This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

PENJAGAAN TUHAN

MAZMUR 121:1-8
1Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? 2Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.3Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. 4Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.5TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.6Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.7TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. 8TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Banyak orang saat ini digelisahkan oleh satu wabah penyakit yaitu virus Corona (COVID-19).Banyakyang menjadi kuatir, cemas dan takut. Takut bertemu orang dan takut menerima sesuatu barang dari orang lain. Ketika kita menerima sesuatu barang dari orang lain, kemudian kita berfikir apakah barang tersebut terdapat virus Corona ataukah tidak. Orang-orang menjadi takut keluar rumah, takut pergikepasar dan ketakutan-ketakutan lainnya. Ada pula satu ketakutan yang berlebihan ketika pemerintah pusat memutuskan agar masyarakat melakukanSocial Distancing(mengurangi aktifitas diluar rumah, mengurangi interaksi dan tatap muka langsung dengan orang lain), swalayan-swalayan justru diserbu oleh masyarakat, antrian menjadi panjang, yang tadinya takut keluar rumah akhirnya menjadi tidak takut. Mau tidak mau mereka harus bersentuhan dengan orang lain. Orang yang sedang berbelanja di swalayan misalnya, ketika sedang mengambil sabun tertentu, kemudian memegang barang tersebut, mereka tidak tahu kalau sebelumnya beberapa orang lain sudah memegang sabun tersebut. Situasi dan kondisi yang tidak menentu ini membuat orang menjadi gelisah, kuatir dan takut.Disaat kita takut atau kuatir, imun kita akan menurun danmelemahkan daya tahan tubuh kita.
Pemazmur bani Korah berkata “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku?Berharaplah kepada Allah!”(Mazmur 42:6). Yesus pun mengatakan hal yang serupa “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (Yohanes 14:1)
Pemazmur Daud menyatakan ungkapan isi hatinya yang dituliskan dalam kitab Mazmur 121.Kita tahu bahwa Daud adalah raja Israel ke dua setelah menggantikan Saul. Daud merupakan pahlawan yang gagah perkasa yang diurapii oleh Tuhan, ia selalu berhasil dalam setiap peperangan yang ia pimpin. Ia berhasil mengalahkan Goliat karena Tuhan selalu menyertainya. Daud adalah seorang pribadi yang mencintai Tuhan lebih dari apapun dan siapa pun.Perjalanan Daud sebelum dan sesudah menjadi Raja tidaklah mudah, ia menghadapi tantangan dan aniaya yang sangat luar biasa dari mertuanya sendiri yaitu Saul. Permasalahan dalam rumah tangga yang tiada henti. Melalui sejarah yang dituliskan dalam alkitab, kita mengetahui tentang pemerkosaan yang dilakukan oleh Amnon kepada Tamar, Absalom yang memberontak kepada Daud, dan berkali-kali dalam waktu yang cukup lama Daud harus mengungsi dan berpura-pura menjadi gila untuk meluputkan dirinya dari tangan musuhnya. Ini adalah sikon yang tidak mudah. Pada saat mengalami pergumulan yang berat itulah, pemazmur Daud mengatakan hal demikian (Mazmur 121:1-8)
Bukan berarti saat ia melayangkan matanya ke gunug-gunung, ia percaya dan menaruh pengharapannya kepada gunung-gunung tersebut. Tetapi Daud sedang berkomunikasi dan terus memandang kepada Tuhannya.Ia sendiri pula yang menjawab akan pertanyaannya bahwa pertolongan akan datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Daud percaya bahwa hanya Tuhanlah sumber pertolongannya karena ia tahu bahwa Tuhanlah yang selalu menopangnya dan memberikan kekuatan.
Daud hanya percaya kepada Tuhan karena ia tahu:
1. Tuhan yang selalu menopang, memberikan kekuatan (Mazmur 121:3)
Dalam ayatnya yang ke 3 dikatakan bahwa “Ia takkan membiarkan kakimu goyah”.Goyah berarti goyang karena tidak kukuh letaknya, tidak teguh, tidak tetap(pendirian, keyakinannya).
