This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

GEREJA PENUH ROH KUDUS

GppsPalu – Penamaan “Kisah Para Rasul” dalam susunan perjanjian baru sebenarnya kurang tepat. Penulisan nama “Kisah Para Rasul” seolah-olah bahwa semua kejadian yang tertulis di dalamnya hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jawatan sebagai rasul saja. Padahal orang-orang atau jemaat yang ada pada saat itu juga melakukan penginjilan, mujizat, dll. Lebih. Penamaan dalam Bahasa Inggris lebih mendekati apa yang diceritakan dalam kitab tersebut, yaitu “Acts”, yang artinya tindakan-tindakan.

“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:…” Kisah Para Rasul 1:15

“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya”. Kisah Para Rasul 2:1-4

Dijelaskan bahwa ada sekitar 120 orang yang berkumpul mendengarkan khotbah Petrus dan ketika hari pentakosta tiba maka semua, yaitu 120 orang mengalami kepenuhan Roh Kudus, bukan hanya para rasul saja tetapi semua jemaat yang hadir pada saat itu.

1. Gereja penuh Roh Kudus adalah gereja yang memberitakan Injil dengan terus terang dan berani/radikal

Dalam Kisah Para Rasul 2:14-40 Petrus berkhotbah memberitakan Injil dengan berani dan berterus terang. Dan semua orang yang mendengarkan khotbah Petrus langsung memberikan respon.

“Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Kisah Para Rasul 2:37

Kemudian Rasul mejawab dalam Kisah Para Rasul 3:38 “…Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus”.

Petrus yang tadinya adalah seorang penakut, ketika dipenuhi Roh Kudus, ia menjadi seorang berani dalam memberitakan injil. Roh Kudus akan mengubah orang menjadi radikal dan militan dalam memberitakan injil, tidak takut pada apapun dan siapapun juga.

2. Gereja Penuh Roh Kudus adalah gereja yang tekun akan perkara-perkara rohani

“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.” Kisah Para Rasul 2:42-46

Gereja mula-mula yang penuh dengan Roh Kudus sangat tertarik dengan hal-hal yang rohani. Setiap hari mereka bersekutu bersama-sama, tanpa harus dipaksakan. Berbeda dengan keberadaan beberapa orang pada saat ini. Untuk belajar Firman atau mengikuti kegiatan ibadah lainnya harus diingatkan berulang-ulang, baik via telefon maupun sms.

3. Gereja penuh Roh Kudus adalah gereja yang produktif secara rohani

Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.” Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Kisah Para Rasul 2:40-41

“…sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan”. Kisah Para Rasul 2:47

“Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki”. Kisah Para Rasul 4:4

4. Gereja penuh Roh Kudus adalah gereja yang tidak takut aniaya/penderitaan

“Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati — bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu”. Kisah Para Rasul 4:8-10

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus”. Kisah Para Rasul 4:12-13

Pada saat itu tidak sedikit para rasul yang dianiaya, ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Pada saat Rasul Petrus di sidang, semua jemaat bertekun mendoakan mereka. Berbeda dengan keadaan sekarang, bukannya mendoakan tapi justru banyak yang menyalahkan para penginjil karena tidak bijak dalam dalam memberitakan injil.

5. Gereja penuh Roh Kudus adalah gereja yang royal

“Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Kisah Para Rasul 4:32-37

Gereja mula-mula pada saat itu sangat mementingkan kebersamaan, tidak ada yang kikir. Mereka tidak cinta harta/uang, bahkan mengganggap bahwa milik pribadi adalah kepunyaan bersama.

6. Gereja penuh Roh Kudus adalah gereja yang berwibawa

Kisah Ananias dan Safira dalam Kisah Para Rasul 5:1-11adalah bukti bahwa gereja/hamba Tuhan tidak bisa dipermainkan. Ananias dan Safira tidak bisa membohongi para rasul. Hal ini membuat jemaat pada saat itu tidak bertindak semaunya saja. Roh Kudus yang memberikan wibawa kepada para rasul untuk memimpin jemaat, sehingga tidak dilecehkan/disepelekan.

7. Gereja penuh Roh Kudus adalah gereja yang banyak tanda dan mujizat

“Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan”. Kisah Para Rasul 5:12-16

8. Gereja penuh Roh Kudus adalah gereja yang penuh dengan perkara ajaib/supranatural

“Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati. Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya: “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak”. Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, katanya: “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorang pun yang kami temukan di dalamnya.” Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: “Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak”. Kisah Para Rasul 5:17-25

9. Gereja penuh Roh Kudus adalah gereja yang lebih taat kepada Allah daripada manusia

“Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia”. Kisah Para Rasul 5:29

Di hari-hari terakhir ini Tuhan mencurahkan Roh-Nya secara luar biasa ke atas semua orang (Kisah Para Rasul 2:17) yang dikutip dari Kitab Yoel. Mengapa Tuhan membawa kita untuk belajar dari gereja mula-mula? Karena gereja mula-mula adalah gereja yang penuh dengan Roh Kudus. Tuhan merindukan gereja yang ada pada saat ini bepola pada gereja mula-mula.

Written by Pdt. Dr. Mediati Setiawan, MA