“HIDUP OLEH IMAN ADALAH GAYA HIDUP ORANG PERCAYA #2
GppsPalu – “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri diatas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus” Yudas 1:20
Filipi 1 : 20-25
Dari ayat-ayat firman Tuhan yang sudah kita baca, kita lanjut belajar kebenaran Firman Tuhan dari hal hidup oleh iman adalah gaya hidup atau jalan hidup/way of life orang percaya.
Sangat jelas “hidup oleh iman” bukan hanya sekedar istilah, begitu juga dengan “lahir baru menjadi ciptaan baru” bukan hanya sekedar istilah akan tetapi sangat real bahwa itu adalah gaya hidup orang percaya. Hidup oleh iman adalah mutlak, dan awal dari menjalani hidup oleh iman adalah ketika kita lahir baru ataupun ciptaan yang baru.
BUKTI KELAHIRAN BARU ADALAH MENJALANI HIDUP BARU
Dari mana kita bisa mengetahui orang itu sudah lahir baru? Yaitu setelah kita melihat bahwa orang ini sesudah menerima Tuhan Yesus, ia menjalani hidupnya dengan hidup oleh iman. Dengan demikian kita bisa memahami bahwa sekalipun lahir baru itu ditandai dengan doa terima Tuhan Yesus, mengaku dosa percaya Tuhan Yesus Kristus lewat pengorbanan di atas kayu salib dan dengan darah-Nya yang tercurah menebus kita dari segala dosa. Firman Tuhan berkata barangsiapa yang percaya dan menerima Dia tidak binasa tetapi menerima kehidupan kekal didalam kerajaan Sorga. Ini bicara soal akhirat tetapi orang yang sudah lahir baru ini, yang sudah bertobat ini masih hidup di dunia.
Menjalani hidup baru itulah hidup oleh iman, melakukan kebenaran firman Tuhan di sepanjang umur hidup sampai pada akhir. Hal inilah yang sebenarnya mutlak, akan tetapi justru ini yang tidak menjadi perhatian. Sebagian mengganggap bahwa karena itu sudah menjadi doktrin di dalam kekristenan, ada yang memakai doktrin tersebut bahwa jika sudah terima Yesus dan sudah ada keyakinan masuk sorga mau menjadi apapun di dunia tetap masuk sorga, yang sering diistilahkan “sekali selamat tetap selamat”. Padahal setelah kita belajar kebenaran firman Tuhan, banyak sekali yang gugur dari iman di dalam menjalani hidupnya, sebab mereka tidak menjalani hidup barunya. Oleh karena itu seseorang yang benar-benar lahir baru menjadi ciptaan yang baru itu dapat terlihat dalam hidup sehari-hari bukan pada waktu ia kebaktian, bukan pada waktu ia berkhotbah, bukan pada waktu ia memuji Tuhan dan bukan pada waktu ia melayani Tuhan tetapi dalam kehidupan sehari-hari.
Paulus memberikan kesaksian iman tentang apa itu lahir baru dan apa itu hidup oleh iman. kita tahu bagaimana latar belakang seorang Paulus – dialah Saulus penganiaya Jemaat dan anti kepada orang Kristen. Tetapi setelah dia berjumpa dengan Tuhan dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dia lahir baru dan menjadi ciptaan yang baru. Sebagai orang percaya ia menjalani hidup barunya dengan hidup oleh iman.
Jadi hidup oleh iman sudah menjadi gaya hidup Paulus setelah ia lahir baru dan menjadi ciptaan baru. Dalam segala hal diseluruh dan di setiap aspek hidupnya Kristus dimuliakan, “dengan nyata” berarti ada pembuktian secara konkrit melalui tindakan dan perbuatan dan buah iman yang dimilikinya bahwa buah-buah yang dimilikinya adalah melaksanakan firman Tuhan dalam hidup sehari-hari. Maksud dari kata “dimuliakan di dalam tubuhku” karena setiap manusia wujud nyatanya pasti ada yaitu tubuh, mempunyai nama, dan pelaku hidupnya itulah oknumnya yang “Nyata” dan tidak abstrak.
Sekali lagi hidup dalam iman adalah dalam hidup sehari-hari bukan di saat berdoa, bukan di saat ibadah, bukan di saat melayani, karena semua orang bisa bersikap rohani dan bertampang rohani di saat ia melakukan kegiatan-kegiatan rohani dan pelayanan–pelayanan rohani, tetapi dalam hidup sehari–hari dan dimanapun kita berada Kristus harus dengan nyata di muliakan.
APLIKASI HIDUP DALAM IMAN
Hidup dalam iman ada yang bersifat vertikal yaitu pribadi dengan Tuhan (ketaatan terhadap segala perintah, segala ketetapan Tuhan yang tertuju kepada Pribadi Tuhan) dan ada yang sifatnya horisontal yaitu kepada sesama manusia dan kepada sesama saudara seiman.
