This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

BERAKAR, BERTUMBUH, BERBUAH Bagian3

Yeremia 17:7-8 7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Untuk bisa berbuah sampai 100x ganda, benih sebuah pohon harus tertanam di tanah yang baik. Selain itu, akar harus tertanam kuat di dalam tanah.

Namun sebuah pohon tidak boleh hanya sekedar berbuah, namun harus menghasilkan buah yang baik.

Matius 3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Bagaimanakah buah yang tidak baik itu?
Matius 7:15-20 15Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.16Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?17Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.18Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.19Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.20Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Kita bisa mengenal pohon yang baik dari buahnya. Buah yang baik berasal dari pohon yang baik. Sebaliknya buah yang tidak baik berasal dari pohon yang tidak baik. Jadi apakah kita sudah menjadi pohon yang baik? Bukankah kita sudah bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Bukankah kita telah ditebus dengan darah Yesus dan bukan lagi menjadi orang berdosa tetapi sudah menjadi orang kudus-Nya Tuhan? Lalu mengapa ada orang percaya yang tidak berbuah atau berbuah tetapi menghasilkan buah yang tidak baik?

Selama kita berhenti hanya sebatas lahir baru dan tidak menjalani hidup baru, maka kita tidak akan berbuah. Kita harus memahami bahwa sebagai manusia kita terdiri dari roh – jiwa – tubuh.

Saat kita menerima Yesus, roh kita sudah diganti dengan roh yang baru sehingga Iblis tidak bisa menjamah roh kita, (kecualijikakitamembukacelah). Jiwa dan tubuh kita belum diganti, Iblis jugamasih bisa mengganggu jiwa dan tubuh kita. Maka jiwa kita harus ditaklukkan di bawah kehendak Firman.

A. Buah apa yang Tuhan kehendaki untuk kita hasilkan?

1. Buah Pertobatan
Matius 3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

2. Buah Iman
Yakobus 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Iman kita harus menghasilkan perbuatan-perbuatan iman maka akan menghasilkan pengalaman hidup bersama Tuhan. Buah iman adalah pengalaman-pengalaman bersama Tuhan sebagai hasil dari melakukan Firman.

3. Buah Roh
Buah Roh adalah pembentukan karakter. Pembentukan karakter berbeda dengan pertobatan. Pertobatan terjadi di awal kita menerima Yesus dan meninggalkan hidup lama. Namun pembentukan karakter berlangsung seumur hidup. Ada orang yang sudah bertobat tetapi belum mau dibentuk karakternya. Karakter adalah sifat dasar manusia. Tuhan menghendaki agar kita bersedia mengalami pembentukan karakter hingga menghasilkan buah Roh.

4. Buah Pelayanan

Harus ada sesuatu yang kita hasilkan dan persembahkan bagi Tuhan dalam pelayanan melalui karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita. Selama kita menganggap pelayanan adalah tampil, maka kita tidak akan menghasilkan buah pelayanan bagi Tuhan.

B. Bagaimana supaya kita bisa menghasilkan buah?
Yohanes 15:1-8 1″Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.2Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.3Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.4Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.5Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.6Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.7Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.8Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Bagaimana agar kita bisa berbuah? Firman harus tinggal di dalam kita, artinya Firman harus menyatu dengan diri kita. Jika Firman menyatu dengan diri kita, maka kita mau melakukan Firman Allah. Inilah caranya agar kita bisa berbuah.

C. Bagaimanakah Proses Pembuahan?
Dimulai dari akar. Jika akar cukup mendapat makanan, maka pohon akan tumbuh sehat. Dan pada saatnya ia akan berbuah. Apakah semudah itu? Tidak! Semua pohon yang menghasilkan buah melalui proses yang panjang, bahkan ada yang sampai tahunan.

Sebelum pohon itu berbuah, pohon itu terlebih dulu berbunga. Banyak pelayan Tuhan dan hamba Tuhan terjebak disini. Ia mengira dirinya sudah berbuah padahal ia sedang berbunga. Hal ini sulit dideteksi dalam kehidupan real manusia. Apakah kita sedang “berbuah” atau “berbunga” sulit terdeteksi. Sebenarnya saat seorang percaya sedang “berbunga” itu tanda-tanda bahwa ia akan “berbuah”. Karena “bunga” harus mengawali “buah”. Namun banyak orang percaya bahkan hamba Tuhan yang berhenti saat “berbunga”.

Bunga adalah lambang keindahan (popularitas, pujian, pengagungan, dll). Banyak orang yang melebih-lebihkan dirinya, baik hamba Tuhan melebih-lebihkan prestasi-prestasi pelayanannya, maupun orang percaya umumnya yang melebih-lebihkan prestasi-prestasi dirinya.

Bunga itu saat kita menjadi terkenal, saat orang memuji kita, foto kita ada dimana-mana, dll. Semua ini tidak salah karena memang proses itu akan kita lewati. Namun untuk berbuah, bunga itu harus berguguran! Tuhan akan mengirim angin dan menggoncang pohon sehingga bunga-bunga berguguran. Apakah proses penguguran bunga itu? Proses penghancuran reputasi / nama baik. Ini memang menyakitkan! Lalu mengapa Tuhan harus menghancurkan reputasi kita? Agar kita tidak mencuri kemuliaan Tuhan dan semua kemuliaan dikembalikan kepada Dia.

Saat bunga-bunga berguguran, banyak orang percaya dan hamba Tuhan yang tidak tahan. Saat kita mengalami proses penguguran bunga, kita harus tetap tekun dan setia kepada Tuhan. Kita harus memahami bahwa lebih baik kita sendiri yang mengugurkan bunga daripada sampai Tuhan yang mengirimkan angin untuk mengugurkan bunga-bunga yang ada pada kita. Semua pujian dan kemuliaan yang mencuri kemuliaan Tuhan harus digugurkan.

Dan pada akhirnya kita perlu memahami bahwa buah pelayanan bukan sekedar tampil tetapi menghasilkan jiwa-jiwa bagi kerajaan Allah. Inilah buah yang tetap.

By : Pdt. DR. R. F. Martino