This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

BERAKAR, BERTUMBUH DAN BERBUAH

Kolose 2:6-7 6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Efesus 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Berakar, bertumbuh dan berbuah adalah filosofi tentang keberadaan orang percaya di gereja GPPS Jemaat Palu.

Berakar
Ketika Tuhan mengajar, tidak akan sulit untuk dimengerti, karena Tuhan memberikan contoh-contoh konkret dalam kehidupan alam nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang kita lihat, alami dan turut terlibat dalam seluruh pergerakan hidup kita. Termasuk ketika Tuhan berkata mengenai berakar, bertumbuh dan berbuah maka dengan sangat jelas kita mengetahui hal ini dalam bentuk riilnya. Bicara tentang akar kita akan mendapat gambaran sebuah pohon yang diawali oleh adanya akar yang ada di dalam tanah yang kemudian bertunas, bertumbuh kemudian menghasilkan buah.

Kita tidak akan pernah dapat mengharapkan suatu pertumbuhan jika tidak dari akar. Akar tidak kelihatan, tapi darimana kita tahu bahwa pohon itu subur, kuat/kokoh, tidak tumbang ketika diterpa angin pasti tergantung dari kuatnya akarnya.

Fungsi Akar Tumbuhan
Fungsi akar adalah mencari mineral-mineral yang ada di dalam tanah, kemudian masuk ke pembuluh dan menyebar ke seluruh bagian pohon tersebut. Tidak terlalu sulit untuk kita mengerti firman Tuhan, ketika Tuhan memberikan beberapa ketetapan-ketetapan bagi kita dalam mengikuti apa yang menjadi kebenaran.

“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita”
Ayat ini bukan untuk orang umum, ini berbicara khusus tentang orang percaya, orang yang sudah dibebaskan, sudah ditebus dan orang yang sudah lahir baru.

Sebuah Intropeksi
Umumnya kalangan kita pernah mengalami masa kesombongan rohani, karena menganggap gereja-gereja lain tidak lahir baru. Tetapi saya mau menyatakan bahwa gereja yang lahir barupun tidak membawa dampak yang terlalu besar selain fenomena-fenomena dan terjebak di dalamnya tanpa memahami lebih lanjut, dan fenomena itu dijadikan doktrin.
Kalangan kita yang mengatakan diri sebagai gereja lahir baru tidak akan dapat merubah dunia, menggarami dunia, menyinari dunia ini, kalau ia hanya sampai ditahap lahir baru.
Bahkan kalangan kita lebih terjebak dengan penampilan-penampilan yang “wah” dalam hal-hal materi dan kemewahan gedung-gedung gereja. Seolah-olah itu menjadi icon keberhasilan pendeta yaitu gedung yang mewah, fasilitas-fasilitas yang lengkap dan banyaknya jemaat. Selama orang percaya itu hanya sampai pada tahap lahir baru maka itu sama dengan seorang bayi uang lahir dan kemudian mati, dan tidak dapat berbuat apa-apa. Itulah kalangan kita yang harus segera kita sadari dan bertobat. Tidak ada kebanggaan yang bisa kita banggakan apalagi dengan menghakimi gereja-geraja lain. Mari kita kembali kepada firman Tuhan apakah kita sebagai gereja Tuhan baik secara pribadi maupun institusi, sudah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan? Tidak banyak yang diperbuat, selain keasyikan dalam lingkungan oleh karena hanya saling kenal satu sama lainnya.

Tetapi kita telah menjadi gagal dalam apa yang sudah firman Tuhan katakan
Kolose 2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.

Ayat ini menjelaskan bahwa berarti tetap didalam Dia, tidak tercabut, tidak memisahkan diri, tidak menyangkal iman apalagi meninggalkan Kristus. Mungkin kita bisa menemukan orang yang dekat didalam Tuhan, tetapi apa yang kita ketahui tentang itu sehingga ia masih tetap di dalam Tuhan? Selama kita hanya lahir baru dan kita tidak mau menjalani hidup baru  maka itu tidak ada gunanya, kita tidak akan berdampak dan tidak akan berhasil di dalam Dia. Memang kita masih di dalam Dia tidak berpindah ke percayaan lain,  tapi dihadapan Tuhan kita seperti tidak ada di dalam Dia karena kita tidak hidup menurut kehendak-Nya.

