This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Category Archives: KOTBAH

MENGENAL IDENTITAS YESUS DENGAN JELAS

Matius 16:13-19 13 “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” 14 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” 16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” 17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.””

I. Identitas Tuhan

Identitas Tuhan harus kita kenal dengan jelas dan eksistensi Tuhan harus kita alami dalam hidup kita. Karena itu jangan membuang-buang waktu dalam mengejar pengenalan akan Tuhan. Orang yang suka membuang-buang waktu, orang ini akan berada pada lingkaran waktu yang pada akhirnya akan mengecewakan dirinya.

Kitab Ibrani berkata “selama masih dapat dikatakan ‘Hari ini’ janganlah keraskan hatimu”. Berarti kita harus memahami Kairos / waktu-Nya Tuhan.

Jangan mengidolakan, mengekspos, mengunggulkan siapapun melebihi Tuhan Yesus. Kehancuran sebuah gereja adalah karena mengagungkan seseorang atau sesuatu melebihi Yesus.

Saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Para murid-Nya berkata: Ada yang mengatakan:

A. Yohanes Pembaptis
Yesus berkata: “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis” (Mat 11:11). Meskipun demikian, Yesus lebih besar dari Yohanes Pembaptis.

B. Elia.
Elia terkenal dengan kuasa dalam berkhotbah tentant Firman Tuhan dan mujizat. Tetapi Yesus lebih besar dari Elia.

C. Yeremia.
Yeremia adalah hamba Tuhan yang rendah hati dan siap menderita terhadap hukuman yang menimpa dirinya. Ada banyak gereja yang memiliki figur hamba Tuhan yang lemah lembut dan rendah hati. Namun hamba Tuhan itu tidak boleh lebih diagungkan melebihi Yesus.

D. Salah seorang dari antara para nabi.

Maka Yesus bertanya kepada mereka, “Menurutmu Siapakah Aku ini?” Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, dan Yesus menyebut Petrus berbahagia.

II. Kebahagiaan
“Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”

Kita harus memahami bahwa kebahagiaan sejati adalah saat Firman Tuhan menjamah dan mengubahkan hidup kita.

III. Gereja yang Kuat
“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”

Pada zaman ini banyak gereja yang membuat ibadah yang kelihatan “wah” namun kesakralan ibadah tidak ada disana. Banyak pelayan Tuhan yang hanya berusaha menampilkan praise and worship yang menarik dengan lampu-lampu berwarna-warni sehingga terkesan glamour
tetapi tidak ada kesakralan dalam ibadah.

Tuhan tidak menginginkan gereja yang besar namun Tuhan menginginkan gereja yang kuat. Kalau Tuhan menginginkan gereja besar, maka gereja di kota kecil tidak akan masuk dalam hitungan.

Kita harus kuat tetapi tidak simsalabim. Kita harus latihan untuk menjadi kuat.
Dan peran gereja adalah memfasilitasi untuk pertumbuhan rohani jemaat dengan melaksanakan pemuridan.

Diri kita, karakter kita harus menyatakan kehadiran Kristus. Kita bisa bekerja di kantor atau dimana saja namun Yesus harus mengontrol kehidupan kita.

Kita perlu mengenal diri kita dan mengizinkan Kristus membentuk karakter kita. Jangan undur saat Tuhan membentuk diri kita.

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak akan dikenal orang banyak jika mereka sebelumnya tidak masuk ke dalam perapian. Daniel tidak akan dikenal orang jika ia tidak masuk dalam gua singa. Jadi jika kita tidak mau masuk dalam penderitaan, maka kita tidak akan mengalami promosi.

IV. Otoritas
“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Seringkali kita merasa tidak memiliki otoritas padahal ada otoritas yang Tuhan berikan kepada kita:

A. Otoritas rendah (Berkaitan dengan berkat jasmani)

Otoritas berkat baru Tuhan berikan saat kita menabur/melepas berkat di tangan kita untuk orang lain atau pekerjaan Tuhan. Maka cara Tuhan memberkati kita melalui partisipasi kita dalam proyek-Nya Tuhan.

Namun sayangnya banyak orang yang hanya basa basi dalam perkataan tetapi tidak asa tindakan menabur.

Selain itu jika kita ingin diberkati, jangan sombong! Saat Tuhan memberkati kita, janganlah menjadi sombong. Kita harus memiliki kerendahan hati, kejujuran, dan hati nurani kita harus benar.

B. Otoritas mengusir setan-setan.

Jadi jika ada orang kerasukan, seharusnya kita tidak perlu langsung menelpon gembala. Kita bisa mengusir setan dengan otoritas yang Tuhan berikan. Asalkan pastikan hidup kita sudah benar.

Mengapa kita bisa mengusir setan-setan? Karena Roh Kudus yang ada di dalam diri kita lebih besar daripada roh-roh yang ada di dunia ini.

By : Pdt. Natan Manungkalit

Orang-Orang yang Mengecewakan

Lukas 14:15-21 15Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”16Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.17Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.18Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.19Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.20Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.21Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.

1 Korintus 10:32-33 Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.33Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

Baca: Matius 25:14-30 (perumpamaan tentang talenta)

