This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

GEREJA YANG SUAM-SUAM

Wahyu 3:14-1914Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:15Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.17Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,18maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.19Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Dalam kitab Wahyu ada tujuh teguran yang ditujukan kepada tujuh jemaat. Semua termuat dalam Kitab Wahyu supaya gereja masa kini bisa membaca dan mengetahuinya untuk menjadi peringatan bagi kita. Tidak ada yang kebetulan bahwa semua yang tertulis dalam Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru bukan hanya sejarah yang pernah ada. Semua kisah kondisi jemaat yang ada dalam Kitab Wahyu bukan kita jadikan untuk menghakimi tapi menjadi bahan intropeksi diri kita masing-masing.

Jemaat di Laodikia adalah jemaat yang suam-suam. Tuhan menekankan bahwa Tuhan mau kita dingin atau panas bukan yang setengah-setengah. Tuhan mengatakan bahwa Tuhan akan memuntahkannya. Muntah biasanya terjadi karena ada sesuatu yang menjijikkan. Muntah juga berarti bicara tentang penolakkan,
Jangan kita menganggap bahwa ibadah saja sudah cukup dan tidak perlu sungguh-sungguh dalam mengikut Tuhan. Istilah dunia juga mengatakan “abu-abu” tidak putih ataupun hitam.  Tuhan menganggap hal ini suam-suam. Tuhan juga sangat membenci orang yang munafik, orang yang masih kompromi dengan hal-hal yang diluar kebenaran Firman Tuhan. Jangan sesekali benar tapi sesekali berbuat fasik, adalah lebih baik memilih benar sekalian atau jahat sekalian.

Tuhan berkata: “Aku tahu segala pekerjaanmu…”Ini menunjukkan bahwa jemaat di Laodikia adalah jemaat yang aktif bukan jemaat yang malas.Tapi ternyata keaktifan gereja ini tidak menjamin bahwa jemaat ini bersungguh-sungguh dalam melayani pekerjaan Tuhan.
Terkadang kita melihat pribadi seseorang hanya terlihat dari keaktifannya melayani Tuhan, ataupun kita juga menghibur diri dengan berkata bahwa kita sudah melayani Tuhan, tapi ternyata itu semua juga tidak menjamin kita berkenan di hadapan Tuhan.

Suam-Suam Rohani Terjadi Tanpa Disadari
Tuhan berkata: “dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,…”
Terkadang kita sendiri tidak menyadari bahwa kita dalam keadaan yang suam.Bisa saja kita adalah seorang yang aktif dalam melayani dan beribadah pada Tuhan, bahkan orang memuji kita, tetapi itu bukan menjadi tolak ukurnya. Tolak ukur kita adalah cara pandang Tuhan dalam menilai pelayanan dan ibadah kita.
Jadi kita perlu terbuka untuk selalu dievaluasi oleh Tuhan.
Seperti dalam kasus Demam Berdarah (DBD), masa kritis ada pada hari ke-5, banyak yang tidak berwaspada karena panasnya hanya suam-suam saja.Padahal banyak orang yang justru tidak tertolong lagi pada saat hanya panasnya tidak terlalu tinggi.Dalam kasus DBD sebenarnya tanda-tandanya sudah ada, jadi jangan hanya berpatokan pada keadaan pada saat demam saja, harus adakan pemeriksaan kadar trombosit juga.

Sama halnya dengan suam-suam secara rohani, jemaat Laodikia pada awalnya sama dengan jemaat yang ada di Efesus, dimana awalnya mereka tidak menyadari. Jemaat di Efesus ditegur oleh Tuhan karena sudah kehilangan kasih yang semula.Kehilangan kasih yang semula hilangnya secara perlahan tanpa disadari sampai akhirnya sudah kehilangan secara total.
Pada saat kita mengalami kelahiran baru awalnya mungkin kita juga berapi-api/panas secara rohani, tapi oleh karena banyak hal kita menjadi suam-suam secara rohani bahkan menajdi dingin.

20 Gejala Suam-Suam Rohani
1.    Sudah tidak ada kehidupan doa
Lalu awalnya sangat rajin berdoa tapi sekarang sudah sama sekali tidak berdoa. Atau mungkin masih berdoa tapi hanya karena rutinitas atau karena jadwal.Berdoa harus keluar dari kerinduan hati kita.

2.    Tahu Firman Tuhan tetapi tidak ada kesungguhan untuk menghidupinya
Tahu tentang kebenaran tapi tidak ada niat untuk melakukannya atau menerapkannya dalam keseharian

3.    Pikiran tentang sesuatu yang kekal tidak lagi menguasai hati.
Lebih memikirkan hal-hal duniawi.Kolose 3:1-2 1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus, carilah perkarayang di atas, dimana Kristus ada, duduk disebelah kanan Allah 2Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

4.    Kebal akan dosa
Sering melakukan pelanggaran/dosa tapi tidak ada perasaan bersalah.Merasa biasa dengan hal-hal dosa.Tapi kalau kita dalam keadaan panas rohani, sedikit saja melakukan pelanggaran maka hati sudah mulai gelisah. Contohnya seorang pelajar yang tidak pernah menyontek, awal melakukannya ada perasaan takut, tapi ketika ia sering melakukannya maka hal itu sudah menjadi hal yang biasa.

