This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

MENJADI GEMBALA YANG BAIK

Yohanes 10:1-10 1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; 2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. 3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. 4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. 5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” 6 Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. 7 Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. 8 Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. 9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Kita disebut domba kalau kita sudah lahir baru. Domba-domba yang ada dalam kandang Tuhan Yesus hanyalah orang-orang yang melewati pintu yaitu yang sudah mengalami Yesus dalam hidupnya. Yohanes 3:16 (TB) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Kita boleh masuk dalam bilangan domba-domba yang ada dalam pemeliharan-Nya ketika kita telah memiliki Yesus

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Diperikop ini Tuhan Yesus menyatakan bahwa Akulah Pintu. Ketahuilah orang-orang yang masih diluar kandang tidak dipelihara oleh Tuhan, yang dipelihara dan diproteksi hanyalah orang-orang yang sudah masuk dalam kandang. Kalau kita masih merasa jauh dari Tuhan, kita harus bertanya apakah kita sudah masuk dalam kandang yang pintunya adalah Yesus. Yang harus ditekankan adalah apakah kita sudah jadi domba Tuhan Yesus atau belum? Sudah dalam kandang-Nya Yesus atau belum?

Kita tahu bahwa diluar kandang kondisinya sangat membahayakan. Ada serigala, yang akan menerkam dan memangsa domba-domba itu. Ada saatnya dimana dikatakan domba-domba itu tidak selalu di dalam kandang, ada jam-jam dimana mereka dibawa keluar dibawa kepadang rumput yang hijau untuk diberi makan. Dibawa ke rumput yang hijau bukan berarti dibawa lalu ditinggalkan.

Kita mengambil satu contoh dari Raja Daud. Sebelum ia menjadi raja ia dipercayakan oleh orangtuanya untuk mengembalakan 2, 3 ekor kambing domba. Dalam Mazmur Daud mengatakan, ketika ada serigala mau menerkam domba-dombanya, Ia segera lari dan memukul binatang buas itu, mengusir serigala dan mengalami kemenangan.
Walaupun hanya 2, 3 ekor, tetapi Daud bertanggungjawab penuh menjaganya.

Kalau Saudara betul-betul menjadi domba dari Yesus Kristus dan resmi menjadikan Yesus gembala dalam hidup, Saudara pasti aman. Yang penting Saudara ikut saja kemana Tuhan membawa Saudara dalam jalan Tuhan.

Dalam Yohanes 10:3 ciri dari domba Tuhan adalah dia bisa mengenal suara gembalanya. Gembala yang Agung adalah Tuhan Yesus.

Kita tidak lagi membahas tentang keselamatan dunia akhirat. Pembahasam kita adalah bagaimana kita bisa selamat dari kejahatan dalam dunia ini.
Banyak hal-hal yang mengerikan dalam dunia saat ini, kejahatan dimana-mana. Ketika kita menjadikan diri kita sendiri menjadi domba yang taat pada Tuhan Yesus, pasti kita selamat.

Dalam Yohan 10:4 dikatakan bahwa jika semua dombanya telah dibawanya keluar, ia berjalan didepan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Bagaimana cara mendengarkan suara Tuhan? Bacalah Alkitab, karena Alkitab itu adalah suara Tuhan/perkataan Tuhan.
Kalau kita sungguh-sungguh mendengar dan melakukan apa yang Tuhan katakan, Saudara pasti selamat dari samua kejahatan dalam dunia ini.

Tidak kebetulan bahwa kita sebagai umat Tuhan digambarkan seperti domba, bukannya kambing, sapi atau atau yang lainnya. Domba memiliki spesifikasi khusus, domba umumnya adalah binatang penurut. Seperti dikatakan Tuhan Yesus bahwa gembala selalu berjalan didepan domba-dombanyanya, dan domba-dombanya mengikuti dia.

Di New Zealand terdapat lebih banyak domba-domba daripada manusia. Di perternakan, domba-domba itu ada gembala yang menjaganya. Gembala-gembala itu memberikan kode-kode panggilan untuk dombanya, sehingga domba itu mendengarkannya. Suatu saat seorang turis yang menirukan cara memanggil domba-domba itu dengan kode-kode yang sudah diajarkan oleh gembala aslinya, bahkan sudah memakai jaket dari gembala asli domba-domba itu, tapi domba-domba itu tidak bergeming dan tetap memakan rumputnya. Ketika ada gembala palsu, domba-domba itu dapat mengetahui perbedaan suaranya .

Jadi dalam hal ini apa yang bisa kita pelajari untuk jadi dombanya Tuhan supaya kita tidak tersesat yaitu tidak jauh dari Tuhan, kita harus dengar suara-Nya, kita membaca Alkitab, kita harus tau apa maunya Tuhan, apa perintah Tuhan, kita harus turuti dan taati, kita pasti selamat.

Yang perlu menjadi perhatian seperti yang Tuhan Yesus katakan, bahwa ada orang-orang yang masuk tidak melalui pintu, atau orang-orang yang menyusup kedalam kandang domba. Dipastikan ia adalah orang yang jahat yang menginginkan domba-domba itu untuk dibunuh. Tuhan memperingati ada banyak penyesat-penyesat, bahkan orang yang mengaku rohani sekalipun.

Setelah mendengar diseminar-seminar tentang bahaya LGBT (Lesbian, Gay, Transgender, Biseksual), ada banyak anak Tuhan yang terlalu lugu/naif tidak tau apa-apa yang terjadi didalam dunia ini. Seorang kepala sekolah yang sekolahnya kami adakan kegiatan seminar LGBT, tidak mengetahu apa itu LGBT, saya berpikir bagaimana ia bisa menjaga dan melindungi murid-muridnya dari bahaya LGBT sedangkan LGBT itu sendiri dia tidak ketahui.
Banyak sekolah-sekolah yang saat ini sudah kebobolan dengan narkoba, pornografi, free sex, bahkan bertambah lagi dengan LGBT.

Yang namanya gembala itu bukan hanya seorang pendeta. Gembala itu menunjukan orang yang punya satu posisi dalam memimpin yang bukan hanya di dunia gereja, tetapi di dunia luar juga. Seperti kepala sekolah Kristen, guru kristen, itu juga adalah gembala bagi domba-dombanya. Dikelompok sel juga disebutkan kita sebagai gembala sel. Gembala sel juga harus melindungi anggota kelompok sel dari serangan-serangan penyesat. Guru Sekolah Minggu juga adalah gembala, yang harus bertanggungjawab menjaga murid-murid Sekolah Minggunya dari penyesat.
Sebagai pemimpin dalam usaha, kita juga adalah gembal-gembala bagi karyawan yanga da di bawah kita.

Tuhan Yesus Kristus adalah Gembala Agung kita, Gembala yang sangat memperhatikan dan menyelematkan domba-dombanya. Tujuan akhir kita adalah menjadi serupa dengan Kristus. Kitapun harus menjadi gembala-gembala yang baik bagi orang-orang yang kita pimpin.

By : Pdt. Mediati Setiawan