Rasa kecewa tidak selalu disebabkan oleh karena manusia, bisa saja karena situasi kondisi dalam beragam bentuknya dalam kehidupan kita. Adalah tidak benar ketika kita mengecewakan orang lain lalu kita menuntut orang itu untuk tidak kecewa karena firman Tuhan mengatakan “jangan menjadi kecewa” maka yang dapat terjadi kemudian ialah kita akan berulang-ulang melakukan dan mengecewakan orang tersebut. Jangan membuat orang lain kecewa jauh lebih penting dari jangan menjadi kecewa. Hal ini berarti ada “saling tidak mengecewakan”.Kita akan belajar lebih dalam lagi supaya kita tidak menjadi orang-orang yang mengecewakan karena hal ini beresiko merugikan diri sendiri.
Ada 3 kisah dalam perumpamaan di alkitab tentangorang-orang pembuat kecewa:
1.    Perumpamaan tentang undangan pesta perjamuan kawin
2.    Perumpamaan tentang talenta
3.    Perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat
Tidak seorangpun dari kita mau mengalami pengalaman seperti yang disebutkan dalam kasus-kasus di atas. Sudah tulus hati mengundang tetapi orang yang diundang tidak datang dengan segala alasan.Begitujuga dengan perumpamaan tentang talenta, berbicara mengenai seorang hamba yang mengecewakan. Tidak seorangpun dari kita yang menginginkan karyawan yang sudah kita berikan tugas, tetapi tidak melaksanakan tugasnya, justru membuat kerusuhan. Ketiga kasus peristiwa diatas adalah himpunan orang-orang yang mengecewakan. Ada kalanya kita hanya bisa mengeluh bagaimana kita kecewa kepada seseorang tanpa pernah menyadari bahwa kita seringkali mengecewakan banyak orang. Orang menganggap kita mengecewakan dia dan dia merasa kecewa. Tetapi diri kita menganggap justru kita yang dikecewakan oleh dia. Oleh karena itu keduanya perlu introspeksi diri untuk menemukan siapa sebenarnya pembuat kecewa dan siapa yang pantas kecewa. (Bukan secara alkitab tetapi secara naluri alamiah terjadi).
Jika kita adalah orang yang bertumbuh di dalam iman kita pasti tahu bagaimana mengantisipasi supaya tidak kecewa karena kita sudah tahu firman Tuhan, tetapi yang seringkali tidak kita sadari atau bahkan dengan sadar dilakukan adalah kita membuat orang lain kecewa. Itu sebabnya firman Tuhan sudah mengingatkan kepada kita supaya kita tidak menjadi batu sandungan bagi yang lain, karena orang pembuat kecewa adalah batu sandungan bagi orang lain. Rasul Paulus mengajarkan “Jika saudaraku menjadi lemah hanya karena aku makan daging maka aku tidak perlu memakan daging supaya saudaraku tidak menadi lemah”. Ia menjaga diri begitu rupa supaya ia tidak mengecewakan. Ia memberikan satu contoh etika kehidupan sebagai orang percaya bagaimana membawa diri dalam kebersamaan satu dengan yang lain, dalam hubungan satu dengan yang lain. Firman Tuhan mengingatkan untuk kita saling mengasihi, kata “saling” berarti bukan hanya sepihak.
Secara psikologis, ketika kita membuat seseorang kecewa maka pantas bagi orang itu menjadi kecewa. Hal itu alamiah, tinggal bagaimana ia memahami Firman apakah ia tetap menjadikan kekecewaan itu menjadi akar pahit kemudian menjadi sesuatu yang merusak dirinya, itu adalah perkara yang lain. Setiap orang berhak kecewa. Kita tidak bisa memaksakan orang untuk mengerti kita atau untuk tidak kecewa. Secara manusia orang memiliki hak untuk kecewa karena telah dikecewakan. Apakah ia memahami atau tidak Itu adalah urusannya dengan Tuhan tetapi kita tidak bisa memaksakan orang itu untuk mengerti terhadap kita. Jika kita adalah orang yang suka membuat kecewa maka kita harus berubah. Seringkali pergaulan anak-anak Tuhan/umat percaya menganggap jika ia sudah mengecewakan orang lain, maka dapat diselesaikan secara rohani. Kita orang percaya tidak boleh menjadi orang pembuat kecewa. Paulus mengingatkan agar kita berusaha untuk menyenangkan semua orang dalam segala hal kecuali dalam hal prinsip iman, tidak ada orang yang boleh menggugat prinsip iman kita apapun alasannya karena Paulus pun mengajarkan “jika aku berusaha berkenan dihadapan manusia, maka aku bukanlah hamba Allah”. Dalam hubungan satu dengan yang lain, Tuhan menetapkan agar kita punya etika dan aturan untuk tidak mengecewakan orang. Menyenangkan orang bukan berarti kita menyenangkan orang dengan kita menyangkal Tuhan atau dalam bahasa rohani bagaimana caranya kita bisa menjadi berkat, bagaimana cara kita berbicara, bersikap satu dengan yang lain sebagai saudara, sebagai pelayan Tuhan semua ada aturannya.
Setiap kita pasti pernah mendapatkan undangan pesta. Ketika kita diundang, berarti kita diperhitungkan, kita masuk dalam daftar hitungan orang-orang yang layak diundang.Baik undangan dari keluarga, sahabat, pemerintah, perusahaan dan lain sebagainya, diundang berarti diperhitungkan dan ada nilainya. Tetapi ternyata penghargaan yang diberikan kepada orang-orang dalam perumpamaan tersebut, tidak mereka perhitungkan. Ada saja kendala yang mereka sebutkan walaupun disampaikan dengan cara yang sopan. Orang pertamabaru membeli tanah dan akan pergi melihatnya, orang kedua baru saja membeli sapi dan akan mencobanya. Dan orang ketiga berkata bahwa ia baru saja menikah dan karena itu ia tidak dapat pergi. Jadi masing-masing ada alasannya untuk tidak pergi. Jika penghargaan yang diberikan kepada kita tidak kita hargai dalam hidup kita, maka akan tumbuh satu kebiasaan meremehkan semua yang bernilai di dalam kehidupan kita. Jika kita diundang berarti kita dihargai, dihormati dan dipandang layak. Secara logika saja betapa bangganya jika kita diundang. Inilah yang ada dalam diri orang yang suka membuat kecewa. Ia tidak pusing dan ia tidak dapat menghargai dirinya sendiri sehingga penghargaan yang diberikan kepadanya, ia menganggapnya tidak bernilai. Orang seperti ini adalah orang-orang yang sangat mudah menjadi orang pembuat kecewa. Orang-orang pembuat kecewa tidak menghargai hal seperti itu karena dirinya sendiri ia tidak dapat hargai, ia pun tidak punya rasa malu, dimanapun ia tidak akan pusing terhadap orang-orang yang kecewa terhadap dirinya.
Akhirnya tuan yang mendengar laporan anak buahnya sangat murka dan menyuruh anak buahnya untuk memanggil semua orang cacat, orang lumpuh, orang buta untuk datang di pestanya.
Jika kita tidak berhenti menjadi pembuat kecewa, kita tidak akan pernah sampai ke tempat pesta, kita akan terpuruk di tempat di mana kita berada, terpuruk dengan 5 pasang sapi,terpuruk dengan tanah di ladang dan terpuruk dengan pasangan kita. Itu sebabnya kita perlu menyadari baik dalam keluarga, jangan pernah mengecewakan. Ketika kita bekerja padaorang lain atau bekerja di perusahaan/instansi manapun, jangan pernah mengecewakan orang/perusahaan tempat kita bekerja. Ketika berbisnis, janganlah berbisnis dengan mengecewakan orang lain.
Memang kita belum sempurna tetapi prinsip itu harus tertanam di dalam diri kita supaya kita memaksimalkan semua potensi apapun bentuknya yang ada di dalam diri kita supaya tidak mengecewakan. Kepada para hamba Tuhan, menjadi pendeta tidak boleh dijadikan profesi tetapi setiap pendeta harus profesional artinya ia menguasai dengan benar dan menguasai keseluruhan semua hal-hal yang ada hubungannya dengan kependetaannya. Itu sebabnya GPPS mengadakan jenjang Diklat kependetaan mulai dari Pendeta Pembantu (Pdp), Pendeta Muda (Pdm) sampai kepada Pendeta (Pdt), mau menjadi majelis daerah ada sekolah kader Majelis Daerah, mau jadi majelis pusat ada sekolah calon majelis pusat. Semuanya harus di persiapkan. Tidak hanya duduk menikmati jabatan dan lupa akan kepercayaan dan tanggung jawab yang ada di dalamnya.
Mungkin bagi kita, orang cacat lumpuh tidak bisa berbuat apa-apa, tidak mungkin dia akan masuk ke pesta tidak mungkin dia akan masuk ke dalam hal yang menyenangkan tetapi situasi kondisi dunia ini dengan keadaan yang semakin maju, kita akan terkejut dan bahkan sudah terjadi di negeri ini ada perusahaan yang mengerjakan orang-orang cacat/disabilitas. Sementara orang yang memiliki fisik normal masih kesana kemari membawa map tetapi yang duduk sebagai manajer justru orang disabilitas dan mereka dapat bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan. Beberapa restoran tidak lagi menggunakan pegawai atau karyawan tetapi menggunakan robot. Bahkan ada resepsionis yang melayani tetapi tidak hadir secara fisik melainkan bentuknya adalah hologram. Dengan kemajuan teknologi seperti ini, maka orang-orang pembuat kecewa semuanya akan tersingkir.
Dalam kasus yang lain, bentuk kepercayaan yang diberikan kepada seseorang bentuknya berupa uang. Yang dapat 5 talenta menganggapnya bahwa ini adalah suatu kepercayaan yang luar biasa maka ia segera pergi mengelola lima talenta itu dan mendapatkan hasilnya 100% yaitu lima talenta. Yang mendapat 2 talenta melakukan hal yang sama. Tetapi yang mendapat 1 talenta, pergi dan menguburkan talentanya. Maka yang memperoleh satu talenta dan tidak mengelolanya, mendapat resiko ia pasti dibuang.
Orang pembuat kecewa ciri-cirinya antara lain suka menunda-nunda, tidak segera, tidak responsif, santai, ia lupa bahwa dunia terus berubah, situasi kondisi terus berubah. Jadi apa yang di bisa dikerjakan hari ini kerjakanlah! jangan ditunda karena hari esok ada kuatirnya tersendiri. Berarti ada problem yang harus kita selesaikan besok karena dikatakan masing-masing mendatangkan kuatirnya sendiri secara manusia. Karena seluruh pergerakan hidup kita berada di garis waktu dan tidak pernah terulang kembali. Orang santai dan menunda sudah pasti ia malas. Ia tidak mengelola apa yang dipercayakan kepadanya. Orang yang tidak dapat mengelola dirinya sendiri, tidak dapat mengelola pekerjaannya dan ini akan menghadirkan mental-mental yang bergantung kepada orang lain dan itu mengecewakan.
Kita adalah pribadi yang berharga di mata Tuhan. Kita sudah ditebus oleh darah Kristus Yesus yang kudus sehingga menjadi berharga dimata Tuhan. Lalu mengapa kita hinakan diri kita dengan menggantungkan hidup kita kepada orang lain padahal masing-masing harus mengelola apa yang ada padanya, masing-masing harus mandiri untuk melakukan apa yang ada padanya dimulai dari perkara yang kecil. Ketika kita setia pada perkara yang kecil atau tanggung jawab yang kecil maka akan diberikan tanggung jawab yang besar. Tetapi jika kita tidak melakukannya bagaimana kita akan diberikan yang lebih besar. Kita hanya sampai kepada jadi pemimpi, tukang mimpi yang tidak pernah menjadi kenyataan. Ciri lainnya adalah selalu ada alasan untuk membela diri, selalu ada alasan untuk dimaklumi, jika tidak diawasi kerja maka tidak kerja betul, jika diawasi maka melebihi orang yang professional. Inilah orang-orang pembuat kecewa. Jika kita selalu menjadi orang pembuat kecewa maka orang tidak akan pernah lagi memakai kita dan kita dibuang tidak masuk daftar lagi.
Dalam perumpamaan hamba yang setia dan hamba yang jahat, hamba-hamba ini sudah diberikan tugas oleh tuannya sebelum ia berangkat. Tetapi ia mulai memukul karyawan-karyawannya dengan kekerasan karena ia merasa bahwa ia adalah tuannya. Ketika kita dipercayakan posisi yang lebih tinggi ketahuilah bahwa itu bukanlah jabatan kehormatan tetapi itu adalah tanggung jawab yang lebih besar. Jika sudah diposisikan di tingkat pimpinan maka hati-hati supaya kita dapat memahami bahwa itu adalah tanggung jawab yang lebih besar dan kepercayaan yang lebih besar. Orang pembuat kecewa akan menyalahgunakan kehormatan yang diberikan kepadanya karena dia hanya memahami bahwa itu adalah kewenangan. Maka yang terjadi adalah penyalahgunaan jabatan. Ia tidak dapat memahami bahwa itu adalah tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Rasul Paulus mengingatkan kepada kita bahwa kita ini bukan hanya orang sembarangan, bukan hanya orang yang diberikan kepercayaan dan penghargaan oleh manusia.
1 Korintus 4:1-2 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