Sama halnya dengan sebuah pernikahan. Pernikahan adalah menjalani hidup baru. Yang tadinya hidup sendiri, sekarang sudah tidak sendiri lagi. Tidak berbeda dengan hidup baru yang tertulis dalam II Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru  yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Yang lama adalah adalah hidup menurut pikiran sendiri, perasaan sendiri, kehendak sendiri oleh karena dikendalikan oleh faktor jiwani. Setelah lahir baru Tuhan sudah menetapan bahwa ia lahir untuk menjalani hidup baru.

Selama kita tidak menjalani hidup baru, kita tidak akan pernah berhasil menyenangkan hati Tuhan, dan hidup baru inilah yang ditetapkan oleh Tuhan, kerena disinilah kita harus hidup dengan iman.
Oleh karena itulah mengapa dikatakan “Kamu telah menerima Yesus”, berarti sudah lahir baru, nah supaya kita bisa bertumbuh di dalam Tuhan dikatakan hendaklah kita berakar di dalam Kristus.

Kolose 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Ada beberapa hal yang  perlu dibenahi dalam diri orang percaya dan juga dalam institusi gereja Tuhan. Gereja tidak boleh hanya mengejar orang lahir baru, meskipun itu merupakan hal yang penting karena merupakan urusan akhirat, tetapi jangan lupa setiap orang yang lahir baru, ia tidak langsung meninggal. Jadi harus dimulai dengan berakar.
Gereja harus bertanggungjwab dengan kehidupan umat Tuhan yang belum meninggal dan yang masih hidup didunia ini dengan pergumulannya. Gereja bertanggungjawab untuk membimbing umat Tuhan untuk tahu dan mengerti akan rencana dan maksud dari segala sesuatu yang terjadi dalam hidup orang percaya, sehingga orang percaya tersebut bertahan sampai akhirnya
Sebuah pohon bisa bertumbuh kalau akarnya memiliki cukup makanan. Jadi selama belum berakar, sangat riskan dan berbahaya meskipun sudah lahir baru. Oleh sebab itu juga ada ayat yang mengatakan bahwa orang yang baru bertobat jangan diberi pelayanan karena sama saja memasukkannya dalam jerat Iblis.

Berakar tidak boleh dianggap remeh, memang kurang menjadi perhatian karena meman tidak kelihatan. Sama halnya juga dengan kita, iman kita juga tidak kelihatan, yang kelihatan adalah wujud manusianya tapi bagaimana perilaku sehari-harinyalah yang menentukan apakah orang ini punya akar yang kuat atau tidak?

BAHAYA JIKA TIDAK BERAKAR
Matius 13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.

Mendengar firman dan menerimanya dengan gembira. Respon-respon yang begitu baik ini ada nilai positifnya tapi gereja tidak pandai membaca.

Seorang hamba Tuhan menasihati seorang pengusaha, pengusaha ini menujukkan sikap yang sangat santun, ketika digiring untuk pengalaman lahir baru, diapun tidak menolak tetapi menjawab dengan bahasa yang santun, dia berkata: “Jika Yesus ingin masuk biarlah Yesus sendiri yang membuka pintu dan masuk sendiri”

Ketika firman tidak dapat melampaui nilai etis di dunia ini, orang tidak akan pernah menghargai nilai-nilai firman yang ada pada kita. Itulah kemenangan cara hidup dari iman kepercayaan lain. Nilai etisnya sangat tinggi padahal tidak ada firman, hanya pendidikan budi pekerti. Oleh sebab itu Yesus berkata dalam Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar  dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Ayat ini menunjukkan bahwa tidak semua hal-hal jelek ada pada orang Farisi dan Saduki. Ada ketekunan yang luar biasa pada mereka.

Kadangkala kita menganggap diri kita sudah berakar, padahal secara sederhana kita tahu apa fungsi akar yaitu  harus mencari mineral-mineral dan makanan-makanan yang bisa diserap untuk disalurkan ke suluruh tubuh pohon. Itu baru hal “mencari makanan”. Kitapun tidak akan bisa teguh, kuat kokoh dan tidak tergoyahkan dalam iman, kalau iman kita tidak pernah ketemu dengan firman Allah.
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengarant  dan pendengaran oleh firman Kristus.