Beberapa tahun lalu, saat peristiwa gempa 28 September 2018 menimpa Palu, ketika saya mendengar kabar bahwa ibu saya meninggal di tempat karena tertimpa tembok yang tingginya ± 4meter, kedua kaki saya saat itu menjadi lemas seluruhnya, saya merasa goyah. Secara fisik saya tetap memaksakan diri untuk tetap kuat.Saya berusaha tetap melangkah, berusaha tetap berdiri walaupun secara manusia tidak ada kemampuan untuk berdiri dan melangkah tetapi saya tetap berusaha untuk menguatkan hati saya. Di saat seperti itu, saya tidak berfikir tentang siapa pun dan tidak mencari siapa pun, hanya Dia,Tuhan yang saya cari. Saya berdiri di samping mobil dan berpegangan, di dalam hati saya berkata “Tuhan, saya percaya, semua dalam kedaulatan-Mu, tolong kuatkan saya, karena aku percaya Engkaulah pertolonganku dan kekuatanku.”Pada saat itu bukan hanya kaki saya yang jadi kuat tetapi juga iman saya tidak sedikit pun tergoyahkan karena saya percaya bahwa Tuhanlah sumber pertolongan saya. Dialah yang akan terus memampukan dan menguatkan saya. Saya percaya bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan bukan hanya saya tetapi bagi kita semua.
2. Tuhan penjaga yang tidak pernah terlelap dan tertidur (Mazmur 121:3b-4)
Ayat ini menegaskan bahwa benar-benar Dialah Tuhan yang tetap terjaga.Komitmen dan konsisten-Nya melebihi seorang ibu yang sedang menjaga anaknya.
Saya adalah seorang ibu.Saya sangat mengasihi anak saya. Saat setelah melahirkan anak kami, Jayden, suami saya sedang berada di luar kota dan saya harus menjaga anak kami semalam-malaman dan harus merawatnya sementara kondisi saya saat itu adalah paska operasi. Hati seorang ibu saat mendapatkan seorang anak itu sungguh luar biasa. Apapun akan dilakukan. Saya belajar untuk total mengasihi anak saya. Segenap jiwa raga saya merawat dan menjaganya.Di saat mengantuk pun saya berusaha untuk tetap menjaganya.Meskipun besar cinta, hasrat dan kerinduan saya untuk terus menjaganya, tetap saja sebagai seorang ibu saya terbatas.Satu kali ketika saya menjaganya sendirian dengan rasa mengantuk, saya mengatur posisi duduk saya demikian rupa sehingga ketika saya terlelap anak saya tidak terjatuh dari gendongan saya.Akhirnya, saya pun terlelap juga. Kemudian botol susu yang saya pegang untuk menyusui anak kami terjatuh. Saat itu juga, saya terbangun dengan kaget.Hal ini membuktikan keterbatasan kita sebagai seorang ibu meskipun cinta kita begitu besar.
Tuhan tidak pernah terlelap dan tertidur bahkan sampai saat ini, di saat kitamendengar firman Tuhan, Ia tahu persis sikon yang kita alami saat ini; hati kita, kegelisahan dan kekuatiran kita. Tetapi Tuhan sedang menunggu, apakah kita percaya kepada Dia bahwa Dialah Penjaga yang tidak pernah tertidur dan tidak pernah terlelap?Kepada siapa kita pergi disaat kegelisahan dan kekuatiran ada dalam hidup kita?Siapa yang kita cari?Kita harus percaya bahwa Tuhanlah Penjaga yang tidak pernah terlelap dan tertidur.Penjagaan Tuhan begitu nyata. Bukan hanya hal-hal lahiriah saja, tetapi atas nyawa kita juga (Mazmur 121:7)
Sebagai orangtua yang mencintai anak-anak, kita tidak akan pernah bisa menjaga keluar masuk anak-anak kita setiap saat. Tetapi penjagaan Tuhan dan perlindungan-Nya begitu luar biasa.Ia tidak terbatas oleh apapun.“Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya” (Mazmur 121:8).Tidak pernah sedetik pun Tuhan terlelap. Sepatutnya kita bangga memiliki Tuhan Allah yang kita sembah melalui Yesus Kristus.
3. Tuhan perlindungan kita (Mazmur121:5)
Selain Penjaga, Tuhan juga sebagai perlindungan kita. Dalam Mazmur 91 dituliskan tentang perlindungan Tuhan. Penyakit sampar atau penyakit menular manapun tidak akan mengganggu/menyerang kita. Itulah janji Tuhan. Malaikat Tuhan akan membentengi kita senantiasa. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia, tidak pernah terlelap dan tertidur.Dengan demikian adakah alasan bagi kita untuk tetap kuatir, cemas dan takut?
Mari bawa hati dan hidup kita semakin dekat dengan Tuhan, semakin percaya dan melekat kepada-Nya.“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.15Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.”(Mazmur 91:14-15)
Bagi setiap kita yang melekat kepada-Nya yang menaruh pengharapan kepada Tuhan saja dan yang selalu percaya bahwa Tuhanlah pertolongan-Nya, dituliskan bahwa Tuhan bukan sekedar meluputkan kita dari wabah apapun tetapi juga akan memuliakan kita. Kita akan dimuliakan oleh Tuhan karena kita berkenan di hati-Nya.
Kita perlu berjaga-jaga dan bekerja sama dengan Tuhan. Jangan pernah kita mencobai Tuhan. Janganlah takut yang berlebihan dan gelisah tetapi berharaplah kepada Allah, seperti yang Yesus pernah katakan “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (Yohanes 14:1)
Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.

By : Pdt. Lea Novitasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *