This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

“MENJAGA DIRI DARI PERGESERAN NILAI-NILAI ILAHI”

Kisah Para Rasul 2:17
“Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.”

2 Timotius 3:1-5
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”

Kita harus menyadari bahwa kita bukan hanya berada di masa akhir zaman, namun sudah di penghujung akhir zaman. Dengan menyadari hal ini maka kita akan mampu membaca tanda-tanda akhir zaman yang terjadi saat-saat ini / yang menjadi realita dalam kehidupan kita saat ini.

Dalam penghujung akhir zaman ini ada 2 hal yang terjadi:
1. Gerakan Allah Roh Kudus dalam memulihkan gereja-Nya (Kis 2:17). Mengapa gereja perlu dipulihkan? Karena gereja pernah mengalami kejatuhan yang memalukan. Memulihkan berarti mengembalikan kepada keadaan yang semula. Allah sedang memulihkan gereja-Nya, berarti Allah sedang mengembalikan gereja-Nya kepada keadaan yang semula – yang sesuai kebenaran Firman Allah. Dan generasi yang berada di penghujung akhir zaman ini akan disebut “Generasi Penuai”.

2. Kebejatan di dalam gereja (2 Tim 3:1-5). Kebejatan yang disebutkan di ayat ini bukan hanya terjadi di luar gereja karena ayat tersebut berkata bahwa di akhir zaman kebejatan itu terjadi di dalam gereja (dilakukan oleh orang percaya)!
– Mereka mungkin saja orang percaya yang berhasil secara finansial, namun mereka menjadi cinta uang! Maka di dalam gereja ada banyak orang-orang yang cinta uang.
– Mereka juga orang percaya yang suka memfitnah, berontak pada orangtua, dan lain sebagainya.

Kita melihat bahwa kebejatan-kebejatan itu hari-hari ini terjadi di negeri kita. Ada banyak nilai-nilai kehidupan etis sehari-hari yang dulunya dijaga baik-baik dalam peradaban masyarakat di negeri kita namun kini telah bergeser. Pergeseran ini dipercepat karena kecanggihan teknologi. Memang semua kecepatan pergeseran sistem teknologi tidak bisa kita hindari. Contohnya gadget baru, mobile banking, internet banking, dll. Namun kecepatan pergeseran sistem tersebut juga mendorong percepatan pergeseran nilai. Begitupun pergeseran nilai-nilai ilahi / nilai-nilai iman yang seharusnya dijaga oleh gereja yang berada di tengah dunia ini. Seharusnya gereja yang menjadi garam dan terang dunia. Namun yang terjadi saat ini adalah gereja yang justru “digarami” oleh dunia. Contohnya gereja tidak bisa lagi menjaga kesakralan ibadah. Gedung gereja berdinding serba hitam dan lampu sorot berwarna warni membuat gereja tampak seperti diskotik. Begitupun kita tidak bisa menghindar dari lagu-lagu rohani baru yang nilai-nilai teologi didalamnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dan masih banyak lagi. Apakah kita memperhatikan bahwa hal ini sedang terjadi?

Karena itu Firman Tuhan memperingatkan dalam Kolose 1:23 “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”

Kita harus memiliki iman yang teguh dan tak bergeser. Hidup oleh iman bukan hanya sebatas jawaban doa namun ketaatan tanpa syarat pada Firman Tuhan – jadi apakah doa kita dijawab atau tidak dijawab, kita tetap taat. Inilah hidup oleh iman.

Kita juga harus memahami bahwa pergeseran nilai yang terjadi di kehidupan bermasyarakat adalah pergeseran nilai yang terjadi di luar gereja, yang terjadi secara alamiah karena perkembangan zaman. Namun pergeseran nilai-nilai ilahi di dalam gereja adalah pergeseran yang iblis lakukan di dalam gereja dan sulit untuk mendeteksinya kecuali dengan hikmat Allah.

Kisah Para Rasul 20:28 “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.”

Gembala-gembala kelompok sel tentu lebih mudah memahami ayat diatas karena mereka menggembalakan 12 anggota kelompok sel. Para gembala tidak mungkin bisa menjaga kawanan domba yaitu jiwa-jiwa yang telah ditebus oleh Kristus, jika ia tidak terlebih dulu tahu cara menjaga dirinya sendiri.