Kalau kita tidak pernah mengisi pernah mengisi kebutuhan kita dan mencari lebih dalam lagi, pertayaannya bagaimana bisa bertumbuh? Olehnya kita kembali pada Matius 13:20 bahwa orang yang menerima firman segera menerimanya dengan gembira. Tapi apa selanjutnya?

Matius 13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

Karena tidak berakar orang tersebut bukan hanya menjadi lemah atau hanya sekedar jatuh tapi orang tersebut segera murtad, Ini sangat bahaya! Bagaimana bentuk tantangan-tantangan yang dihadapinya? Sehingga yang tadinya begitu berapi-api dalam mendengar firman akhirnya bisa murtad?
Kadangkali kita tidak dapat memahami padahal harusnya bisa dimengerti dan dipahami. Karena keberadaan kita tersita oleh persoalan, sehingga kita tidak bisa menangkap  nilai-nilai yang ada didalam setiap realita itu, kita tidak bisa menangkap bahwa ada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita, kita juga tidak menangkap bahwa ada Iblis yang menanti untuk ambil kesempatan di celah-celah di persoalan itu.

Ayub
Iblis tidak punya urusan dengan kekayaan Ayub untuk dihancurkan dan selesai. Iblis tidak punya urusan untuk melenyapkan dan membunuh anak-anak Ayub. Semua serangan-serangan dalam bentuk musibah itu tujuannya hanya satu yaitu menumbangkan iman Ayub supaya menghujat Tuhan.

Jadi fokus kita jangan tersita dengan segala macam persoalan itu. Karena Tuhanpun tidak berurusan dengan persoalan, dia berurusan dengan pribadi yang punya persoalan. Iblispun tidak punya urusan dengan persoalan, ia pakai persoalan untuk mengahncurkan orang percaya.

Apa nilai ilahi yang ada di setiap persoalan itu?
Matius 13:21 … Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.
Semua masalah yang hadir menunjukkan hadirnya semua firman, karena firman bukan hanya berkuasa tetapi firman itu hidup.

Kalau kita lihat kronologisnya, kita akan urai kronologis itu dan disusun begitu rupa, itu semua karena firman. Datangnya masalah, penindasan, kesengsaraan dan bentuk-bentuk masalah yang lain itu semua karena firman. Bagaimana kita memahami hal ini? Kita bisa memahami juga tergantung dari tingkat seberapa dalam “akar”  bertemu dengan makanan-makanan rohani sehingga kita bisa menangkapnya.

Ada yang berpikir kita tidak perlu taat pada firman, karena ternyata firman itu mendatangkan aniaya dan penindasan. Bagaimana kita dapat memahami bahwa semua yang terjadi ini karena firman? Temukan apa inti persoalan yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan lakukan.
Contoh kasus: difitnah.
Apa yang akan Anda lakukan jika difitnah? Dan apa yang Tuhan suruhkan? Secara manusia tidak ada yang dapat menerima ketika dirinya difitnah? Kita tidak bisa menerima, sakit hati, muncul benih kebencian, dendam, dan segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kemanusiaan kita akan muncul menghadapi fitnahan tersebut. Mengapa kita katakan ini karena firman? Oleh karena Tuhan sudah berfirman bagaimana seharusnya kita menghadapi kondisi seperti ini. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, karena pembalasan adalah hak Tuhan. Ini merupakan tekanan yang berat, jika kita tidak berakar maka hanya akan bertahan sebentar saja. Kita mau melakukan firman tapi daging kita sakit, kita mau mengampuni orang yang memfitnah kita tapi manusia kita menolaknya. Ini semua karena firman.

