This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Berdoa dan Berjaga-Jaga

Saudara yang saya kasihi didalam Yesus Kristus, sebagai orang percaya, kita percaya bahwa Firman Tuhan mengajarkan kepada kita dimana ada bagiannya Tuhan dan ada juga bagiannya kita.Sehubungan dengan tema ini yaitu berdoa dan berjaga-jaga kita akan mempelajari beberapa hal supaya kita bisa mengambil hikmatnya dan belajar dari apa yang Tuhan pesankan kepada kita.

Pertama, saya akan membahas tentang hal berjaga-jaga.
Saudara yang saya kasihi didalam Yesus Kristus, dalam hal apa saja kita perlu berjaga?
Saya mengingat suatu pengalaman sesudah camp laki-laki yang diadakan beberapa waktu lalu, pada waktu itu suami saya pulang ketika suami saya tiba dirumah, saya kaget karena badannya penuh dengan cacar. Dan saya sendiri secara pribadi tidak tahu apakah saya pernah mengalami sakit ini, yang jelas dikatakan itu adalah penyakit yang dapat menular.
Dan kemudian pada waktu itu untuk mengantisipasi supaya saya tidak tertular dengan penyakit ini, maka saya menggunakan berbagai cara salah satunya saya beberapa malam tidur diruang tamu supaya saya tidak terjangkit.Jadi saya mengadakan suatu penjagaan terhadap diri saya.

Saya percaya Saudara juga punya pengalaman dalam hal-hal tertentu seperti pilek, batuk maka ketika saudara bertemu dengan orang-orang yang sedang dalam keadaan seperti itu atau sakit, batuk atau pilek, saudara tentu akan berusaha untuk menjaga bagaimana supaya Saudara tidak tertular.Pake maskerlah, atau menjaga jaraklah, atau tidak bicara langsung. Sakit mata juga demikian. Nah apalagi dengan situasi dan keadaan bangsa kita yang membuat kita tidak bisa beribadah bersama-sama saat ini, adalah bijak jika kita mengikuti setiap himbauan ataupun petunjuk yang ada. Semua tujuannya untuk menjaga diri kita sendiri, untuk kepentingan diri kita, supaya kita tetap berada dalam keadaan yang sehat.

Didalam Firman Allah terkhusus dalam matius 26:41 dan Markus 14:38
Dalam matius berkata demikian “Berjaga-jaga dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan : roh memang penurut, tetapi daging lemah”

Saudara yang saya kasihi didalam Yesus Kristus didalam terjemahan yang lain dalam ayat ini berkata : “Sadarlah terus sambil berdoa supaya kamu masing-masing tidak berdosa ketika dicobai oleh Iblis, memang rohmu mau berbuat baik, tetapi tubuhmu tidak sanggup” .

Itulah sebabnya saya beri tema: Berjaga-jaga dan Berdoa. Penjagaan disertai dengan doa itu akan membuat kita memiliki kesanggupan. Dikatakan roh kita mau berbuat baik tetapi tubuh kita tidak sanggup.

Saudara, mengingat apa yang Bapak Gembala pernah sampaikan, dikatakan bahwa jalur alamiah itu adalah jalan tol bagi Iblis untuk mengambil keuntungan. Secara khusus disini dikatakan bahwa : “Supaya kamu jangan jatuh atau supaya ketika kita dicobai atau kata lain Iblis mendapat kesempatan untuk mencobai kita, kita tidak jatuh didalam dosa”. Supaya kita boleh tetap kuat itu adalah penjagaan kita secara pribadi. Bagian kita, berjaga-jaga dan berdoa.
Mengantisipasi supaya kita tidak lemah. Kedagingan kita tidak lemah,perasaan kita tidak lemah. Supaya kita boleh tetap kuat, bijak mengantisipasi segala strategi si jahat yang ingin mengambil keuntungan didalam kehidupan kita.
Jadi dikatakan bahwa kita perlu jaga stamina didalam rohani kita, kita perlu jaga kekuatan didalam rohani kita, supaya kedagingan atau manusia duniawi kita tidak sering mengalami kekalahan atau mengalami kelemahan disaat-saat tertentu.
Misalnya: emosian, gampang marah, meraju, jengkel, nah yang dijaga adalah, jangan sampai Iblis ambil keuntungan didalamnya.

