This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

TUHAN MEMULIHKAN

Salah satu kehendak Tuhan dalam hidup kita adalah memulihkan kita senantiasa dalam segala hal. Kata memulihkan artinya mengembalikan suatu keadaan seperti sebelumnya atau membuat jadi baik. Tuhan tidak pernah merencanakan hal-hal yang jahat dalam kehidupan kita tetapi Ia senantiasa mau melakukan hal-hal yang baik, Ia ingin kita mengalami keadaan yang baik. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memeberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Dari ayat ini kita tahu bahwa Allah menginginkan kita dalam keadaan damai sejahtera dan dalam keadaan yang baik. Kita harus memahami dari apa yang terjadi sejak hari pertama ketika manusia diciptakan. Setiap kali Allah selesai melakukan penciptaan, dituliskan dalam alkitab bahwa Ia melihat semuanya itu baik adanya. Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan asal-asalan, tidak ada satu hal yang buruk yang diciptakan-Nya, semuanya dalam keadaan yang baik. Setelah Ia menciptakan manusia pada hari yang ke enam, dikatakan maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu mulai dari hari pertama sampai hari keenam, sungguh amat baik bukan hanya baik saja tetapi sungguh amat baik.
Dalam kejadian 1, dituliskan bahwa tidak ada yang buruk yang diciptakan Allah termasuk manusia yang Allah ciptakan adalah sungguh amat baik. Tidak ada sedikitpun ketidaktaatan, pemberontakan atau dosa manusia saat itu tetapi hubungan antara manusia dan Allah semuanya baik. Mereka bergaul karib dengan Allah. Begitupun hubungan antar manusia meskipun saat itu baru ada 2 manusia saja, tetapi mereka berkomunikasi dengan baik. Tetapi semua yang baik ini berubah total ketika Iblis datang dan berupaya agar manusia melanggar firman Tuhan. Dengan segala tipu muslihatnya, ia memperdaya manusia ini. Sehingga manusia melanggar ketetapan Allah dengan memakan buah yang dilarang dan terjadilah seperti yang Allah katakan yaitu mereka mengalami kematian rohaniah dan juga pada akhirnya mengalami kematian jasmaniah. Tetapi bukan hanya itu saja, hal ini berdampak pada seluruh aspek hidup manusia. Yang pertama adalah rusaknya hubungan Allah dengan manusia. Sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia tidak pernah takut untuk bertemu dengan Allah tetapi ketika dosa masuk, muncul ketakutan dalam diri manusia untuk bertemu Allah. Walaupun manusia takut bertemu dengan Alllah tetapi Allah masih tetap memanggil mereka. Dalam Kejadian 3:9 Allah berkata “dimanakah engkau?” Dari ayat ini kita mengerti bahwa Allahlah yang terlebih dulu mencari manusia, Ia yang memanggil manusia untuk datang kepada-Nya.
Manusia pada awalnya hidup berbahagia di taman Eden dan tidak perlu berpeluh tetapi karena dosa sudah masuk dalam hidup manusia maka mereka hidup di bawah kutuk. Kejadian 3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu saat mengandung, akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” Ini adalah akibat daripada dosa. Ternyata bukan hanya manusianya saja yang terkutuk tetapi tanah juga menjadi terkutuk. Dan kepada laki-laki, Tuhan mengatakan bahwa dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu. Untuk menafkahi hidup mereka, manusia harus bekerja keras dan inilah konsekwensi daripada dosa.
Walaupun manusia sudah jatuh dan mengalami hal-hal yang buruk, tetapi kita bisa melihat bahwa dari sejak awal Tuhan punya kemauan/kehendak untuk memulihkan. Pemulihan ini adalah idenya Tuhan, dan pemulihan ini dilakukan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesuslah yang melakukan pemulihan. Dalam Kejadian pasal 3 ayat 15, Allah mengatakan “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau(ular) dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya, keturunannya(perempuan)akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya. Allah sudah menubuatkan tentang rencana pemulihan ini. Dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru, ada banyak ayat yang berkata tentang Tuhan memulihkan.
Kita tidak perlu ragu tentang pemulihan yang Allah kerjakan. Ia memulihkan segala hal. Yang pertama ialah manusianya dimana manusia terdiri atas roh, jiwa dan tubuh. Setelah Yesus mati di kayu salib, Ia menjadi penebus kesalahan seluruh umat manusia. Dan barangsiapa yang percaya kepadaNya, ia dipulihkan. Untuk mengalami pemulihan, maka harus dimulai dari orangnya terlebih dulu.
Adam dan Hawa memiliki keturunan setelah mereka jatuh dalam dosa, mereka mempunyai 2 anak bernama Kain dan Habel. Ada peristiwa besar dimana yang sulung membunuh adiknya, dan hal ini mendatangkan dukacita. inilah masalah didalam kehidupan mereka. Ada kutuk yang masuk dalam kehidupan manusia bahkan dalam keturunan-keturunan selanjutnya ada begitu banyak masalah yang muncul. Inilah akibat dari kejatuhan manusia yang pertama.
