OTORITAS ORANG BENAR
GppsPalu – Dalam suatu persekutuan doa, Tuhan memperlihatkan tentang sesuatu kepada saya. Saya melihat ada sekumpulan wadah untuk menyalakan lilin, tapi yang terlihat hanyalah wadah-wadah yang berisi air raksa tetapi tidak ada apinya.
Kemudian saya juga memperhatikan sebuah tanaman bunga kamboja. Bunga kamboja yang mempunyai daun dan bunga yang bagus tetapi akar dari bunga tersebut, yang berbentuk bonggol, kosong dan sudah busuk.
Dua pengertian yang Tuhan berikan kepada saya adalah bahwa kita harus selalu memperhatikan hidup persekutuan pribadi kita dengan Tuhan dan mengintropeksi diri di hadapan Tuhan.
Berbicara mengenai otoritas orang percaya, banyak orang yang tidak memahami tentang hal ini. Kebanyakan orang percaya hanya pasrah dengan keadaannya, sehingga tidak mengetahui posisinya sebagai milik Tuhan yang memiliki otoritas dan kuasa dari Allah. Berikutnya adarang percaya yang tahu bahwa ia punya otoritas Allah tetapi tidak berani untuk memanifestasikannya dalam kehidupan sehari-hari, hanya disaat tertentu saja, misalnya dalam doa.
Definisi otoritas
Otoritas adalah kuasa atau hak untuk memberikan perintah, bertindak atau membuat keputusan akhir, hak hukum. Juga berarti kuasa yang diberikan kepada orang lain.
Tuhanlah pemegang otoritas tertinggi. Roma 13:1 “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah”.
Dari awal mulanya Tuhan memerintahkan manusia untuk menjalankan otoritas-Nya di bumi.
“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”. Kejadian 1:26
“Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya” Mazmur 8:2-7
Betapa harus bangganya kita terhadap kepercayaan otoritas yang Tuhan berikan kepada. Ini membuktikan bahwa kita bukan sembarang orang, ada urapan dan wibawa Allah dalam diri kita.
Allah memilih manusia untuk menjalankan otoritas-Nya dibumi. Dalam Perjanjian Lama Para imam, hakim, nabi, raja telah membuktikan otoritas tersebut. Tidak ada yang dapat melawan otoritas Allah yang ada pada mereka.
Iblis berusaha menggoda kita untuk mengganggu otoritas Allah yang ada pada kita. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia terpisah dari Allah dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Sebenarnya Iblis tidak bisa mengendalikan kita, kitalah yang harus mengendalikannya.
“Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat”. I Yohanes 5:19
Namun para imam, hakim, nabi raja yang dipilih Allah dalam Perjanjian Lama, telah membuktikan otoritas dari Allah.
Melali pengorbanan Yesus yang mati di atas kayu salib, Otoritas itu dikembalikan kepada manusia melalui iman percaya mereka.
Bagaimana posisi orang yang sudah dipulihkan?
“Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia”. I Yohanes 4:4
Tidak ada alasan berkata bahwa kita adalah orang yang lemah. Seringkali kita terbujuk dengan orang-orang yang ada di sekitar kita, sehingga hal itu mempengaruhi kita dan kitapun menyalahkan keadaaan di sekitar kita. Seharusnya kita yang mengendalikan suasana/situasi di sekelilng kita. Kita harus mempengaruhi orang datang kepada Kristus. Sadarilah bahwa sesungguhnya kuasa itu sudah diberikan pada kita.
“Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu”. Lukas 10:19
Tujuan Tuhan Memberikan Otoritas
1. Mendirikan kerajaan Allah di bumi
“…datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”. Matius 6:10
Tuhan Yesus memberikan otoritas kepada:
a. 12 orang murid-Nya (Lukas 10:1-20
b. 70 orang murid-Nya yang lain (Lukas 10-1-20)
c. Kepada kita (Matius 28:19-20; Markus 16:15-20)
2. Untuk mendapatkan rancangan-Nya kembali/janji-janji Allah
Janji Tuhan bukan hanya sekedar janji, Tuhan rindu kita menikmati dan merebut semua janji Allah dalam hidup kita
Bagaimana Cara Memanifestasikan/Mewujudnyatakan Otoritas Tuhan?