Saudara hal yang ke tiga adalah dikatakan dalam Matius 24:42 “karena itu berjaga-jagalah sebab kamu tidak tau pada hari manakah Tuhanmu datang”.

Berjaga-jaga biasa diistilahkan didalam Alkitab adalah tertidur
1. Jangan Tidur = Jangan bermasa bodoh
Arti lain dari jangan tidur adalah jangan bermasa bodoh dengan kehidupan rohanimu
Tesalonika 5:6 “Sebab itu, baiklah kita jangan tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jagadan sadar” .
Terjemahan sehari-hari berkata = Menguasai diri

Contoh lain dari berjaga dan waspada adalah seperti Saudara punya rumah, supaya binatang liar tidak masuk, maka saudara membuat pagar dirumah? Nah supaya pencuri tidak masuk dan supaya hal-hal lain tidak membahayakan, maka saudara kemudian membuat kunci pada pintu rumah atau membuat pintu yang menggunakan grendel dan segala macam yang dipakai untuk menjaga supaya saudara tidak kebobolan dengan maling. Itu semua adalah arti supaya kita bisa memahami apa yang dikatakan berjaga-jaga dan waspada.

Apalagi didalam kehidupan rohani kita. Setelah kita melihat bahwa jangan santai, jangan lengah, dan jangan tertidur, jangan masa bodoh dengan kehidupan rohani kita, sikap yang Tuhan inginkan adalah Efesus 6:14-16 “Jadi berdirilah tegap, berikat pinggangkan kebenaran, berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan injil damai sejahtera: dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu Firman Allah”.

Sikap seperti inilah yang harus kita miliki sebagai orang percaya berdiri tegap, tidak takut, tidak kuatir, tetap tenang dalam perlindungan Allah yang maha tinggi, kita aman dalam perlindungan Allah, ada jaminan Allah berikan kepada kita.
Nah bagaimana supaya kita boleh menampilkan suatu sikap sebagai orang percaya yang tidak kuatir berlebihan, tidak takut yang berlebihan, dan tetap merasa nyaman dan aman bersama dengan Tuhan karena dikatakan ada Allah yang akan menyertai kita ..

Dan bagaimana agar stamina rohani kita tetap berada dalam keadaan baik?
Yang Tuhan inginkan adalah : Janganlah kamu mengasihi dunia dengan apa yang ada didalamnya arti lain (hatimu jangan melekat kepada isi dunia ini) Hal ini berulang-ulang Tuhan katakan dalam1 Yohanes 2:15-17 “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya”.Jika seseorang mencintai hal-hal duniawi, dalam terjemahan yang lain berarti dia tidak mengasihi Allah Bapa.

Apakah dunia itu?
Bukan tanah dan bukan tumbuh-tumbuhan tetapi sistem yang ada dalam dunia ini atau segala sesuatu yang membuat kasih kita kepada Tuhan menjadi dingin, dan semua perkara yang membuat kehidupan rohani kita menjadi padam, suam, itulah dunia. Dikatakan itulah yang orang-orang lain cari, orang-orang kejar, dengan menghalalkan segala cara, tidak memikirkan resikonya,

Bagi orang percaya, kalau kita memiliki sikap seperti itu, itu adalah sikap yang tidak bijak. Segala sesuatu yang menyaingi Allah, segala sesuatu yang merampas perhatian kita lebih daripada Allah, atau lebih daripada hal-hal rohani dalam kehidupan kita, segala sesuatu yang membuat kita mulai malas berdoa, malas membaca Alkitab, semua hal-hal yang dapat mengganggu hubungan kita dengan Tuhan, itulah isi dunia. Mari saudara, kita koreksi diri kita masing-masing supaya kita boleh tetap berada dalam keadaan stamina rohani yang sehat.