Sekalipun kita belum sempurna tetapi berusahalah untuk tidak mengecewakan siapapun supaya kita tidak menjadi batu sandungan sehingga kalimat-kalimat yang kita keluarkan untuk bersaksi, untuk memberitakan Firman, untuk membawa orang kepada Kristus itu bisa masuk di dalam hati yang mendengar karena kita tidak menjadi pembuat kecewa. Sehingga orang menikmati Kristus melalui kehidupan kita.
“Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang,baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun jemaat Allah”.
Jadi di manapun kita berada, dengan kepribadian kita jangan mendatangkan syak bagi orang lain yaitu prasangka, curiga, ganjalan, sandungan dalam hati sebab itu tidak akan pernah membawa berkat Bagi siapapun. Ketika orang menjadi syak berarti ada penolakan secara tidak langsung karena sudah dimulai dengan kecurigaan-kecurigaan sehingga penerimaan itu agak sulit karena penolakan secara tidak langsung sudah terjadi tetapi baru ada di dalam hati.
Paulus berkata: “Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal bukan untuk kepentingan diriku tetapi kepentingan orang banyak supaya mereka beroleh selamat”. Ini bukanlah pergaulan mencari muka tetapi apa adanya dengan tulus dilakukan, tidak ada kepentingan-kepentingan pribadi. Di dalam hal rohani atau pelayanan, di dalam hubungan relationship ketika ada kepentingan pribadi maka itu akan menjadi rusak karena ketulusan itu ternoda sedangkan nilai tertinggi dari pada kepercayaan ini adalah kesetiaan.
Kita harus perhatikan hal ini di manapun kita berada, sehingga kita tidak merusak kepercayaan yang Tuhan berikan karena ketika orang menghargai kita, itu karena Tuhan yang sudah bekerja, ketika orang sudah menaruh kepercayaan kepada kita, itu karena Tuhan sudah bekerja dan ketika orang menaruh pengharapan kepada kita untuk sesuatu hal yang dapat kita lakukan di tempat kita bekerja atau di tempat di mana kita saling berhubungan satu dengan yang lain berarti Tuhan yang sudah turut bekerja maka hargai semuanya itu dan berdirilah sebagai orang percaya yang dapat menjadi berkat bagi semua orang sehingga dimanapun kita berada nama Tuhan dipermuliakan.
By : Pdt. R.F. Martino

MENJAGA DIRI DARI PERGESERAN NILAI-NILAI ILAHI (2)

Kolose 1:23Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan diseluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Efesus 5:15-18 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Tuhan menghendaki setiap orang percaya berdiri teguh, kokoh, kuat, tidak tergoyahkan dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil.Efesus pasal 5 menggambarkan situasi kondisi dimana kita sedang hidup dan berada pada penghujung akhir zaman ini.Tuhan mengatakan “Perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup karena hari ini adalah hari-hari yang jahat.Apa yang sedang kita hadapi dalam realitas kehidupan kita bukanlah hanya sekedar tantangan hidup tetapi adalah tantangan iman. Tidak banyak orang Kristen maupun pemimpin-pemimpin gereja Tuhan yang menyadari bahwa dunia sekarang ini termasuk di negeri kita telah terjadi pergeseran nilai-nilai ilahi, baik yang bersifat umum maupun religius.Pergeseran nilai-nilai kehidupan sosial, nilai-nilai budaya juga pergeseran nilai-nilai etis telah terjadi bahkan pergeseran di hampir semua sendi-sendi kehidupan.Anehnya gereja juga turut diterobos oleh dunia ini, nilai-nilai Ilahi, nilai-nilai kesakralan mulai tergeser.
Firman Tuhan sudah menasehati bahwa itu akan terjadi, tetapi orang percaya tidak boleh menjadi bagian dari hal tersebut. Adalah tidak mungkin untuk menjaga diri dari pergeseran jika diri sendiri tidak menemukan pergeseran itu, tetapi justru merasa terbiasa dengan pergeseran yang ada.Contoh pergeseran yang sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu yaitu ketika seorang pemimpin negara hanya dipanggil namanya saja tanpa menyebutkan jabatannya.Dulu tidak pernah ada cara penyebutan pemimpin dengan seenaknya dan sesukanya tanpa suatu nilai etis, apalagi kita terkenal sebagai bangsa yang etis. Oleh karena itu gereja saat ini tidak merasa aneh jika tembok dan plafon berwarna hitam dan tidak merasa aneh ada lampu warna warni menyorot mereka ataupun ada asap yang keluar dari panggung mereka dan merasa biasa saja padahal hal seperti itu tidak ada bedanya dengan night club.
Menjaga diri dari pergeseran tidak mungkin dilakukan jika pergeseran-pergeseran yang ada dianggap biasa. Kita para orang tua sedang menghadapi hal yang sangat gawat di dalam bertanggung jawab kepada Tuhan terhadap anak-anak kita, anak-anak muda harus menyadari bahwa sedang hidup pada zaman yang sangat berbahaya, dimana akan ada dua generasi yang akan lahir dalam gereja Tuhan, yaitu generasi penuai ataukah generasi bejat.
Gereja sama sekali tidak boleh mengeksklusifkan diri dalam memenuhi panggilannya di dunia ini, yaitu menjadi garam dan terang. Tetapi justru penerobosan dari dunia menerobos semua hal-hal ilahi yang ada di dalam gereja, termasuk perubahan nilai sosial budaya, nilai etis masuk dalam gereja dan menggeser semuanya.Kita tidak bisa membaca bahwa itu adalah pergeseran dan turut memaklumi bahwa itulah kondisi sekarang. Justru karena kondisi dunia sudah sedemikian rupa makanya pertama-tama kita harus dapat membaca peta situasi kondisi dan pergeseran apa yang ada supaya kita dapat menjaga diri.
Jika seseorang tergeser berarti ia mau digeser, hal ini dimulai dari pertahanan yang paling lemah tetapi tidak disadari karena seringkali faktor sungkanisme lebih kuat daripada prinsip iman. Ketika diterobos ia tidak bisa mengatakan “tidak”, padahal kita harus berani mengatakan tidak kepada yang memang tidak, tetapi disampaikan dengan santun supaya nilai etis itu tetap ada. Tetapi jika sungkanisme kita lebih kuat maka kita tidak akanberani mengatakan “tidak”.
Saya menemukan hal ini di kalangan anak-anak Tuhan dan juga para hamba Tuhan.Seorang rekan hamba Tuhan menandatangani sebuah permohonan dimanasurat ini hanya sah jika sudah ditandatangani oleh seorang hamba Tuhan. Sebenarnya ia bisa menolak untuk tidak menandatangani, karena permohonan ini belum memenuhi persyaratan tetapi karena sungkanisme lebih kuat daripada prinsip iman, ia turut bertandatangan sehingga surat sampai ke Majelis Pusat GPPS. Ketika sinode membahas bahwa hal ini tidak memenuhi syarat maka surat pun ditolak. Saya katakan bahwa orang seperti ini memiliki roh Pilatus atau roh cuci tangan.Mereka mengatakan bahwa kami tidak bisa berbuat apa-apa karena sinodelah yang menolak walaupun kami sudah tanda tangan.Kemudian saya menegur bahwa mereka tidak memiliki kepemimpinan, tidak berani untuk menanggung resiko suatu jabatan kepemimpinan.Seharusnya secara etis tidak perlu diajukan. Dialah yang harusmenghadapi karena iayang punya bawahan dan ia tahu bahwa ini tidak memenuhi persyaratan.
Tidak mengherankan jika gereja secara lokal maupun institusional mengalami terobosan.Dan anak-anak muda dibodohi melalui nuansa dunia yang dimasukkan ke dalam gereja supaya anak muda betah.Inilah pembodohan.Karena gereja tidak sanggup membaca adanya pergeseran-pergeseran. Kita harus bisa membaca terlebih dulu apa yang menggeser barulah kita bisa menjaga diri. Oleh karena itulah dikatakan bahwa jangan mau digeser dari pengharapan Injil. Tergeser bukan hanya karena tidak dapat membaca peta apa yang mengalami pergeseran-pergeseran tetapi juga prinsip iman yang dimilikinya begitu lemah karena dia tidak memahami bahwa iman itu harus dilakukan, harus ada perbuatan iman karena iman tanpa perbuatan sama saja dengan tidak ada iman. Masih banyak orang Kristen memahami bahwa iman adalah sebuah jawaban doa untuk suatu permintaan, keluhan dan lain sebagainya padahal iman tidak hanya sebatas itu.
Jelas dikatakan “perhatikan dengan seksama” berarti harus dapat membaca peta pergeseran, gereja juga sudah pernah mengalami pergeseran yang paling parah dan memalukan.Gereja mengalami kejatuhan yang dalam, dan jika kita tidak mau belajar kepada sejarah maka kita akan mengulangi sejarah. Kejatuhan gereja-gereja Tuhan bukan hanya karena pelanggaran moral, tetapi kesesatan-kesesatan pengajaran dalam gereja pun sedang merajalela saat ini.Ada gereja yang tidak puas hanya dengan satu Alkitab kemudian menciptakan pengajaran baru, ada juga yang mencuplik sebagian daripada bagian yang terkecil yang ada di Alkitab kemudian dijadikan pengajaran populer yang menggantikan Alkitab dan ini sedang terjadi di mana-mana.Oleh karena itu, firman Tuhan mengingatkan jangan kamu bodoh tetapi berusahalah untuk mengerti kehendak Tuhan. Dan kita tidak akan mengerti kehendak Tuhan jika kita tidak pernah membaca Alkitab.

