Pembaharuan Yang Terus Menerus
GppsPalu – Status quo adalah status dimana orang tidak mau mengalami suatu perubahan. Orang cukup puas dengan kondisi saat ini dan tidak usah berbuat lebih jauh lagi. Setiap orang Kristen tidak sepantasnya memakai lebel berstatus quo. Karena kalau berstatus quo artinya Anda sudah cukup puas dengan kondisi saat ini atau merasa sudah jauh lebih baik saat ini sehingga merasa tidak perlu mengadakan perbaikan yang lebih jauh lagi.
Kolose 3:10 ?(10) dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
Ayat ini berkata”…terus-menerus diperbaharui…” (Ongoing Renewal) artinya pembaharuan yang terus-menerus dan selalu diperbaharui.
1 Korintus 1:26-29 ? (26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (27) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
“Ingat saja..” ?karena manusia sering lupa. Keadaan kita dulu waktu dipanggil tidak banyak yang bijak, tidak banyak yang berpengaruh, tidak banyak yang terpandang tetapi sekarang kita berubah. Tuhan berkata kalau kita mengalami Ongoing Renewal urutan pertama Tuhan akan menjadikan kita orang bijak, kemudian menjadi orang yang berpengaruh dan selanjutnya menjadi orang terpandang. Menjadi orang terpandang adalah kondisi dimana orang mulai memperhitungkan kita. Yang diperhitungkan tidak selalu dengan ukuran uang / kedudukan tetapi nilai yang kita punyai dalam hidup kita. Orang bijak dalam berbicara, berpikir & bertindaknya akan bijak. Oleh karena itu dari hari kesehari karakter, sifat, pikiran kita harus bisa berubah semakin serupa dengan Kristus sendiri. Hidup yang bijak adalah hidup yang berpengaruh, hidup yang berpengaruh adalah kehidupan yang akan dipandang orang.
Ayat 27 – Didunia banyak orang berhikmat, tetapi orang yang bodoh kalau dari Allah bisa mengalahkan yang berhikmat didunia ini.
Ayat 29 – Kalau kita ada sebagaimana kita ada saat ini itu karena Tuhan, jadi kalau kita saat ini menjadi orang terpandang itu semua karena Tuhan.
Kalau kita ingin maju dalam hidup kita, harus ada perubahan yang baru terus-menerus dalam hidup kita. Orang yang kesehariannya berubah pasti ada / inovasi dalam hidupnya.
Dua hal yang perlu mengalami perubahan dalam hidup ini:
1. Perubahan Kualitas Hidup Pembaharuan ?Perbaikan Kualitas ?Peningkatan Kapasitas Yang pertama siapkan hati kita untuk diperbaharui yang akan diikuti dengan peningkatan kualitas dalam hidup kita sehingga terjadi peningkatan dalam kapasitas. Bila kapasitas kita bertambah maka bertambah pula pencapaian kita.
2. Perubahan Tingkat Kedewasaan Ciri Dewasa Secara Rohani:
A. Bisa Memaklumi orang lain
B. Bertanggung jawab Bertanggung jawab dengan apa yang Tuhan percayakan pada kita. Tuhan akan mempercayakan lebih banyak bila kita bertanggung jawab dengan hal kecil.
C. Mandiri Tidak selalu bergantung pada orang lain.
D. Berpikir Panjang Berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak.
Penghalang Orang Tidak Mau Berubah :
1. Kesombongan Merasa dirinya benar, dan perubahan itu hanya untuk orang lain. Orang sombong susah untuk dinasehati. Orang yang tidak mau diubah akibatnya sulit terjadi pembaharuan dalam hidupnya. Yang sering terjadi saat orang mendengarkan khotbah, fokusnya adalah kepada perubahan orang lain bukan kepada dirinya sendiri. Karena banyak orang merasa yang perlu diubah adalah orang lain (istrinya, suaminya, orang tuanya, mertuanya, anaknya, tetangganya, dan lain sebagainya). Itu sebabnya dalam dirinya tidak terjadi perubahan seperti yang dikehendaki Tuhan.
2. Terjerat Dengan Rasa Nyaman Kerana sudah merasa nyaman tidak mau berubah lebih lagi. Kita harus punya target yaitu terus bertumbuh dari hari ke sehari untuk bisa serupa dengan Kristus.
3. Rasa Takut Takut dalam menghadapi resiko, karena setiap perubahan mengandung resiko. Jangan takut menghadapi resiko apapun untuk suatu perubahan yang lebih baik.
Dua Macam Pendorong Perubahan:
* Karena kemauannya sendiri/sadar berubah.
* Karena faktor krisis/situasi/keadaan.
Kita diharapkan berubah karena kesadaran bukan menunggu datangnya krisis terlebih dahulu. Perubahan karena krisis adalah perubahan yang menyakitkan dan seringkali diwarnai dengan banyak kerugian terlebih dahulu.
Written by Ps. Johan Bandi (Gembala Perth Indonesian Church)