Bersungguh-sungguh mempersiapkan diri
Matius 25:10-13“Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

Dalam terjemahan lain dikatakan : karena itu siap sedialah setiap waktu, karena kalian tidak tahu hari atau jam kedatanganKu kembali.
Kita tidak tahu kapan Tuhan datang, tetapi yang jelas Dia tidak pernah berdusta. Dan Dia akan datang.
Dalam ayat sebelumnya dikatakan tetapi mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua, baik yang bijak maupun yang bodoh. Laku tertidur.
Dalam hal ini secara alamiah, kita juga butuh tidur, untuk memulihkan kondisi fisik kita. Tetapi dikatakan bahwa ketika kita tidur seperti itu bahwa rohani kita harus tetap dalam keadaan stamina yang kuat yang baik.
Saya percaya dalam hal ini Tuhan menginginkan bahwa kita semuanya untuk selalu siaga, untuk selalu memperhatikan kondisi rohani kita, dalam situasi keadaan apapun, jangan sampai kita tercemar dan jangan sampai kita terganggu.

Berdoa dan berjaga-jaga atau berjaga-jaga dan berdoa. Dan ini yang saya katakan tadi, tidak bisa kita berjaga tanpa disertai dengan doa. Kita juga tidak akan bisa berdoa sajalah, sama dengan berita-berita yang sering kita dengar, bahwa tidak usah dengar himbauan dari pemerintah soal apapun itu, yang penting kita sudah berdoa, ini juga adalah suatu sikap yang tidak bijak saudara.
Dalam lukas 18:1-8 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Ini adalah suatu ketegasan, suatu perintah, yang Tuhan berikan kepada orang percaya. Artinya hubungan kita dengan Allah tidak boleh putus. Tuhan mengatakan apapun yang kamu lakukan, lakukan seperti untuk Tuhan dan lakukan didalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dalam perkataan maupun perbuatan.Tidak boleh putus hubungan dengan Tuhan. Putus satu detik saja itu sudah cela bagi si jahat untuk mengambil keuntungan.

Tidak boleh berhenti melibatkan Tuhan dalam seluruh aktifitas kehidupan kita. Saya percaya ketika kita berdoa untuk merencanakan segala sesuatu untuk pekerjaan kita, ketika kita berdoa, akan kecil kemungkinan segala niat jahat, niat yang tidak benar akan muncul dalam pikiran kita.
Dan ketika kita melibatkan Tuhan dalam seluruh aktifitas kita, aktifitas itu mungkin berat, sukar, susah dan jarang atau belum pernah kita kerjakan, tetapi dikatakan Allah Turut bekerja didalamNya. Allah turut mendampingi kita, Allah menyertai kita.
Ada satu jaminan penyertaan Tuhan. Dan itu yang membuat kita selalu tenang, kita selalu penuh dengan sukacita karena kita yakin Allah bersama dengan kita, Allah menyertai kita.

Mengapa Yesus selalu menegaskan untuk selalu berdoa ?
Karena tidak ada kegiatan lain pengganti doa. Hubungan pribadi kita dengan Tuhan tidak bisa digantikan. “Saya tidak berdoa tetapi saya rajin melayani, saya tidak berdoa tetapi saya rajin memberikan persembahan, saya rajin memberikan perpuluhan, saya tidak berdoa tetapi saya rajin menolong orang” . Tidak ada kegiatan lain pengganti doa.Sibuk dengan tidak sibuk, dalam keadaan ataupun situasi apapun, hubungan kita dengan Tuhan harus selalu ada.Doa itu adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan.
Ketika kita bertindak untuk berdoa, berarti kita sedang berkomunikasi dengan Bapa kita. Ketika kita sedang berkomunikasi dengan Tuhan, Allah akan mengisi kehidupan kita dengan RohNya, dengan KekuatanNya, dengan hikmatNya dan segala yang kita butuhkan, Allah akan mengimpertasikan karkaterNya dan kekuatanNya didalam diri kita.
Itu sebabnya dikatakan berdoa dan berjaga-jaga. Bukan dikatakan berdoa saja atau berjaga-jaga saja didalam persekutuan kita dengn Tuhan ada hikmat yang Allah berikan kepada kita. Ada kemampuan yang kadang kita tidak pikirkan sebelumnya tetapi Allah berikan kepada kita. Jadi sekali lagi, tidak ada pengganti doa.