Dua minggu yang lalu kita belajar bagaimana hidup oleh iman secara horizontal, bahwa disaat kita hidup oleh iman maka interaksi antara sesama manusia adalah perbuatan-perbuatan iman. Didalam Yakobus kita dapat pelajari iman tanpa perbuatan adalah mati. Kita bisa merenungkan bagaimana cara iblis membuat orang percaya jadi seperti itu. Tuhan tidak pernah mengajar kita takut kepada iblis, sekaligus Tuhan tidak pernah mengajarkan kita untuk meremehkan iblis. Mari kita renungkan bahwa kita boleh lahir baru dan menjadi ciptaan yang baru hanya oleh anugerah dari Tuhan Yesus Kristus yang telah mati di atas kayu salib. Pengorbanan-Nya adalah pergumulan yang sulit tetapi menang atas dosa dan atas maut. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus ada kuasa yang begitu dahsyat, yang sebenarnya membuat iblis tidak punya hak untuk menyentuh kita. I Yohanes 5 berkata bahwa kemenangan yang mengalahkan dunia adalah iman. Akan tetapi iblis punya kemampuan menggagalkan orang-orang percaya, jika mereka hanya namanya saja “orang percaya” tetapi tidak mau hidup oleh iman.
I Petrus 5:8-9 Tuhan memperingatkan bahwa kitatidak bisa meremehkan iblis. Banyak orang percaya dan beberapa waktu kemudian mereka ternyata tumbang. Mereka memiliki iman tetapi tidak teguh karena hanya tahu teori.
Firman Tuhan mengatakan “Lawanlah iblis dengan iman yang teguh”. Bukankah Yesus sudah menang? Melalui kebangkitan-Nya Ia sudah mengalahkan iblis, mengapa kita disuruh melawan iblis? Tuhan menghendaki kita melawan iblis dengan iman yang teguh. Bagaimana kita bisa punya iman yang teguh? Dan bagaimana kita bisa tahu iman itu teguh? Dengan cara diuji kalau iman itu teguh, pasti sudah melewati ujian.
TERLATIH HIDUP OLEH IMAN DALAM HIDUP SEHARI-HARI
Jadi kalau kita melatih diri kita melakukan firman dari hal yang kita anggap sepele, itulah ujian iman karena ujian ketaatan itu adalah penderitaan bagi daging, kehidupan daging/kehidupan jiwani itu yang tidak suka kepada apa yang menjadi kehendak Tuhan itulah yang harus kita latih dari diri kita, lulus atau tidak. Jika kita lulus dari situlah mulai ada kekuatan sehingga berikutnya ada lagi kekuatan. Alkitab berkata agar janganlah kita tekejut, janganlah heran apabila ada api siksaan menimpa kita seolah-olah sesuatu yang luar biasa, jangan kaget dan heran karena semua itu untuk menguji kemurnian iman kita. Ada hal-hal yang luar biasa tetapi karena kita sudah terlatih kita akan menganggapnya menjadi hal yang biasa saja karena sudah tabah, sudah tangguh, sudah kokoh. Yang seperti inilah baru bisa menghadapi iiblis. Akan tetapi untuk menuju tahap seperti ini dan menjadi berkualitas, kita harus jalani dulu hidup oleh iman. Kalau tidak bisa berhasil akan nampak kegagalan baik secara horisontal, apalagi secara vertikal. Terkadang orang percaya gagal karena ada iblis yang menghadang, dan ketika ia tidak menjalani hidup baru dan tidak menjadikan hidup oleh iman itu sebagai gaya hidup sehari-hari, iblis juga punya kemampuan membawanya kembali menjadi orang berdosa, dan apabila mati didalam dosa, kemana dia akan pergi?
Tuhan sudah memberikan kita warning melalui firman-Nya, baik yang horisontal iblis akan menghadang disitu supaya kita tidak melakukan kebenaran-kebenaran firman di antara sesama, dan sangat nyata dalam menjalani kehidupan sehari-hari, apabila ada yang melihat saudaranya dalam kekurangan, tidak ada yang dipakainya kemudian dia berkata kepada saudaranya selamat jalan hangatkanlah tubuhmu, makanlah yang kenyang, tanpa melakukan apa-apa, apakah gunanya iman itu, iman yang tanpa perbuatan? Kalau kita bicara soal iman itu bicara tentang hal yang real/nyata dalam kehidupan sehari-hari, tindakan-tindakan nyata dalam hidup kita dan bukan sebuah ritual tetapi hidup sehari-hari. Tidak ada gunanya kalau kita tidak melakukan Firman Tuhan, ada Firman Allah yang harus di lakukan yang bersifat pribadi yaitu antara orang itu kepada Tuhan, tetapi iblis menghadang, sehingga orang yang tidak hidup oleh iman akan gagal melakukannya. Dalam kitab Daniel disitu kita menemukan bagaimana sebuah jawaban doa dihadang oleh iblis sampai sekian puluh hari, jawaban sudah ada tapi dihadang iblis, kalau kita tidak pernah membaca Firman dengan cermat kita akan mengatakan apa kemampuan iblis bisa menghalangi jawaban dari Tuhan tapi itulah yang ditulis oleh alkitab maka kita jangan ekstrim tetapi mari kita dapat memahami bahwa untuk menghadapi serangan/halangan dari iblis hanya iman yang teguh di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
MENIKMATI HIDUP OLEH IMAN
Dalam Filipi 1:22, Paulus juga bingung yang manakah yang harus dipilih, karena ada pertimbangan secara horisontal dan vertikal, ada pertimbangan secara manusiawi ada pertimbangan secara rohani, dan apakah yang harus dia lakukan dalam kondisi seperti ini? Dalam ayat 23 Paulus menemukan makna hidupnya sebagai orang percaya dalam konteks hidup oleh iman yaitu bekerja memberi buah. Hidup oleh iman dalam dunia ini besar manfaatnya bukan hanya bagi diri sendiri tapi bagi orang lain, kita jadi berguna bagi orang lain dan orang lain juga mengalami kemajuan. Oleh karena itulah mengapa kita perlu memahami sesudah kita lahir baru apa yang harus kita lakukan sebagai orang percaya, secara hukum logika sederhana, seorang lahir untuk menjalani hidup, dia menjalani hidupnya karena dia sudah lahir, dan begitu juga disaat kita menjadi orang percaya, kita lahir baru kita harus menjalani hidup baru kita, tetapi apa yang harus kita kerjakan / harus lakukan, kita tahu itu adalah melakukan Firman Tuhan.
Tuhan tidak pernah mempersulit kita hidup di dunia dengan melakukan segala perintah-perintah Firman Tuhan sehingga banyak orang tidak menikmati iman percayanya dalam menjalani hidup, tetapi Firman menjadi tekanan baginya. Dalam 2 Petrus 1:3-4, Tuhan sudah menganugerahkan segala sesuatunya yang berguna bagi tujuan hidup yang saleh. Kita tinggal menjalaninya. Tetapi banyak yang menganggap betapa beratnya dan sulitnya untuk menjadi pribadi yang taat kepada Tuhan. Ketika di dalam kehidupan nyata ini kita tidak melakukan Firman maka kita melanggar Firman, dan didalam kita menjalani hidup kita di dalam melakukan ketaatan kepada Tuhan, Tuhan sudah memberikan segala sesuatu di seluruh aspek hidup kita yang berguna untuk mencapai Tujuan ilahi dari Allah. Oleh karena itu mari kita melihat mengapa Tuhan memberikan ini semua. Disaat kita melakukan Firman dengan sendirinya hal duniawi mati, sebaliknya disaat kita tidak melakukan Firman hal duniawi yang kita lakukan.
Tuhan sudah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar supaya olehnya kita boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Tetapi yang keliru adalah seringkali orang berusaha menghadirkan imannya untuk suatu permintaan-permintaan dan keinginan-keinginan atas apa yang sudah Tuhan janjikan, dan ketika menjalani hidup sehari-hari imannya lenyap. Padahal iman bukan hanya sekedar jawaban doa untuk suatu permintaan, iman adalah ketaatan kepada Firman.
Apa yang dimaksud kodrat ilahi? Contoh dalam kehidupan seorang pria/laki-laki menjalani hidupnya dengan kodrat sebagai seorang laki-laki, makanya laki-laki tidak akan pernah melahirkan. Begitu juga halnya seorang wanita dia akan menjalani hidupnya dengan kodrat sebagai seorang wanita dengan hal-hal alamiah secara kodrat. Alkitab mengatakan kita lahir dari benih Ilahi maka kita harus memiliki kodrat Ilahi. Segala janji-janji Tuhan yang luar biasa itu diberikan kepada kita supaya kita memiliki kodrat ilahi.
Dalam 2 Petrus 1:5 iman harus bertumbuh dengan berbagai bentuk pengalaman iman. Dari kalimat “justru karena itu” ayat ini menjelaskan bahwa kita bukan hanya dengan santai ataupun pelan-pelan tetapi haruslah dengan sungguh-sungguh berusaha menambahkan kepada imanmu kebajikan, kapankah kebajikan bisa terjadi ketika kebajikan yang ada pada kita oleh iman sudah menjadi kodrat Ilahi. Kalau kita bisa melakukan kebajikan tetapi belum menjadi kodrat ilahi, maka seperti didalam 1 Korintus 13 yaitu kebajikan dilakukan tanpa didasari kasih. Bukan hanya menolong orang yang harus kita tolong, tetapi harus dengan kasih, bahkan walaupun orang tersebut sudah menyakiti kita tetap kita harus melakukan kebajikan kepada orang tersebut. Disaat kita bisa melakukan hal itu kita akan merasakan damai sejahtera dan orang tersebut pun akan dijamah oleh Tuhan. Di saat kita berusaha dengan sungguh-sungguh melakukan kebajikan awalnya kita akan merasakan sakit. Tapi itulah penanaman kodrat Ilahi kedalam kedagingan yang memang terasa menyakitkan, tetapi pada akhirnya kita akan melihat dan merasakan indahnya sebuah ketaatan.
Written by Pdt. DR. R. F. Martino









