“IA LAYAK ENGKAU TOLONG”
GppsPalu – “Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali”. Lukas 7:1-10
Kisah yang telah kita baca di atas mungkin sering kita dengar, tapi mari saat ini kita renungkan kembali. Kisah di atas diakhiri dengan sembuhnya seorang hamba perwira karena pertolongan Yesus.
Perwira yang dikisahkan di atas masuk kriteria orang yang layak ditolong. Ini berarti perwira ini memenuhi syarat/layak/wajar/patut untuk ditolong
Saya yakin kita semua membutuhkan pertolongan Tuhan dalam menghadapi semua realita hidup. Mari belajar pada perwira ini, kriteria apa saja yang membuat perwira ini layak ditolong oleh Tuhan.
Apa dasar perwira ini layak ditolong Tuhan?
1. Ia memiliki kasih
“sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami” Lukas 7:5
Perwira ini mengasihi bangsanya. Dalam mengasihi pasti ada pengorbanan di dalamnya. Jelas bahwa perwira ini suka berkorban dan suka memberikan kasih kepada bangsanya.
Kesuksesan seseorang bisa dilihat dari seberapa banyak menabur buat untuk Tuhan. Kita berpikir ketika kita mengeluarkan uang buat orang lain, maka kita akan berkekurangan, padahal tidak demikian adanya. Ketika kita menabur maka suatu saat kitapun akan menuai. Jadi kita tidak perlu takut ketika kita menabur karena Tuhan pasti akan membalas sesuai dengan perbuatan kita.
“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong”. I Korintus 13:4
Kesombongan akan membuat orang egois dan tidak memperhatikan orang lain. Perwira ini tidak sombong, ini dapat terbukti dari bentuk perhatiannya pada hambanya yang sakit. Ia menaruh belas kasihan pada hambanya.
2. Tidak mau membuat susah Tuhan
“Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku”. Lukas 7:6
Perwira ini tidak mau menyusahkan Tuhan. Dengan bagaimana kita menyusahkan Tuhan? Yaitu ketika kita tidak mau menuruti Tuhan. Kita melakukan hal-hal yang justru mendukakan hati Tuhan dan tidak sesuai dengan perintah-Nya. Sering kita melakukan hal-hal yang melanggar Firman Tuhan. Mari mengintropeksi diri kita masing-masing, apakah kita sering membuat susah Tuhan?
3. Ketaatan
“sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya” Lukas 7:7,8
Perwira ini taat dengan apa yang dikatakan oleh Yesus. Ketaatan inilah yang membuat hambanya sembuh. Apakah selama ini kita sudah taat pada penggembalaan di gereja lokal kita? Ataukah kita sering berpindah-pindah gereja (gereja jalan jalan) sehingga kita tidak mengetahui keberadaan gereja lokal kita. Ketaatan merupakan jalan bagi kita untuk diberkati Tuhan. Mari belajarlah taat sampai Tuhan datang.
4. Memiliki iman yang besar.
“Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel”. Lukas 7:9
Tuhan Yesus heran melihat iman perwira yang besar. Mari buat Tuhan Yesus heran, bukan heran dengan kelakuan kita tapi dengan iman kita.
“Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Lukas 17:5
Iman kepada Yesuslah yang membuat kita sanggup menghadapi persoalan apapun. Berdoalah kepada Tuhan agar Ia menambahi iman kita. Kita tahu bahwa dunia ini semakin jahat, karena waktunya sudah tidak lama lagi. Oleh sebab itu kita harus hidup oleh iman, sehingga kita tetap kuat menghadapi segala pergumulan hidup.
Written by Pdt. DR. David Silalahi