Langkah menjaga diri
Kehendak Tuhan harus kita mengerti agar kita dapat menjawab pergeseran-pergeseran yang sudah terjadi.Bagaimana seharusnya kita menjawab sesuai Firman, bukan berdasarkan pendapat manusia saja atau berdasarkan pertimbangan-pertimbangan logis.Untuk sesuai firman Tuhan maka jelas kita harus memulainya dari memiliki Firman.Dituliskan dalam Roma 10:17 bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus.Pendengaran yang pakai telinga adalah ketika kita sedang mendengarkan khotbah yang disampaikan dan pendengaran yang tidak pakai telinga adalah ketika kita membaca.Kita tidak mungkin dapat menjawab segala realitas apapun termasuk pergeseran kalau kita tidak punya Firman. Iman kita tidak dapat berbuat apa-apa sebab iman timbul dari pendengaran firman Tuhan, berarti segala sesuatu yang kita hadapi di dalam kehidupan termasuk pergeseran ini dijawab oleh iman kita melalui apa kata Tuhan. Kita tidak menjawab dengan kepintaran sendiri tetapi menurut kehendak Tuhan, apapun peristiwa yang kita hadapi, kita harus berusaha mengerti apa kehendak Tuhan yang harus kita lakukan dalam menjawab masalah termasuk pergeseran-pergeseran ini.

Mazmur 119:105 firman-Mu itu pelita bagi kakiku terang bagi jalanku, Kita tidak akan pernah bisa berjalan sebelum berdiri dulu. Seperti anak-anak yang baru belajar berjalan, ia harus berdiri terlebih dulu, setelah kuat berdiri baru ia berjalan.Demikian pun halnya dalam pelayanan, orang belum memiliki prinsip iman dan belum mengerti firman Tuhan tetapi sudah diajak pelayanan, jadi tidak mengherankan jika orang tersebut jatuh bangun dalam pelayanan.Oleh karena itu perlu belajar Firman terlebih dulu barulah mengerjakan pelayanan.Alkitab pasti lebih benar dari pada logika.Itulah iman yang Teguh.Jika Itu adalah sebuah pohon, maka dasar adalah akar, jika itu adalah tubuh manusia, dasarnya adalah kaki, jika itu adalah bangunan, maka dasar adalah pondasi.Penerobosan itu terjadi secara alamiah oleh karena faktor sungkanismenya yang lebih kuat daripada prinsip imannya.

Mazmur 11:3Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?Iblis tidak menyerang segala sesuatunya selain daripada dasar.Ia tidak berurusan dengan kekayaan kita untuk dihancurkan, tetapi ia menyerang iman kita supaya bergeser. Iajuga tidak berurusan dengan penyakit kita tetapi ia menyerang dan membuat kita sakit supaya iman kita menyangkal. Iblis tidak berurusan dengan kedudukan kita yang terhormat untuk dijadikannya hina tetapi tujuannya ialah supaya iman kita bergeser.Bukankah pergeseran-pergeseran yang sudah terjadi tanpa kita sadari itu hanyalah karena pendirian kita lemah.Jadi, kita perlu mengingatakan peristiwa-peristiwa yang menyebabkan kita tergeser oleh karena pintu sungkanisme yang kita buka sehingga kita dapat melakukan antisipasi.Itu hanyalah contoh terkecil dan masih ada banyak hal dalam kehidupan pribadi tiap-tiap orang dimana penerobosan terjadi demikian rupa tanpa kita sadari karena sudah terbiasa untuk bergeser.
Pertama, kita perlu mengerti kehendak Tuhan dengan membaca Alkitab dan mendengar firman Tuhan dan sekaligus belajar firman Tuhan, karena ada banyak hal yang tidak kita pahami, dan jika kita hanya mendengar kiri kanan, ini akan berbahaya karena kita akan menjadi bingung, itu sebabnya kita perlu belajar firman Tuhan.Dari situlah kita memahami Firman dari situ kita memahami pokok-pokok pengajaran

Apa yang perlu kita pelajari dari pada firman Tuhan.
1 Timotius 4:6Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita Dan dalam ajaran sehat yang telah kau ikuti selama ini.
Beberapa gereja Tuhan akhir zaman mencopot beberapa ayat dan dijadikan doktrin/pengajaran populer sementara pokok-pokok iman tidak ditanamkan. Padahal pokok-pokok iman ini adalah dasar untuk penguatan dan pendirian iman

Ibrani 6:1,2Sebab itu  marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dan perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar percayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.

Berdasarkan ayat ini, mereka menganggap gereja-gereja yang hanya mengajar pokok-pokok dasar, itu adalah gereja kelas TK atau SD, belum sampai SMP atau SMA apalagi perguruan tinggi karena ada ayat yang berkata marilah kita meninggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Mereka lupa ada ayat 3, gereja Tuhan seperti ini tidak pernah mengajarkan asas-asas atau dasar iman Kristen karena itu adalah tingkat anak-anak dalam pemahaman mereka.Sedangkan ayat 3 berkata “Dan itulah yang akan kita berbuat jika Allah mengizinkannya”.Asas-asas pokok ini terlebih dulu diletakkan baru bisa dilanjutkan bangunannya.
Jadi, bahayanya jika kita belum ada dasar, namun nampak megah, maka dapat dengan mudah roboh.Firman Tuhan sudah menyatakan bahwa Firman itu bukan hanya berkuasa tetapi hidup. Kalimat Firman akan nampak dan hadir di kehidupan nyata dalam bentuk peristiwa-peristiwa hidup. Sehingga siapapun yang pernah menyampaikan Firman, maka akan mendapat gilirannya apakah yang ia sampaikan itu sudah ia lakukan atau belum. Orang-orang kadangkala tertarik karena khotbahnya bagus, tetapi kualitas diri orang tersebut dapat dilihat ketika Firman sudah menjadi kenyataan, apakah dia bisa melakukan atau tidak.
Seseorang konseling dengan saya, ia mengkonselingkan tentang gerejanya, tentang seorang hamba Tuhan yang memiliki jemaat sampai belasan ribu. Hamba Tuhan ini menghadapi satu problem yaitu penaklukan diri terhadap otoritas. Saya katakan bahwa ini adalah hal sederhana bahwa setiap orang akan diuji, dan tidak ada seorang pun yang luput. Bentuk ujian Itu sederhana, bahwa firman yang diajarkan itu menjadi kenyataan karena ketika Firman disampaikan itu bukan hanya kepada Jemaat saja tetapi terlebih dulu kepada pembawa Firman itu sendiri.Apakah kita dapat melakukannya ataukah kita hanya pandai mengajarkannya. Dan ternyata ia tidak bisa melakukan karena sudah terlanjur menjadi hamba Tuhan favoritdan sudah terlanjur banyak pengikut. Inilah bahayanya. Dengan Firman Tuhan yang kita miliki, Roh Kudus akan memunculkan firman Tuhan yang pernah kita dengar dan yang pernah kita baca dan kita pelajari untuk menjadi jawaban atas setiap yang kita hadapi. Sebab dengan memiliki Firman Kita juga bisa membaca apa yang sedang terjadi. Dengan Firman, kita bisa memetakan pergeseran yang ada, kita juga dapat menjaga diri dari pergeseran yang ada supaya kita tidak tergeser.

By : Pdt. R.F Martino

“MENJAGA DIRI DARI PERGESERAN NILAI-NILAI ILAHI”

Kisah Para Rasul 2:17
“Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.”

2 Timotius 3:1-5
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”

Kita harus menyadari bahwa kita bukan hanya berada di masa akhir zaman, namun sudah di penghujung akhir zaman. Dengan menyadari hal ini maka kita akan mampu membaca tanda-tanda akhir zaman yang terjadi saat-saat ini / yang menjadi realita dalam kehidupan kita saat ini.

Dalam penghujung akhir zaman ini ada 2 hal yang terjadi:
1. Gerakan Allah Roh Kudus dalam memulihkan gereja-Nya (Kis 2:17). Mengapa gereja perlu dipulihkan? Karena gereja pernah mengalami kejatuhan yang memalukan. Memulihkan berarti mengembalikan kepada keadaan yang semula. Allah sedang memulihkan gereja-Nya, berarti Allah sedang mengembalikan gereja-Nya kepada keadaan yang semula – yang sesuai kebenaran Firman Allah. Dan generasi yang berada di penghujung akhir zaman ini akan disebut “Generasi Penuai”.

2. Kebejatan di dalam gereja (2 Tim 3:1-5). Kebejatan yang disebutkan di ayat ini bukan hanya terjadi di luar gereja karena ayat tersebut berkata bahwa di akhir zaman kebejatan itu terjadi di dalam gereja (dilakukan oleh orang percaya)!
– Mereka mungkin saja orang percaya yang berhasil secara finansial, namun mereka menjadi cinta uang! Maka di dalam gereja ada banyak orang-orang yang cinta uang.
– Mereka juga orang percaya yang suka memfitnah, berontak pada orangtua, dan lain sebagainya.

Kita melihat bahwa kebejatan-kebejatan itu hari-hari ini terjadi di negeri kita. Ada banyak nilai-nilai kehidupan etis sehari-hari yang dulunya dijaga baik-baik dalam peradaban masyarakat di negeri kita namun kini telah bergeser. Pergeseran ini dipercepat karena kecanggihan teknologi. Memang semua kecepatan pergeseran sistem teknologi tidak bisa kita hindari. Contohnya gadget baru, mobile banking, internet banking, dll. Namun kecepatan pergeseran sistem tersebut juga mendorong percepatan pergeseran nilai. Begitupun pergeseran nilai-nilai ilahi / nilai-nilai iman yang seharusnya dijaga oleh gereja yang berada di tengah dunia ini. Seharusnya gereja yang menjadi garam dan terang dunia. Namun yang terjadi saat ini adalah gereja yang justru “digarami” oleh dunia. Contohnya gereja tidak bisa lagi menjaga kesakralan ibadah. Gedung gereja berdinding serba hitam dan lampu sorot berwarna warni membuat gereja tampak seperti diskotik. Begitupun kita tidak bisa menghindar dari lagu-lagu rohani baru yang nilai-nilai teologi didalamnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dan masih banyak lagi. Apakah kita memperhatikan bahwa hal ini sedang terjadi?

Karena itu Firman Tuhan memperingatkan dalam Kolose 1:23 “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”

Kita harus memiliki iman yang teguh dan tak bergeser. Hidup oleh iman bukan hanya sebatas jawaban doa namun ketaatan tanpa syarat pada Firman Tuhan – jadi apakah doa kita dijawab atau tidak dijawab, kita tetap taat. Inilah hidup oleh iman.

Kita juga harus memahami bahwa pergeseran nilai yang terjadi di kehidupan bermasyarakat adalah pergeseran nilai yang terjadi di luar gereja, yang terjadi secara alamiah karena perkembangan zaman. Namun pergeseran nilai-nilai ilahi di dalam gereja adalah pergeseran yang iblis lakukan di dalam gereja dan sulit untuk mendeteksinya kecuali dengan hikmat Allah.

Kisah Para Rasul 20:28 “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.”

Gembala-gembala kelompok sel tentu lebih mudah memahami ayat diatas karena mereka menggembalakan 12 anggota kelompok sel. Para gembala tidak mungkin bisa menjaga kawanan domba yaitu jiwa-jiwa yang telah ditebus oleh Kristus, jika ia tidak terlebih dulu tahu cara menjaga dirinya sendiri.

Kisah Para Rasul 20:29 “Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.”

Mungkin banyak diantara kita yang pernah menonton siaran televisi bagaimana serigala-serigala buas menyerang kawanan domba. Karena itu para gembala komsel harus mengasihi domba-dombanya dan melindunginya dari serigala-serigala ganas. Begitupun Tim Penggembalaan di gereja ini menjaga domba-domba dari serigala-serigala. Namun serigala-serigala buas dari luar lebih mudah dideteksi. Pergeseran yang berasal dari dalam gereja lebih sulit dideteksi.

Kisah Para Rasul 20:30 “Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.”

Paulus berbicara diantara para penatua dan berkata bahwa “di antara kamu”. Berarti diantara orang percaya akan ada yang mengajarkan pengajaran palsu.
Ini sangat berbahaya karena ajaran-ajaran palsu akan muncul “di antara kamu” (di dalam gereja!). Inilah penyebab pergeseran nilai ilahi yang sulit dideteksi! Karena itu jangan ikut-ikutan beribadah dimana saja dan tidak bisa lagi kita berkata bahwa “yang penting kan saya ibadah” (apapun gerejanya) – karena banyak ibadah yang sangat menarik di luar sana. Kita harus mencari tahu visi gereja tersebut. Selain itu kita harus camkan hal ini baik-baik: Jangan beribadah di gereja yang bertikai karena roh pertikaian akan mengalir dari mimbar gereja ke jemaat. Bukan berarti kita eksklusif tetapi kita harus menjaga diri. Inilah tanggung jawab Tim Penggembalaan menjaga kawanan domba. Di gereja ini kita juga memiliki pemuridan agar setiap jemaat memiliki dasar yang kuat.

Maka dari itu Rasul Paulus memperingatkan di dalam 1 Korintus 5:9-11 “Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.”

Rasul Paulus berkata jangan bergaul dengan orang-orang dalam gereja yang cemar karena bisa mencemari orang lain. Mengapa? Karena kita umumnya membentengi diri dari orang diluar gereja yang berbuat cemar, namun kita umumnya tidak waspada dengan orang di dalam gereja yang berbuat cemar.

Contohnya:
– Orang dalam gereja atau pelayan Tuhan yang cabul. Ada orang gereja yang suka share video-video cabul. Jika kita bergaul dengan mereka, maka kita akan berpikir “Oh tidak apa-apa nonton video cabul, dia saja seorang aktivis gereja/pelayan Tuhan saja menonton apalagi saya yang hanya jemaat biasa.”
– Orang dalam gereja atau pelayan Tuhan yang kikir. Jika kita bergaul dengan mereka maka kita pun akan berpikir “dia saja tidak mau memberi, apalagi saya”.
– dan seterusnya.

“…yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar…”

Kita harus berhati-hati terhadap pengajaran palsu dari gereja. Palsu berarti mirip asli. Firman Tuhan memperingatkan kita dalam:

Efesus 5:15-19 “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh”

Kita harus mampu memetakan realita yang terjadi di depan kita dan berusaha untuk mengerti kehendak Allah.

Pemuda dan Remaja gereja juga harus memahami hal ini. Jika pemuda dan remaja menyediakan diri mereka bagi Tuhan maka akan Tuhan memakai mereka menjadi generasi penuai. Namun jika mereka tidak mau memiliki dasar yang kuat maka mereka akan menjadi seperti generasi akhir zaman yang disebutkan dalam 2 Timotius tersebut.

Para pelayan Tuhan harus memahami bahwa metode pemuridan adalah membawa orang kepada Kristus, bukan kepada kita. Selain itu kita juga harus menjaga kesakralan dan kewibawaan kemuliaan Tuhan. Tidak bisa dunia yang “menerangi” gereja. Gereja-lah yang harus menerangi dunia. Dimanapun kita berada jadilah terang dan jagalah diri kita dari pergeseran nilai-nilai ilahi.

By : Pdt. DR. R. F. Martino

TUHAN MEMULIHKAN

Salah satu kehendak Tuhan dalam hidup kita adalah memulihkan kita senantiasa dalam segala hal. Kata memulihkan artinya mengembalikan suatu keadaan seperti sebelumnya atau membuat jadi baik. Tuhan tidak pernah merencanakan hal-hal yang jahat dalam kehidupan kita tetapi Ia senantiasa mau melakukan hal-hal yang baik, Ia ingin kita mengalami keadaan yang baik. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memeberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Dari ayat ini kita tahu bahwa Allah menginginkan kita dalam keadaan damai sejahtera dan dalam keadaan yang baik. Kita harus memahami dari apa yang terjadi sejak hari pertama ketika manusia diciptakan. Setiap kali Allah selesai melakukan penciptaan, dituliskan dalam alkitab bahwa Ia melihat semuanya itu baik adanya. Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan asal-asalan, tidak ada satu hal yang buruk yang diciptakan-Nya, semuanya dalam keadaan yang baik. Setelah Ia menciptakan manusia pada hari yang ke enam, dikatakan maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu mulai dari hari pertama sampai hari keenam, sungguh amat baik bukan hanya baik saja tetapi sungguh amat baik.
Dalam kejadian 1, dituliskan bahwa tidak ada yang buruk yang diciptakan Allah termasuk manusia yang Allah ciptakan adalah sungguh amat baik. Tidak ada sedikitpun ketidaktaatan, pemberontakan atau dosa manusia saat itu tetapi hubungan antara manusia dan Allah semuanya baik. Mereka bergaul karib dengan Allah. Begitupun hubungan antar manusia meskipun saat itu baru ada 2 manusia saja, tetapi mereka berkomunikasi dengan baik. Tetapi semua yang baik ini berubah total ketika Iblis datang dan berupaya agar manusia melanggar firman Tuhan. Dengan segala tipu muslihatnya, ia memperdaya manusia ini. Sehingga manusia melanggar ketetapan Allah dengan memakan buah yang dilarang dan terjadilah seperti yang Allah katakan yaitu mereka mengalami kematian rohaniah dan juga pada akhirnya mengalami kematian jasmaniah. Tetapi bukan hanya itu saja, hal ini berdampak pada seluruh aspek hidup manusia. Yang pertama adalah rusaknya hubungan Allah dengan manusia. Sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia tidak pernah takut untuk bertemu dengan Allah tetapi ketika dosa masuk, muncul ketakutan dalam diri manusia untuk bertemu Allah. Walaupun manusia takut bertemu dengan Alllah tetapi Allah masih tetap memanggil mereka. Dalam Kejadian 3:9 Allah berkata “dimanakah engkau?” Dari ayat ini kita mengerti bahwa Allahlah yang terlebih dulu mencari manusia, Ia yang memanggil manusia untuk datang kepada-Nya.
Manusia pada awalnya hidup berbahagia di taman Eden dan tidak perlu berpeluh tetapi karena dosa sudah masuk dalam hidup manusia maka mereka hidup di bawah kutuk. Kejadian 3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu saat mengandung, akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” Ini adalah akibat daripada dosa. Ternyata bukan hanya manusianya saja yang terkutuk tetapi tanah juga menjadi terkutuk. Dan kepada laki-laki, Tuhan mengatakan bahwa dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu. Untuk menafkahi hidup mereka, manusia harus bekerja keras dan inilah konsekwensi daripada dosa.
Walaupun manusia sudah jatuh dan mengalami hal-hal yang buruk, tetapi kita bisa melihat bahwa dari sejak awal Tuhan punya kemauan/kehendak untuk memulihkan. Pemulihan ini adalah idenya Tuhan, dan pemulihan ini dilakukan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesuslah yang melakukan pemulihan. Dalam Kejadian pasal 3 ayat 15, Allah mengatakan “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau(ular) dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya, keturunannya(perempuan)akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya. Allah sudah menubuatkan tentang rencana pemulihan ini. Dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru, ada banyak ayat yang berkata tentang Tuhan memulihkan.
Kita tidak perlu ragu tentang pemulihan yang Allah kerjakan. Ia memulihkan segala hal. Yang pertama ialah manusianya dimana manusia terdiri atas roh, jiwa dan tubuh. Setelah Yesus mati di kayu salib, Ia menjadi penebus kesalahan seluruh umat manusia. Dan barangsiapa yang percaya kepadaNya, ia dipulihkan. Untuk mengalami pemulihan, maka harus dimulai dari orangnya terlebih dulu.
Adam dan Hawa memiliki keturunan setelah mereka jatuh dalam dosa, mereka mempunyai 2 anak bernama Kain dan Habel. Ada peristiwa besar dimana yang sulung membunuh adiknya, dan hal ini mendatangkan dukacita. inilah masalah didalam kehidupan mereka. Ada kutuk yang masuk dalam kehidupan manusia bahkan dalam keturunan-keturunan selanjutnya ada begitu banyak masalah yang muncul. Inilah akibat dari kejatuhan manusia yang pertama.
Semua manusia menjadi berdosa, terputus hubungannya dengan Tuhan, hilang kemuliaan Allah, tidak ada kebenaran di dalamnya, roh jiwa dan tubuh manusia sudah tercemar akibat dari dosa. Kecemaran akibat dosa ini menyebabkan banyak masalah terjadi. Mulai dari rohnya, roh manusia mengalami kematian. Hal ini bukan berarti orang tersebut meninggal tetapi maksudnya ialah manusia tidak bisa terhubung dengan Allah lagi, karena roh manusia adalah bagian yang diciptakan Allah supaya bisa berkomunikasi dengan Allah. Walaupun kemudian mereka beragama bahkan menyebut dirinya Kristen sekalipun, tetapi belum mengalami pemulihan yang dari Allah karena belum mengalami kelahiran baru, tidak terhubung rohnya dengan Allah.
Manusia dipulihkan melalui kelahiran baru. Pemulihan haruslah melalui caranya Tuhan. Pemulihan segala sesuatu yang sudah rusak dan menyebabkan banyak hal buruk terjadi, harus dipulihkan melalui kelahiran kembali. Cara Tuhan memulihkan yaitu dengan menetapkan bahwa manusia harus bertobat dan percaya lalu menerima Tuhan Yesus secara pribadi Karena Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup yang kekal. Kehidupan Allah harus masuk dalam hidup kita. Kita harus mengalami dilahirkan kembali. Kita harus menerima roh yang baru. Karena roh yang lama sudah tidak berfungsi, roh yang lama menjadi budak dosa, secara rohaniah kita berada di dalam kerajaan gelap, dibawah kuasa daripada iblis. Dan ketika kita masih dibawah kerajaan gelap, semuanya adalah buruk. Maka kita harus dipindahkan kembali ke pihak Allah dan hanya dengan cara Allah saja yaitu dengan menerima Yesus Kristus dalam hidup kita.
Pemulihan dimulai dengan kita harus pindah tempat terlebih dulu. Dari gelap masuk ke dalam kerajaan terang Yesus Kristus. Dari diri kita, kita harus bertobat. Pemulihan selalu dimulai dengan bertobat. Tanpa ada pertobatan, tidak akan ada pemulihan dalam hal apapun. Pertobatan tidak hanya sekali saja. Memang ketika kita masih berada di dalam kegelapan, masih manusia berdosa, langkah yang pertama adalah bertobat yaitu keluar dari kerajaan gelap, itulah pertobatan awal. Dalam bahasa Ibrani, bertobat adalah metanoia yang artinya berbalik total 180 derajat. Di situ juga ada pengakuan dosa. Semua dosa harus diakui kepada Tuhan. Tuhanlah yang mengerjakan pemulihan itu dalam hidup kita. Kita hanya meresponinya. Kita perlu bertobat, kita ambil keputusan untuk tinggalkan segala dosa. Maka Tuhan yang adalah setia dan adil, mengampuni kita, menyucikan dan membasuh kita dengan darahNya dari kuasa dosa. Dengan kita menerima Kristus dalam hidup kita, kita dipindahkan dari kerajaan gelap ke dalam kerajaan terang. Roh yang lama dan hati yang keras disingkirkan lalu kita diberi roh yang baru dan hati yang baru. Selanjutnya kita perlu dibaptis, dimana dalam baptiso, roh yang lama yang menjadi budak dosa mati dikubur bersama dengan Kristus dalam baptisan, dan ketika kita keluar dari dalam baptisan, kita mengalami dibangkitkan bersama dengan Kristus sebagai manusia baru. Dimana roh dan hati yang baru bersama dengan roh Allah sudah menjadi satu.
Kolose 1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
Dikatakan bahwa Tuhan telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkankita ke dalam kerajaan anak-Nya. Inilah awal dari pemulihan dimana kita harus pindah tempat dulu. Sewaktu orang berdosa dilahirkan kembali, berarti baru rohnya saja yang mengalami dipulihkan. Tetapi jiwa, pikiran, kehendak yang disebut daging belum dipulihkan tetapi akan dipulihkan secara terus menerus dan Allah mau kita mengambil bagian dalam hal ini. Diperlukan partisipasi kita yaitu mau untuk terus dipulihkan, mau terus bertobat dalam hal ini. Pertobatan lebih lanjut adalah bertobat dari dosa-dosa jiwani yaitu bertobat dalam emosi, perasaan, kehendak dan keinginan kita. Begitu banyak dosa yang ada dalam pikiran manusia, apalagi dengan masukan-masukan dari luar yang sangat mencemari pikiran yaitu melalui teknologi yang canggih saat ini dimana iblis menungganginya dengan memberikan pengaruh-pengaruh buruk seperti pornografi dan hal-hal yang jahat lainnya. Ada berbagai macam penyesatan yang sekarang terjadi di dunia, bukan hanya tentang hal kepercayaan, keyakinan, tetapi juga tentang LGBT yang begitu keras dan tidak main-main, hal ini cukup mengerikan. Dibeberapa negara maju, mereka sudah meresmikan dan mengakui hak-hak LGBT. Bahkan di Negara tertentu, ketika seorang bayi lahir, tidak dicantumkan jenis kelaminnya, tetapi menunggu sampai bayi ini menjadi dewasa lalu ia sendiri yang akan menentukan jenis kelaminnya. Alkitab menuliskan bahwa diakhir zaman keadaan manusia semakin bejat bahkan melebihi dosa Sodom dan Gomorah.
Firman Tuhan menjelaskan bahwa hanya ada 2 jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Tetapi dunia memilih pendapat lain yang berbeda, sehingga apa yang Tuhan katakan adalah sebuah dosa, manusia dapat menganggapnya sesuatu yang alamiah. Jadi pegangan kita adalah apa yang alkitab katakan tentang sesuatu apakah itu dosa atau bukan.
1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Apapun keadaan kita, jika kita mau dipulihkan oleh Tuhan maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah bertobat.Hanya dengan mengakui dosa, bertobat, percaya dan menerima Yesus secara pribadi kita mendapat pengampunan dan penyucian dari Allah. Melalui kehadiran Tuhan dalam hidup kita, kita menerima roh yang baru dan memulai hidup yang baru. Setelah lahir baru, tidak semua hal langsung menjadi baik tetapi masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki dalam hidup. Oleh karena itu pemulihan terjadi secara terus menerus sampai akhir. Melalui pemulihan yang terus menerus, pasti terjadi perubahan dalam hidup kita sehingga menyerupai Kristus.
Roma 8:29,30 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya, supaya Ia anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banayk saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Allah bukan hanya mau menyelamatkan tetapi Ia mau untuk memulihkan kita. Saat sampai puncaknya, kita menjadi sama seperti Yesus. Seringkali kita menuntut Tuhan untuk menjadikan kita baik, tetapi kita tidak mau menjalani prinsip Tuhan supaya dipulihkan. Tidak ada pemulihan tanpa pertobatan. Kita harus terlebih dulu sadar bahwa kita berdosa, karena banyak orang merasa dirinya benar menurut pandangannya sendiri sehingga susah untuk mengalami pertobatan. Memang pertobatan adalah anugerah dari Allah, ada peran daripada Roh Kudus untuk menyadarkan kita bahwa kita berdosa tetapi ada juga kehendak bebas dalam diri kita yang tergantung dari kita sendiri apakah kita mau mentaati suara roh Kudus atau menuruti kehendak sendiri. Sangat mudah bagi Tuhan untuk memulihkan keadaan manusia tetapi yang sulit ialah manusianya sendiri yang seringkali tidak mau untuk dipulihkan. Ulangan 30:2,3 adalah hasil dari manusia ketika bertobat.
Ada banyak peristiwa dituliskan dalam alkitab tentang kejahatan manusia yang begitu besar sehingga membangkitkan murka Allah dengan menghapuskan mereka dari atas muka bumi.Dosa yang dilakukan manusia pada zaman Nuh membuat manusia binasa oleh karena air bah terkecuali Nuh dan keluarganya yang diselamatkan. Juga dalam hal Lot pada zaman Abraham dimana Allah menurunkan api yang dari langit menghanguskan Sodom dan Gomorah akibat dosa percabulan.Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram terhadap otoritas mereka yaitu Harun dan Musa mengakibatkan mereka dan banyak umat yang mendukung mereka ditelan bumi. Kita melihat bahwa bencana yang terjadi bukan hanya sekedar masalah/peristiwa alam biasa saja tetapi segala akarnya adalah kejahatan manusia.
Jadi jangan hanya mengkaji secara ilmiah saja sehingga kita tidak akan pernah bertobat dan tidak akan ada pemulihan. Bukan hanya manusia saja yang perlu bertobat tetapi gereja juga perlu bertobat. Meninggalkan kasih mula-mula adalah kejahatan di hadapan Allah karena manusia ini takut menderita. Banyak anak-anak Tuhan yang seringkali kompromi karena ia takut menderita. Yesus berkata “bahwa barangsiapa yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Aku”. Jemaat di Smirna tidak melakukan kejahatan amoral atau dosa zinah tetapi mereka takut menderita. Allah juga menegur jemaat Pergamus karena kompromi terhadap doktrin atau pengajaran firman Tuhan. Jemaat di Tiatira kompromi di dalam dosa amoral. Jemaat Sardis mengalami mati rohani. Jemaat Filadelfia gagal untuk maju sehingga tidak ada pertumbuhan rohani, ini adalah suatu dosa ketika jemaat tidak mau bertumbuh di dalam Tuhan sekalipun kita tidak melakukan zinah atau menyembah berhala. Jemaat Laodikia adalah jemaat yang suam-suam, tidak dingin dan tidak panas. Inilah contoh dosa manusia dihadapan Allah.
Merendahkan diri adalah unsur pertama yang sangat penting untuk bertobat. Lakukan kembali seperti yang pertama-tama engkau buat, berdoa dan mencari wajah Tuhan dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat maka Allah akan melihat dari sorga mendengar doa kita dan memulihkan keadaan kita.

By : Pdt. Mediati Setiawan

GENERASI MILENIAL

2 Timotius 3:1-6  1Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,4suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.5Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!6Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,

Kisah Para Rasul 2:17-18 17Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. 18Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
Ada dua peristiwa yang bentuknya bermacam-macam dan ada pula dua generasi yang akan nampak pada akhir zaman. Dituliskan dalam ayat-ayat diatas bahwa diakhir zaman, anak-anak laki-laki dan perempuan dan semua orang akan dipenuhi oleh Roh Kudus, mereka akan melakukan perkara-perkara yang besar. Semuanya ini mewakili suatu generasi yang ada pada akhir zaman. Sesuai dengan konteks pekerjaan Roh Kudus akhir zaman, kita menyebut mereka sebagai generasi penuai.

Dikatakan pula oleh firman Tuhan dalam 2 Timotius 3 ayat 1 sampai 5, bahwa ada sekumpulan orang yang senantiasa beribadah tetapi tidak ada kuasa di dalam diri mereka. Jadi mereka adalah orang-orang yang hanya beribadah secara rutinitas tanpa menikmati hasil ibadah itu. Mereka ini juga adalah generasi akhir zaman yang secara kasar disebut sebagaigenerasi bejat.Mulai ayat 1 sampai 5, akan mengerikan jika bentuknya adalah peristiwa. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Baru saja terjadi dan disiarkan melalui media nasional kasus seorang istri menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh suami dan anaknya kemudian membakarnya di dalam mobil. Pembunuh bayaran dapat melakukan hal tersebut karena didasari oleh uang.
Jika semua poin kejahatan dalam ayat-ayat diatas menjadi bentuk peristiwa, maka akan sangat mengerikan. Dikatakan bahwa orang akan membual atau bicara besar dengan kata lain omong kosong, manusia akan menyombongkan diri, dalam kondisi seperti inilah generasi yang ada di sini. Mereka akan memfitnah, dan hal ini sedang kita alami di bangsa kita, di negeri kita dimana orang sering menyebutnya dengan “hoax” yang isinya adalah fitnah atau berita bohong. Manusia akan memberontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, tidak memperdulikan agama, tidak tahu mengasihi, suka menjelekkan orang, tidak suka yang baik, suka menghianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Tetapi yang mengherankan ialah mereka tetap menjalankan ibadah mereka tetapi memungkiri kekuatannya. Mereka tidak mengalami kuasa ibadah itu. Ibadah hanyalah suatu kebiasaan. Kedua generasi ini berada pada akhir zaman.
Sudah disampaikan jauh sebelumnya bahwa ada 2 kelompok dalam generasi yang sama yang disebut generasi milenial. Inilah generasi yang ada pada akhir zaman. Tanggal 31 Desember 1999 sebelum memasuki tahun 2000, adalah saat yang sangat menentukan dan mendebarkan bagi seluruh dunia saat itu, baik yang ada kaitannya dengan database, perbankan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan komputer. Ada berbagai macam analisa, bahwa 1999 akan segera berakhir dan dunia masuk pada era milenial. Dikuatirkan dengan berubahnya angka dari 1999 menjadi 2000 akan ada masalah yang dapat mengakibatkan data-data menjadi berantakan. Oleh karena itu gedung-gedung yang besar mereka menyalakan lampunya sampai pagi. Dan begitu selamat, ada sukacita yang luar biasa karena telah teratasi dan tidak ada satupun komputer yang terganggu dalam hal database oleh karena perubahan yang terjadi.

Memasuki era seperti ini ada banyak antisipasi yang dilakukan, bukan hanya hal yang menyangkut database dan kaitannya dengan IT(information technology) akan tetapi juga hadirnya generasi akhir zaman yaitu generasi milenial. Sebagian anak-anak muda, sangat bangga disebut sebagai kelompok atau generasi milenial. Gereja tidak siap dan tidak mengantisipasi akan hal yang akan terjadi. Ketika gereja mengantisipasi gereja hanya berfokus kepada bagaimana Tuhan memakai setiap orang pada akhir zaman untuk menjadi para penuai atau generasi penuai, sementara gereja hadir dan berada dan dikelilingi oleh kaum milenial. Ketika gereja dengan tanpa antisipasi, mengoperasikan pelayanannya di akhir zaman dalam menghadapi masyarakat dan generasi milenial maka tanpa disadari, hal-hal yang sangat berbahaya dari dampak milenial ini akan menerobos masuk dalam gereja dalam segala hal, baik dalam hal ibadah, manajemen pelayanan dan bahkan juga bisa sampai kepada doktrin, dan hal ini sudah terjadi pada gereja.

Oleh karena itu saya mengingatkan tentangpentingnya mengikuti pemuridan di gereja ini karena salah satunya berbicara tentang hidup berjemaat. Sebab jika kita tidak memahami hal ini, maka orang akan beribadah saja tetapi tidak berjemaat. Adalah suatu hal yang mengherankan ketika seorang jemaat yang sudah tertanam dalam gereja lokal ditempat ini tetapi masih mencari-cari tempat ibadah lainnya.Kita sudah diajarkan bahwa ketika etika pelayanan dilanggar maka tubuh Kristus pasti terluka. Oleh karena ituGPPS selalu melayani dengan etis. Jika hidup di dunia saja kita memakai etika, apalagi dalam hal pelayanan rohani.
Kita sebagai orang tua punya tanggung jawab masa depan terhadap generasi yang sekarang, anak-anak muda pun yang berada pada generasi sekarang harus waspada dan tahu membaca tanda-tanda zaman apalagi sebagai orang rohani. Baik kalangan tua ataupun muda masing-masing perlu punya antisipasi. Jadi generasi tua saat ini juga masih hidup dalam generasi milenial.

Generasi milenial didefinisikan sebagai masyarakat muda yang lahir antara tahun 1980 sampai 2000. Umumnya generasi milenial bukanlah decision-makers(pembuat keputusan dan kurang sabar). Memang tidak dapat disangkal bahwa ada beberapa hal yang terjadi di bumi ini karena perilaku-perilaku daripada generasi sebelumnya contohnya seringkali ketika terjadi longsor dikarenakan adanya pembabatan hutan. Pemanasan global, penangkapan spesies tertentu yang sudah semakin punah termasuk tanaman-tanaman. Sebagian memang benar, tetapi generasi milenial ini tidak sabar untuk mengubah, mereka mau cepat dan instan. Generasi milenial memiliki karakter yang khas. Mereka lahir di zaman TV sudah berwarna dan memakai remote. Sejak masa sekolah sudah menggunakan handphone bahkan sekarang tiap tahun ganti smartphone dan internet menjadi kebutuhan pokok, berusaha untuk terkoneksi di manapun, eksistensi ditentukan oleh jumlah follower dan like.
Generasi tua lahir saat televisi belum ada dan telepon adalah barang mewah. Tetapi sekarang rata-rata 1 orang memiliki dua handphone. Generasi milenial adalah generasi yang memiliki pandangan terbuka untuk pandangan pandangan liberal dan humanis. Mereka adalah generasi pendukung hak gay dan gaya hidup baru non tradisional, umumnya menghindari politik tetapi lebih mencintai alam dan membela bumi. Cara hidup untuk memuaskan diri lebih materialistik, lebih mengutamakan uang, ingin dikenal, punya gambar diri yang baik, kurang mengekang, penerimaan diri atau masuk kelompok atau gabungan orang dikenal sebagai generation me.

Bagaimana mengantisipasi ke dua hal ini? apakah generasi milenial atau anak-anak muda dalam gereja yang berada pada akhir zaman ini akan menjadi generasi penuai ataumenjadi generasi yang rusak. Hal ini bisa saja tidak disadari karena terjadi secara alamiah.

Ada 10 khas ciri khas mereka;
1.    Gampang bosan dengan barang yang dibeli atau konsumtif.
Millennials punya jurus kalap dan gerakan cepat, jika ada produk baru yang keluar maka dengan mudahnya dengan mengakses internet tinggal pencet akhirnya mendapatkan barang yang di inginkan. Jadi pemburu produk baru. Pemuda milenial gampang bosan dengan barang yang mereka miliki sehingga tidak mengherankan barang-barang tersebut berakhir di situs jual beli online.

2.    No gadget, no life. Kemudahan kemudahan yang ditawarkan dan akses internet yang tidak terbatas membuat para milenial betah berselancar dengan gadgetnya. Bukan itu saja tetapi dalam pendidikan dan dunia kerja saat ini, rasanya tidak lengkap jika tidak memanfaatkan kecanggihan teknologi.

3.    Suka melakukan pembayaran non-cash. Kecanggihan teknologi tidak hanya ada pada ponsel pintar, saat ini pun dalam melakukan transaksi, makin modern dengan berkembangnya model non tunai dalam transaksi tidak disia-siakan oleh penggandrung ke instannan.

4.    Suka dengan yang serba cepat dan instan dalam segala hal. Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi milenial untuk mendapat hal yang diingini tanpa menunggu lama. Selain itu mobilitas yang padat semakin membuat mereka memilih yang serba instan dan tidak merepotkan. Mau makan atau jalan-jalan, tinggal pencet. Kemudahan-kemudahan inilah jika kita tidak mengantisipasinya, kita hanya menangkap sebagai kemajuan teknologi yang layak dipergunakan dan adalah bodoh jika tidak dipergunakan tetapi dapat menyebabkan hal yang fatal jika kita tidak mengantisipasi.

5.    Lebih memilih pengalaman daripada aset. Lebih memilih pengalaman yang dapat dinikmati daripada menambah aset untuk dijadikan modal. Lebih suka menghabiskan uang untuk pengalaman tertentu dibandingkan menabung atau investasi.

6.    Berbeda perilaku dalam grup satu dan grup lain. Ngobrol rame-rame tidak hanya bisa dilakukan saat nongkrong saja. Menjamurnya beragam aplikasi berbasis chat, semua orang bisa ngobrol dengan teman sekalipun dalam tidur. Kebanyakan millenials punya wajah yang berbeda ketika ada di grup satu dan di grup lainnya.

7.    Multitasking. Millenials sangat Jago jika disuruh untuk melakukan beberapa tugas secara bersamaan. Mobilitas yang tinggi membuat mereka terbiasa melakukan beberapa pekerjaan dengan cepat. Misalnya makan sambil membalas chatting teman.

8.    Kritis terhadap fenomena sosial. Generasi muda menghabiskan banyak waktu untuk berselancar di dunia maya dengan perangkat pintarnya. Dari situlah mereka dihujani dengan berbagai informasi dari seluruh dunia dan tidak mengherankan jika milenial sekarang lebih aktif untuk beropini di media sosial mengenai berita yang sedang hangat dibicarakan. Sedikit-sedikit posting, minuman keluar posting, bakso keluar posting. Oleh karena itu dalam beberapa grup WhatsApp gereja di tempat ini, saya sering mengingatkan untuk tidak memposting berita yang tidak jelas, siapa, kapan dan dimana terjadi.

9.    Suka memposting di sosial media. Apapun yang dilakukan, cenderung untuk mempostingnya di sosial media.

10.    Bagi milenial sharing is cool. Akan lebih bangga bagi millenials jika mereka dapat berbagi.

Beberapa hari lalu ketika saya sedang bekerja dalam ruangan, saya memperhatikan berita di televisi, saya terkejut ketika menyaksikan sebuah warta berita tentang viralnya sebuah lagu yang dalam waktu singkat sudah ditonton oleh sekian banyak orang. Saya perlu menyampaikan hal ini supaya akal sehat dan nilai etis kita tetap berfungsi berdasarkan kebenaran-kebenaran firman Tuhan. Ini adalah sebuah lagu tentang rindu terhadap Ayah atau Orang tua.https://www.youtube.com/watch?v=jRZvhXu1Gt8

Satu kalimat yang menarik di awal lagu tersebut adalah tidak cukup kata-kata untuk mengungkapkan perasaan atau kasih kepada orang tua tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Tetapi apakah benar demikian?
Bandingkan dengan lagu berikut https://www.youtube.com/watch?v=RPrp5xt6sBI Melalui lagu ini, ternyata kasih kepada orang tua dapat dilukiskan melalui kata-kata. Kita bisa mengerti bahkan meresapi arti kata dari lagu tersebut.
Oleh karena itu, kita perlu peka untuk menangkap sinyal yang Roh Kudus berikan dalam hidup kita supaya dapat melakukan antisipasi.
By : Pdt. R.F Martino