Jadi jangan kita salah memahami, bahwa seolah-olah nilai rohani yang kita miliki hanya hiasan bagi diri. Nilai rohani yang kita miliki bukan untuk dilihat oleh orang lain, tapi itu adalah hal yang mutlak dimiliki. Jangan berusaha sabar hanya agar orang lain tahu bahwa kita sabar, jadilah sabar karena kita memang harus sabar. Jangan menunjukkan hidup kudus kita, karena kekudusan bisa jadi kesombongan, jadilah kudus karena memang harus kudus. Terima, hadapi dan selesaikan semuanya karena firman dimana didalamnya ada kehendak Tuhan yang harus kita lakukan. Tapi sekali lagi ini akan menjadi berat kalau kita tidak berakar.

Kenapa kita perlu berakar begitu rupa?  Jangan lupa, ketika pohon  sudah tumbuh, baik masih pendek, dan daun sudah mulai lebat maka akar sudah harus bekerja lebih keras, sebab semakin besar pohon besar, maka sebesar itu akan menampung angin yang bertiup, maka akarpun harus lebih dalam lagi. Semakin banyak hal yang Tuhan percayakan pada kita (pekerjaan sekuler, usaha, rumah tangga apalagi pelayanan), akar yang kita miliki harus semakin dalam lagi supa ia lebih kuat, sebab dari segi kehidupan lahiriah dan rohani itu sama, akan ada angin yang akan menggoncang.
Kita butuh angin bahkan yang lebih kencang, karena ketika tubuh pohon ini goyah, bukan hanya dipermukaan tapi hingga ke akar, maka getaran-getaran akan masuk ke dalam dan membuat gembur tanah dan akan membuat akar itu lebih mudah lagi masuk ke dalam.

Ini kesempatan anugerah yang seringkali dilewati oleh banyak orang percaya. Ketika angin lebih kencang lagi datang dalam kehidupan itu kesempatan yang paling baik untuk semakin mendalam didalam Tuhan. Iman kita harus mencari kebenaran-kebenaran firman, karena angin sudah membantu akar untuk masuk lebih dalam lagi

Angin-angin pengajaran
Efesus 4:13-14 13sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.

Jadi dalam hal pemahaman firman ada angin-angin pengajaran yang menyerang. Kita tidak perlu menghakimi yang lain, kita harus kembali pada firman. Sehingga tidak ada angin-angin pengajaran yang dapat merubah iman percaya kita, tidak ada angin-angin pengajaran yang membingungkan, tetapi kita tetap teguh di dalam iman.

Kalangan kita terlalu sombong, karena terlalu cepat menghakimi dan berkomentar. Apapun fenomena-fenomena yang terjadi dalam gereja di seluruh muka bumi ini, kemudian berubah menjadi angin-angin pengajaran. Angin-angin pengajaran tersebut bukan untuk langsung diikuti, bukan untuk langsung diterima, bukan juga untuk langsung kita katakan sesat, tapi paling tidak itu menolong kita untuk mendalami apa kata firman.Tapi kalau kita tidak berakar maka kita juga tidak akanpusing dengan apa kata firman. Akhirnya banyak umat Tuhan yang terbawa dengan angin-angin pengajaran. Misalnya: anggur perjamuan suci yang harusnya diminum tapi dioles untuk diluka. Ada juga yang menjadikan jimat, membawanya kepada orang yang sakit. Adalagi yang menjadikan minyak urapan bukannya dioles tapi diminum. Ada juga yang mengikuti kembali pernik-pernik perjanjian lama yang semuanya adalah simbol apa yang akan datang. Pengajaran yang lain ada juga yang melarang perempuan untuk berkhotbah, padahal tidak ada ayat yang mengatakannya.

GPPS Palu sudah terlalu banyak kegiatan-kegiatan pelayanan, jadi pertimbangkan kegiatan-kegiatan yang ada diluar. Silahkan mengkonfirmasikannya kepada tim penggembalaan.
Tidak terbawa-bawa dengan angin-angin pengajaran, bahkan seharusnya kebenaran-kebenaran firman yang sudah kita dengar dan pelajari bagikanlah kepada yang lain supaya menjadi berkat buat banyak orang.

Ibrani 5:13-14 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok  dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras  Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.  Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat

Pertumbuhan dihitung dari waktu, berapa lama ia berakar juga dihitung dari waktu, jadi saatnya kita mau jadi berkat buat orang banyak. Mari berakar didalam Kristus!

By : Pdt. R.F. Martino