5.    Kekudusan tidak lagi menjadi kerinduan
Kekudusan tidak lagi menjadi fokusnya, melakukan hal-hal yang najis.

6.    Keinginan akan uang/harta/kedudukan lebih besar daripada kerinduannya akan Kristus
Bahkan dalam gerejapun ada yang melakukan hal ini. Demi kedudukan rela melakukan apa saja.Lebih mementingkan harta dan kedudukannya daripada mementingkan kepentingan Kristus

7.    Suka mendengar lagu-lagu rohani tapi di suatu sisi suka mendengar lagu-lagu dunia
Jika tidak diwaspadai keinganan untuk mendengar lagu-lagu rohani tergeser karena lagu-lagu duniawi lebih menguasai dirinya.

8.    Tidak ada kemarahan Ilahi ketika nama Tuhan dijelek-jelekkan oleh orang-orang fasik.
Tidak ada rasa sedih bahkan pro dengan orang-orang yang menjelek-jelekkan orang Kristen, menjelek-jelekan gereja, bahkan menjelek-jelekan Tuhan.

9.    Perhatian utama hanyalah kenikmatan dan kenyamanan
Tidak mau direpotkan dengan hal-hal yang mengganggu kenyamanan hidupnya.Sehingga orang yang seperti ini biasanya tidak suka melayani sesama atau bahkan melayani Tuhan.

10.    Tidak lagi memiliki rasa haus dan lapar akan Firman
Merasa tidak membutuhkan firman dan hidup menurut keinginan diri sendiri.

11.    Tidak lagi hidup dengan hati yang melimpah dengan syukur.
Sering mengeluh dengan keadaan.Dulu awalnya suka mengucap syukur, karena sering dibiasakan dengan mengeloh, omelan, menggerutu akhirnya ucapan syukur itu sudah tidak pernah terucapkan lagi dari mulutnya.

12.    Tidak punya kerinduan akan keselamatan jiwa yang terhilang
Sudah tidak punya hati misi dan acuh terhadap orang-orang yang ada disekelilingnya.

13.    Suka melevelkan rohani di atas
Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
Hati-hati jika kita merasa bahwa level rohani kita lebih tinggi dari yang lain, ini adalah satu gejala suam-suam rohani yang tidak kita sadari.

14.    Lebih tertarik dengan teori-teori tentang pengetahuan alkitab daripada keselamatan jiwa-jiwa

15.    Hobby, gadget, olahraga sudah menjadi berhala dalam hidup.
Jika sebagian besar waktu kita hanya di hal-hal tersebut itu tanda kita sudah mulai suam rohani.Sebagian waktu hanya habis di hal-hal tersebut.

16.    Lebih mementingkan / lebih tertarik pada penampilan lahiriah daripada kenyataan batiniah

17.    Hati yang sudah mulai mengeras

18.    Sudah mulai dikendalikan hal-hal duniawi
Pornografi, narkoba, hawa nafsu duniawi. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena bisa menjurus ke

19.    Senang membaca Firman Tuhan tapi tidak harus komit secara serius untuk mentaatinya

20.    Lebih mencari penerimaan dari manusia daripada penerimaan dari Tuhan
Lebih menyukakan manusia daripada menyukakan hati Tuhan.

Ciri Gereja Yang Suam-suam
Biasanya tidak mau membahas yang sebenarnya sudah jelas dan sering dibahas dalam Alkitab.
1.    Gereja yang jarang atau tidak pernah mengajarkan tentang pertobatan
Sebelum Yesus mengajarkan tentang banyak hal seperti tentang iman, tentang doa, dll, Yesus mengajarkan tentang pertobatan.
Markus 1:14-15 14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, 15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
Di pemandangan Tuhan pertobatan itu adalah sangat penting.Ada banyak gereja menganggap berbicara tentang pertobatan hanyalah di awal kekristenan saja.

Matius 4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
Tuhan Yesus memberitakan tentang pertobatan bukan hanya sebelum Ia naik ke Sorga tetapi selama pelayanan-Nya selama 3,5 tahun Tuhan Yesus selalu memberikan tentang pertobatan.

Sesungguhnya bicara tentang pertobatan itu seumur hidup sampai kita mati karena belum ada manusia yang sempurna, jadi pertobatan itu terus menerus (setiap hari) harus bertobat sampai kita menjadi sempurna sama seperti Yesus. Berbeda dengan ajaran hypergrace yang menyatakan sekali kita diselamatkan maka seterusnya kita akan selamat.

Wahyu 3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

2.    Gereja yang tidak percaya akan Roh Kudus
Justru Tuhan memberikan Roh Kudus supaya setiap orang percaya bisa bertahan samapai kesudahannya
3.    Gereja yang tidak suka berbicara mengenai pelepasan
Padahal pelayanan Tuhan Yesus pada waktu ia masih di dunia 1/3 pelayanan-Nya adalah mengenai pelepasan roh-roh jahat.
4.    Gereja yang tidak suka membahas tentang karunia-karunia Roh Kudus
Karunia-Karunia Roh Kudus juga penting dipakai untuk melengkapi orang percaya dalam memberitakan Injil (Karunia kesembuhan, karunia mujizat, dll)
5.    Gereja yang tidak membahas tentang akhir zaman
Selama Tuhan Yesus belum datang ke dunia, berita tentang kedatangan-Nya harus terus menerus diberitakan.
6.    Gereja yang tidak membahas tentang keintiman dengan Tuhan
Matius 22:36-38  36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

I Yohanes 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Tetapkanlah diri kita mau panas atau dingin.Jangan mengasihi Tuhan dengan setengah-setengah.Akhir zaman Iblis banyak menyelewengkan firman Tuhan.Kita diingatkan supaya tidak terjerumus ke dalam suam-suam rohani.Jika hal ini sedang terjadi dalam hidup kita, mari bertidak dengan cepat untuk berbalik, minta Tuhan memulihkan keadaan kita.

By : Pdt. Mediati Setiawan, M.Mis