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mewujudnyatakan otoriotas Tuhan yaitu melalui:
1. Doa dan penyembahan
Doa dan penyembahan ini bersifat untuk membangun rohani kita/untuk pribadi kita. Bagaimana dengan mezbah pribadi kita? Seperti penglihatan yang telah saya jelaskan di atas, bahwa ada banyak wadah untuk api menyala, tapi mengapa tidak ada apinya? Saya merindukan ada transfer-an api dari wadah yang ada apinya ke wadah tanpa api. Tetapi hal ini tidak bisa terjadi. Ini membuktikan hanya persekutuan pribadilah yang dapat membuat wadah itu ada apinya.
Kita harus mengenal Tuhan secara pribadi yaitu melalui doa dan penyembahan kita. Orang yang punya hubungan erat dengan Tuhan, masalah apapun tidak akan membuatnya terpuruk tapi justru membuatnya kuat.
2. Syafaat/peperangan rohani
Doa syafaat adalah pelayanan dalam doa, kita berada di antara Allah dengan orang yang kita doakan. Dalam doa syafaat kita sedang mengadakan peperangan rohani. Kita harus mengambil alih kendali atas lingkungan (Keluarga, tetangga, tempat bekerja, sekolah, dll) melalui peperangan rohani. Sebagai contoh, ketika diberkati Tuhan dengan membangun sebuah rumah, sebaiknya kita mendoakannya terlebih dahulu, membersihkannya dari segala campur tangan kuasa kegelapan, mengambil hak sah yang sudah Tuhan berikan pada kita serta menghadirkan hadirat Allah di rumah kita.
3. Perbuatan/pekerjaan
Tingkah laku di lingkungan tempat kita beraktifitas, itulah yang mereka lihat. Ketika ada orang yang memperkatakan hal yang buruk pada, kita bisa langsung metahkan kutuk tersebut di dalam nama Yesus, serta memperkatakan hal yang baik. Jangan terintimidasi dengan sikon yang tidak baik yang ada di lingkungan kerja.
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga”. Matius 18:18
“Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,” II Korintus 10:3-5
Menghadirkan kembali Otoritas/Kerajaan Allah
1. Dalam keluarga
2. Di tempat kerja/usaha/sekolah/kampus
3. Di lingkungan tempat tinggal
4. Di Kota, desa, suku-suku, bangsa, dll
Bagimana Agar Tetap Konsisten
“Maka diceriterakan-Nya suatu perumpamaan kepada mereka itu, bahwa mereka itu wajib berdoa senantiasa dengan tiada putus harap,”. Lukas 18:1 (TL)
“dengan segala doa dan permintaan. Berdoalah tiap-tiap waktu dengan Roh sambil berjaga-jaga di dalam hal itu dengan segala usaha dan permintaan karena sekalian orang suci itu”. Efesus 6:18
“Sebab itu, hendaklah kalian saling mengakui kesalahan dan saling mendoakan, supaya kalian disembuhkan. Doa orang yang menuruti kemauan Allah, mempunyai kuasa yang besar”. Yakobus 5:16 (TS)
Inilah satu cara untuk tetap tersambung dengan Tuhan. Kita tidak boleh putus hubungan dengan Tuhan dan hubungan itu harus tetap konsisten. Hubunganyang akrab dengan Tuhan akan membuat kita peka dengan suara Tuhan.
Penutup
Tuhan rindu agar kita sebagai orang percaya memahami tentang hal ini. Otoritas yang sudah Tuhan berikan kepada kita, harus kita manifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sambil terus menjaga wibawa Allah dalam hidup kita. Sehingga orang disekitar kita bisa melihat kemuliaan Tuhan yang ada pada kita dan mereka semua bisa menjadi orang percaya yang juga memiliki otoritas Tuhan. Amin
Pdt. Milkha Potuda









