka cabang gereja dimana-mana. Tanpa disadari bukan lagi melebarkan Kerajaan Allah tetapi melebarkan kerajaan gerejanya sendiri. Ada gereja yang mau membuka cabang di Palu. Secara rohani kita menerima kehadiran mereka. Tetapi pertanyaannya sudahkah mereka melakukan pemetaan rohani? Tahukah saudara, di kota Palu ini sudah ada 85 gereja. Apakah gereja-gereja lain tidak Tuhan pakai sehingga mereka harus membuka cabang di Palu? Dan jika mereka membuka cabang di Palu apakah jemaatnya dari hasil penginjilan orang yang belum percaya Tuhan Yesus ataukah menanti pindahan dari jemaat gereja lain? Mengapa mereka tidak membuka cabang di daerah-daerah pelosok, daerah-daerah terpencil yang hanya ada 1-2 gereja? Di daerah-daerah tersebut yang butuh dukungan karena tuaian banyak tetapi pekerja sedikit. Jika gereja kita mau hanya sekedar punya banyak cabang, maka sudah lama kita punya ratusan cabang/jemaat lokal. Karena sejak dulu sudah banyak sekelompok jemaat gereja lain yang keluar dan mau bergabung dengan gereja kita, tetapi kita tidak mau menerima jika pindahan karena perpecahan dan tidak ada penyelesaian dengan gereja asalnya.

Kembali kepada kisah orang banyak yang berbondong-bondong mencari Yesus. Tetapi Yesus mengetahuinya dan berkata bahwa mereka mencari Yesus bukan karena tanda-tanda tetapi karena mereka makan roti dan kenyang. Saat itu Yesus menjelaskan tentang Siapa diri-Nya bahwa Dialah Roti dari Sorga. Saat itulah orang-orang tersebut menjadi kecewa dan meninggalkan Yesus.

Mengapa banyak jemaat Tuhan saat ini yang sungguh-sungguh mencari Yesus hanya untuk urusan duniawi? Karena kesalahan para hamba Tuhan, para pengkhotbah. Setiap motivasi yang salah dapat diluruskan dengan kebenaran. Tetapi jika di mimbar selalu diberitakan tentang berkat, berkat, dan berkat, maka tidak heran jemaat mencari Yesus hanya untuk urusan mengubah nasib dari miskin menjadi kaya!

Karena itu pentingnya pertumbuhan rohani. Pertumbuhan rohani terjadi saat Firman Tuhan dilakukan. Tidak ada pertumbuhan rohani jika Firman Tuhan hanya kita dengar tetapi tidak kita lakukan! Kita juga harus memahami bahwa pertumbuhan itu harus wajar.

“Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.” 1 Korintus 13:11

“Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.” Ibrani 5:11-12

Jadi jika kita sudah lama menjadi orang percaya tetapi pertumbuhan kita tidak wajar, maka kita harus malu dengan waktu. Tidak ada orangtua yang senang jika pertumbuhan anaknya tidak wajar begitupun juga Tuhan. Setiap Firman yang kita lakukan akan menghasilkan pengalaman iman. Pengalaman iman ini yang membawa kita kepada kedewasaan. Panca indera adalah jalur alamiah iblis untuk menggarap hidup kita. Panca indera yang terlatih hanya dimiliki oleh orang yang dewasa rohani. Orang yang dewasa tidak mudah terpancing, tetapi mampu berpikir dan bertindak dengan dewasa. Bukan hanya secara jiwani tetapi juga secara rohani.

Written by Pdt. DR. R. F. Martino