Semua manusia menjadi berdosa, terputus hubungannya dengan Tuhan, hilang kemuliaan Allah, tidak ada kebenaran di dalamnya, roh jiwa dan tubuh manusia sudah tercemar akibat dari dosa. Kecemaran akibat dosa ini menyebabkan banyak masalah terjadi. Mulai dari rohnya, roh manusia mengalami kematian. Hal ini bukan berarti orang tersebut meninggal tetapi maksudnya ialah manusia tidak bisa terhubung dengan Allah lagi, karena roh manusia adalah bagian yang diciptakan Allah supaya bisa berkomunikasi dengan Allah. Walaupun kemudian mereka beragama bahkan menyebut dirinya Kristen sekalipun, tetapi belum mengalami pemulihan yang dari Allah karena belum mengalami kelahiran baru, tidak terhubung rohnya dengan Allah.
Manusia dipulihkan melalui kelahiran baru. Pemulihan haruslah melalui caranya Tuhan. Pemulihan segala sesuatu yang sudah rusak dan menyebabkan banyak hal buruk terjadi, harus dipulihkan melalui kelahiran kembali. Cara Tuhan memulihkan yaitu dengan menetapkan bahwa manusia harus bertobat dan percaya lalu menerima Tuhan Yesus secara pribadi Karena Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup yang kekal. Kehidupan Allah harus masuk dalam hidup kita. Kita harus mengalami dilahirkan kembali. Kita harus menerima roh yang baru. Karena roh yang lama sudah tidak berfungsi, roh yang lama menjadi budak dosa, secara rohaniah kita berada di dalam kerajaan gelap, dibawah kuasa daripada iblis. Dan ketika kita masih dibawah kerajaan gelap, semuanya adalah buruk. Maka kita harus dipindahkan kembali ke pihak Allah dan hanya dengan cara Allah saja yaitu dengan menerima Yesus Kristus dalam hidup kita.
Pemulihan dimulai dengan kita harus pindah tempat terlebih dulu. Dari gelap masuk ke dalam kerajaan terang Yesus Kristus. Dari diri kita, kita harus bertobat. Pemulihan selalu dimulai dengan bertobat. Tanpa ada pertobatan, tidak akan ada pemulihan dalam hal apapun. Pertobatan tidak hanya sekali saja. Memang ketika kita masih berada di dalam kegelapan, masih manusia berdosa, langkah yang pertama adalah bertobat yaitu keluar dari kerajaan gelap, itulah pertobatan awal. Dalam bahasa Ibrani, bertobat adalah metanoia yang artinya berbalik total 180 derajat. Di situ juga ada pengakuan dosa. Semua dosa harus diakui kepada Tuhan. Tuhanlah yang mengerjakan pemulihan itu dalam hidup kita. Kita hanya meresponinya. Kita perlu bertobat, kita ambil keputusan untuk tinggalkan segala dosa. Maka Tuhan yang adalah setia dan adil, mengampuni kita, menyucikan dan membasuh kita dengan darahNya dari kuasa dosa. Dengan kita menerima Kristus dalam hidup kita, kita dipindahkan dari kerajaan gelap ke dalam kerajaan terang. Roh yang lama dan hati yang keras disingkirkan lalu kita diberi roh yang baru dan hati yang baru. Selanjutnya kita perlu dibaptis, dimana dalam baptiso, roh yang lama yang menjadi budak dosa mati dikubur bersama dengan Kristus dalam baptisan, dan ketika kita keluar dari dalam baptisan, kita mengalami dibangkitkan bersama dengan Kristus sebagai manusia baru. Dimana roh dan hati yang baru bersama dengan roh Allah sudah menjadi satu.
Kolose 1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
Dikatakan bahwa Tuhan telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkankita ke dalam kerajaan anak-Nya. Inilah awal dari pemulihan dimana kita harus pindah tempat dulu. Sewaktu orang berdosa dilahirkan kembali, berarti baru rohnya saja yang mengalami dipulihkan. Tetapi jiwa, pikiran, kehendak yang disebut daging belum dipulihkan tetapi akan dipulihkan secara terus menerus dan Allah mau kita mengambil bagian dalam hal ini. Diperlukan partisipasi kita yaitu mau untuk terus dipulihkan, mau terus bertobat dalam hal ini. Pertobatan lebih lanjut adalah bertobat dari dosa-dosa jiwani yaitu bertobat dalam emosi, perasaan, kehendak dan keinginan kita. Begitu banyak dosa yang ada dalam pikiran manusia, apalagi dengan masukan-masukan dari luar yang sangat mencemari pikiran yaitu melalui teknologi yang canggih saat ini dimana iblis menungganginya dengan memberikan pengaruh-pengaruh buruk seperti pornografi dan hal-hal yang jahat lainnya. Ada berbagai macam penyesatan yang sekarang terjadi di dunia, bukan hanya tentang hal kepercayaan, keyakinan, tetapi juga tentang LGBT yang begitu keras dan tidak main-main, hal ini cukup mengerikan. Dibeberapa negara maju, mereka sudah meresmikan dan mengakui hak-hak LGBT. Bahkan di Negara tertentu, ketika seorang bayi lahir, tidak dicantumkan jenis kelaminnya, tetapi menunggu sampai bayi ini menjadi dewasa lalu ia sendiri yang akan menentukan jenis kelaminnya. Alkitab menuliskan bahwa diakhir zaman keadaan manusia semakin bejat bahkan melebihi dosa Sodom dan Gomorah.