Kisah Para Rasul 20:29 “Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.”

Mungkin banyak diantara kita yang pernah menonton siaran televisi bagaimana serigala-serigala buas menyerang kawanan domba. Karena itu para gembala komsel harus mengasihi domba-dombanya dan melindunginya dari serigala-serigala ganas. Begitupun Tim Penggembalaan di gereja ini menjaga domba-domba dari serigala-serigala. Namun serigala-serigala buas dari luar lebih mudah dideteksi. Pergeseran yang berasal dari dalam gereja lebih sulit dideteksi.

Kisah Para Rasul 20:30 “Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.”

Paulus berbicara diantara para penatua dan berkata bahwa “di antara kamu”. Berarti diantara orang percaya akan ada yang mengajarkan pengajaran palsu.
Ini sangat berbahaya karena ajaran-ajaran palsu akan muncul “di antara kamu” (di dalam gereja!). Inilah penyebab pergeseran nilai ilahi yang sulit dideteksi! Karena itu jangan ikut-ikutan beribadah dimana saja dan tidak bisa lagi kita berkata bahwa “yang penting kan saya ibadah” (apapun gerejanya) – karena banyak ibadah yang sangat menarik di luar sana. Kita harus mencari tahu visi gereja tersebut. Selain itu kita harus camkan hal ini baik-baik: Jangan beribadah di gereja yang bertikai karena roh pertikaian akan mengalir dari mimbar gereja ke jemaat. Bukan berarti kita eksklusif tetapi kita harus menjaga diri. Inilah tanggung jawab Tim Penggembalaan menjaga kawanan domba. Di gereja ini kita juga memiliki pemuridan agar setiap jemaat memiliki dasar yang kuat.

Maka dari itu Rasul Paulus memperingatkan di dalam 1 Korintus 5:9-11 “Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.”

Rasul Paulus berkata jangan bergaul dengan orang-orang dalam gereja yang cemar karena bisa mencemari orang lain. Mengapa? Karena kita umumnya membentengi diri dari orang diluar gereja yang berbuat cemar, namun kita umumnya tidak waspada dengan orang di dalam gereja yang berbuat cemar.

Contohnya:
– Orang dalam gereja atau pelayan Tuhan yang cabul. Ada orang gereja yang suka share video-video cabul. Jika kita bergaul dengan mereka, maka kita akan berpikir “Oh tidak apa-apa nonton video cabul, dia saja seorang aktivis gereja/pelayan Tuhan saja menonton apalagi saya yang hanya jemaat biasa.”
– Orang dalam gereja atau pelayan Tuhan yang kikir. Jika kita bergaul dengan mereka maka kita pun akan berpikir “dia saja tidak mau memberi, apalagi saya”.
– dan seterusnya.

“…yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar…”

Kita harus berhati-hati terhadap pengajaran palsu dari gereja. Palsu berarti mirip asli. Firman Tuhan memperingatkan kita dalam:

Efesus 5:15-19 “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh”

Kita harus mampu memetakan realita yang terjadi di depan kita dan berusaha untuk mengerti kehendak Allah.

Pemuda dan Remaja gereja juga harus memahami hal ini. Jika pemuda dan remaja menyediakan diri mereka bagi Tuhan maka akan Tuhan memakai mereka menjadi generasi penuai. Namun jika mereka tidak mau memiliki dasar yang kuat maka mereka akan menjadi seperti generasi akhir zaman yang disebutkan dalam 2 Timotius tersebut.

Para pelayan Tuhan harus memahami bahwa metode pemuridan adalah membawa orang kepada Kristus, bukan kepada kita. Selain itu kita juga harus menjaga kesakralan dan kewibawaan kemuliaan Tuhan. Tidak bisa dunia yang “menerangi” gereja. Gereja-lah yang harus menerangi dunia. Dimanapun kita berada jadilah terang dan jagalah diri kita dari pergeseran nilai-nilai ilahi.

By : Pdt. DR. R. F. Martino