This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

PERJANJIAN DENGAN METERAI DARAH YESUS

Kita sudah belajar beberapa hal tentang mengikat iman dengan janji Tuhan. Tuhan mengikat perjanjian-Nya dengan sumpah, kita mengikat iman kita dengan janji Allah.

Dalam konteks Perjanjian Baru ini mendatangkan suatu damai sejahtera, sukacita dan semakin membangkitkan iman kita. Bahkan sampai kepada iman yang paling lemah sekalipun, akan disegarkan untuk dikuatkan kembali dan semakin dahsyat.

Sebenarnya Allah tidak perlu bersumpah, karena Ia bukan pendusta, tetapi untuk kepentingan kita supaya tidak ada alasan untuk tidak percaya akan janji-Nya. Cara Allah mewujudkan janji-Nya seperti yang kita baca bahwa Allah dengan umat-Nya saling berinteraksi pada saat itu (Perjanjian Lama). Nah, sekarang kita sudah menjadi orang percaya, apakah janji Allah di jaman Abaraham masih berlaku bagi kita saat ini?

I Korintus 11:24-25 24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” 25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

Saya perlu meluruskan tentang perjamuan kudus, oleh karena beberapa hamba Tuhan sudah melakukan hal-hal yang aneh dengan perjamuan kudus. Menganggap bahwa perjamuan kudus sudah seperti jimat Menganggap kalau makan roti seperti makan daging Tuhan Yesus, ada gereja yang mengajarkan tidak boleh digigit karena nantinya akan keluar darah. Ada juga yang menjadikan jimat dalam bentuk lain, yaitu perjamuan dibawa pulang untuk untuk orang sakit, supaya sembuh. Ada juga yang menggosoknya ditempat yang sakit. Yang lain lagi anggur perjamuan dibawa ketempat keramat. Ada juga yang disiram di pinggir rumah.
Padahal jelas tertulis di I Korintus 11: 24 bahwa perjamuan itu menjadi peringatan akan Yesus yang rela mati untuk menebus dosa kita. Firman Tuhan digenapi, bahwa semakin banyak pengajaran-pengajaran dari berbagai cara dan berbagai gereja dan pribadi-pribadi ini sudah tidak lagi memiliki suatu pemahaman yang mendasar tentang firman Tuhan, hanya terbawa-bawa oleh karena seorang figur yang sudah menjadi idola.
Oleh sebab itu sangat penting bagi jemaat untuk mengikuti pemuridan agar memiliki pemahaman yang benar.

Dikatakan: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!””

Oleh sebagian orang pemahaman inipun dianggap benar-benar benar darah Kristus, sehingga ada sindiran berkata bahwa orang Kristen adalah kanibal. Padahal ini adalah anggur. Jadi seberapa banyak kali kita meminum perjamuan itu menjadi PERINGATAN.

Jika pada masa lalu umat Tuhan mengalami janji Allah, dimana Tuhan juga bisa berbicara melalui perantaraan seorang nabi, bagaimana dengan kita yang sudah menjadi seorang percaya untuk mengalami janji Allah? Apakah kita juga harus melalui perantara seorang nabi?

Contoh Kasus
Suatu keluarga memiliki anak perempuan yang belum menikah, anak ini memiliki penampilan dan budi pekerti yang baik, tetapi masih belum bertemu dengan jodohnya. Suatu saat ketika ia bekerja di suatu perusahaan dan ditaksir oleh pimpinannya yang sudah memiliki istri. Kemudian orangtua si gadis konseling dan menanyakan kepada seorang hamba Tuhan, dan hamba Tuhan tersebut mengatakan bahwa itu tidak boleh. Apa maksud konseling ini? Bisa dikatakan ini adalah suatu hal untuk mencari pembenaran, padahal sudah jelas bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.

Kita tidak bisa menjadi seorang percaya yang tidak bisa menikmati iman percaya, termasuk tentang janji Allah yang sudah dimeteraikan oleh darah Yesus.

Yang perlu kita tahu adalah bahwa Tuhan Allah melanjutkan ikatan perjanjian itu, baik di zaman Abraham sampai keturunannya, yaitu orang-orang percaya, agar punya hak untuk menikmati dan mengalaminya.

Roma 8:1-16-17 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Kita adalah ahli waris, artinya ada HAK IMAN untuk berhak menerima janji-janji Allah. Janji Allah bukan hanya tersirat, tetapi janji yang tertulis secara otentik di dalam Firman-Nya.

Masalahnya sekarang pada kita. Jika kita belum dapat menikmati dan memfungsikan iman percaya kita, maka hal itu akan sampai pada tahap bimbang akan janji Allah, sehingga akan membuat kita memakai cara-cara lain untuk meyakinkan diri sendiri. Seperti pada zaman pemerintahan Roma, banyak dibuat doa-doa hafalan, karena pada zaman itu tidak bisa berkomunikasi jika tidak ada mediator.

Perjanjian Allah yang sudah dimeteraikan adalah menjadi bagian orang percaya, makanya Tuhan juga berkata
Dalam Yohanes bahwa apapun yang kita minta di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, maka akan diberikan

Markus 16:17 1 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

II Korintus 1:19-20 19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”.
20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.

Janji Allah tidak diperolah seperti cara-cara orang yang datang kepada seorang yang dianggap “mampu” mengetahui dan memecahkan masalah (dukun, dll), yatu membawa sesuati seperti ayam putih, dll.
Pakailah iman di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Kita harus sangat berhati-hati supaya tidak mengejar hal-hal lahiriah dengan mengabaikan kebenaran

Karena ini adalah hak iman maka untuk penggenapan janji Allah yg sdh dimeteriakan dengan darah, maka akan muncul suatu situasi dan kondisi yang selalu dihindari oleh sebagian banyak orang percaya yaitu PERGUMULAN IMAN

Roma 4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Dimana bentuk pergumulan iman percaya dari Abraham dalam menerima janji Allah? Abraham tidak punya dasar apa-apa untuk berharap, tetapi dikatakan bahwa Abraham berharap juga
Setiap orang percaya harus percaya terhadap janji Allah, untuk mempercayainya banyak orang percaya tidak mau bergumul dengan tekanan jiwani.

Roma 4:19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.

Positifnya adalah bahwa ia menyerah pada kehendak Tuhan. Tapi Iblis menggoda supaya tidak mau berlelah dengan janji yang sudah Tuhan berikan, Iblis bisa membuat lemah.
Abaraham tidak memiliki iman yang lemah, justru hal itu membangkitkan iman percaya Abraham.

Ini Rahasianya:
Roma 4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah

Iman yang selalu difungsikan semakin lama akan semakin kuat.

Yakobus 1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

Inilah yang menjadi pengharapan kita, janji-janji Tuhan akan selalu digenapi, seperti fajar yang tidak pernah terlambat bersinar.
By : Pdt. R. F. Martino