Firman Tuhan menjelaskan bahwa hanya ada 2 jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Tetapi dunia memilih pendapat lain yang berbeda, sehingga apa yang Tuhan katakan adalah sebuah dosa, manusia dapat menganggapnya sesuatu yang alamiah. Jadi pegangan kita adalah apa yang alkitab katakan tentang sesuatu apakah itu dosa atau bukan.
1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Apapun keadaan kita, jika kita mau dipulihkan oleh Tuhan maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah bertobat.Hanya dengan mengakui dosa, bertobat, percaya dan menerima Yesus secara pribadi kita mendapat pengampunan dan penyucian dari Allah. Melalui kehadiran Tuhan dalam hidup kita, kita menerima roh yang baru dan memulai hidup yang baru. Setelah lahir baru, tidak semua hal langsung menjadi baik tetapi masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki dalam hidup. Oleh karena itu pemulihan terjadi secara terus menerus sampai akhir. Melalui pemulihan yang terus menerus, pasti terjadi perubahan dalam hidup kita sehingga menyerupai Kristus.
Roma 8:29,30 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya, supaya Ia anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banayk saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Allah bukan hanya mau menyelamatkan tetapi Ia mau untuk memulihkan kita. Saat sampai puncaknya, kita menjadi sama seperti Yesus. Seringkali kita menuntut Tuhan untuk menjadikan kita baik, tetapi kita tidak mau menjalani prinsip Tuhan supaya dipulihkan. Tidak ada pemulihan tanpa pertobatan. Kita harus terlebih dulu sadar bahwa kita berdosa, karena banyak orang merasa dirinya benar menurut pandangannya sendiri sehingga susah untuk mengalami pertobatan. Memang pertobatan adalah anugerah dari Allah, ada peran daripada Roh Kudus untuk menyadarkan kita bahwa kita berdosa tetapi ada juga kehendak bebas dalam diri kita yang tergantung dari kita sendiri apakah kita mau mentaati suara roh Kudus atau menuruti kehendak sendiri. Sangat mudah bagi Tuhan untuk memulihkan keadaan manusia tetapi yang sulit ialah manusianya sendiri yang seringkali tidak mau untuk dipulihkan. Ulangan 30:2,3 adalah hasil dari manusia ketika bertobat.
Ada banyak peristiwa dituliskan dalam alkitab tentang kejahatan manusia yang begitu besar sehingga membangkitkan murka Allah dengan menghapuskan mereka dari atas muka bumi.Dosa yang dilakukan manusia pada zaman Nuh membuat manusia binasa oleh karena air bah terkecuali Nuh dan keluarganya yang diselamatkan. Juga dalam hal Lot pada zaman Abraham dimana Allah menurunkan api yang dari langit menghanguskan Sodom dan Gomorah akibat dosa percabulan.Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram terhadap otoritas mereka yaitu Harun dan Musa mengakibatkan mereka dan banyak umat yang mendukung mereka ditelan bumi. Kita melihat bahwa bencana yang terjadi bukan hanya sekedar masalah/peristiwa alam biasa saja tetapi segala akarnya adalah kejahatan manusia.
Jadi jangan hanya mengkaji secara ilmiah saja sehingga kita tidak akan pernah bertobat dan tidak akan ada pemulihan. Bukan hanya manusia saja yang perlu bertobat tetapi gereja juga perlu bertobat. Meninggalkan kasih mula-mula adalah kejahatan di hadapan Allah karena manusia ini takut menderita. Banyak anak-anak Tuhan yang seringkali kompromi karena ia takut menderita. Yesus berkata “bahwa barangsiapa yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Aku”. Jemaat di Smirna tidak melakukan kejahatan amoral atau dosa zinah tetapi mereka takut menderita. Allah juga menegur jemaat Pergamus karena kompromi terhadap doktrin atau pengajaran firman Tuhan. Jemaat di Tiatira kompromi di dalam dosa amoral. Jemaat Sardis mengalami mati rohani. Jemaat Filadelfia gagal untuk maju sehingga tidak ada pertumbuhan rohani, ini adalah suatu dosa ketika jemaat tidak mau bertumbuh di dalam Tuhan sekalipun kita tidak melakukan zinah atau menyembah berhala. Jemaat Laodikia adalah jemaat yang suam-suam, tidak dingin dan tidak panas. Inilah contoh dosa manusia dihadapan Allah.
Merendahkan diri adalah unsur pertama yang sangat penting untuk bertobat. Lakukan kembali seperti yang pertama-tama engkau buat, berdoa dan mencari wajah Tuhan dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat maka Allah akan melihat dari sorga mendengar doa kita dan memulihkan keadaan kita.

By : Pdt. Mediati Setiawan