Justru saya mengatakan sekali lagi bahwa semakin kita sibuk, semakin kita perlu banyak berdoa. Saat seperti ini kita tahu bahwa semua ada sisi positifnya. Saudara bisa punya banyak waktu untuk berdoa. Saudara bisa punya banyak waktu untuk menyembah Tuhan, membaca Alkitab.Mungkin dimasa lalu saudara tidak punya banyak waktu untuk hal itu, saudara tidak punya banyak waktu untuk baca Alkitab karena sibuk, tidak punya banyak waktu berdoa karena capek, tidak punya banyak waktu kumpul dengan keluarga karena masing-masing ada kegiatannya, tapi saat ini saudara, waktu ini gunakan sebaik-baiknya untuk kita bisa boleh bersekutu dengan Tuhan, menginstropeksi dan mempersiapkan diri dengan Tuhan, kalau masih ada waktu, setelah wabah ini kita bisa tampil kembali dengan kekuatan yang baru dengan kegiatan yang semakin diberkati Tuhan, dengan pelayanan-pelayanan yang semakin diurapi Tuhan.

Doa itu adalah nafas dari roh kita.Kita perlu memiliki roh yang kuat dan kita tahu bahwa jika roh kita tidak memiliki nafas itu berarti roh kita sudah mati sudah kembali.

Saya percaya saudara ingin tetap kuat didalam kehidupan rohani saudara, saudara boleh tetap berada didalam keadaan yang prima. Tergantung daripada hubungan pribadi saudara dengan Tuhan.

Berdoa tidak jemu-jemu, tidak menjadi lemah, tidak kendor, tidak berdoa asal-asalan. Didalamnya kita melibatkan pikiran kita, perasaan kita, bersekutu dan berhubungan dengan Tuhan. Kalau kita memiliki cara seperti itu, saya percaya saudara akan semakin bergairah untuk melakukannya. Karena pasti ada suatu kekuatan, ada suatu impertasi, ada suatu perasaan Tuhan sukacita karena kita berdoa kepadaNya .Jadi jangan saudara menjadi lemah. Dikatakan jangan jemu-jemu, jangan jarang, jangan malas, jangan asal-asalan, jangan tawar hati atau kehilangan gairah, sudah berdoa berulang-ulang untuk hal ini, kenapa Tuhan tidak dengar, kenapa Tuhan tidak jawab doa saya, kenapa Tuhan pilih kasih? Itu yang membuat sering kita kurang semangat untuk berdoa.
Kita lakukan bagian kita, dan Allah akan melakukan bagianNya. Dan Allah tidak pernah terlambat untuk menjawab doa-doa kita.

Lukas 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Biarlah kita semua tetap berada dalam stamina rohani yang kuat, dan supaya kita tahan berdiri dihadapan anak manusia .
1 petrus 4:7Sebab kesudahan segala sesuatu sudah dekat, karena itu kuasailah dirimu, jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa. Saudara yang saya kasihi didalam Yesus Kristus inilah pesan bagi kita semuanya supaya kita tetap berdoa dan berjaga-jaga, supaya kita tetap kuat didalam Tuhan dan menjadi kekuatan bagi yang lain didalam doa-doa kita.

By : Pdt. Milkha Potuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *